Lelaki Bersepatu

Sudah baca novel Sepatu Dahlan? novel yang bercerita banyak tentang cita-cita seorang anak desa yang sangat berambisi untuk mempunyai sepatu (dan sepeda). Setting lokasinya di Magetan dan sekitarnya, dekat-dekat lah dengan kampungku, Ngawi. Dan kalau kau ingin tahu apa benar cerita macam itu benar adanya? Maka percayalah, jangankan jamannya Pak Dahlan sekolah SD, ketika aku masih sekolah MI pun, masih ada teman-temanku yang bersekolah nyeker, tak bersepatu. Bukan karena mode, tapi lebih karena sepatu tak bisa dimakan, uang hasil kerja serabutan orangtuanya lebih nikmat dibelikan nasi, daripada sepatu.

***

Pada zaman dahulu kala, lelaki bersepatu masa kecil hidup di zaman itu.

“Mbok..mbok’e.. kalo misal aku dibeliin sepatu aku pasti seneng lho Mbok.., Masboi dibelikan sepatu bapaknya mbok, uanyar nyarr! Suangar mbok”,  Sitole mengadu pada simboknya yang sedang cetik geni di pawon.

“Oalah le..le.. Sudah jangan macam-macam, cepetan berangkat sekolah biar ndak telat”

“Nggih Nggih Mbok.., nanti pulang sekolah aku mau derep di sawahnya pak lurah ya mbok?”

“Iya.. suka membantu orang tua gitu lak yo pinter”

“Nanti duitnya aku belikan sepatu”

“Iyo le..”

Sitole pun bersekolah, bertemu Masboi dengan sepatu barunya. Sepatu hasil rengekan semalam pada bapaknya. Sebenarnya Masboi bukan murid berbaju klimis dan bersepatu rapi dan sangat terlihat berkilau di antara teman-teman sekampungnya, sama saja. Masboi, Sitole, dan anak-anak di kelasnya berkulit sawo matang yang dijemur seharian, berambut kusam bau matahari sawah, memakai tas kresek untuk wadah buku sekolah, dan bermata polos berbinar-binar khas anak-anak. Bedanya, Masboi pakai sepatu kain sol karet coklat tak bermerek dan tak mengkilat, yang lainnya nyeker, ada beberapa yang pakai sandal Meli. Sepatu kesayangan Masboi pun kadang harus bersembunyi di dalam tas saja ketika musim hujan, sayang kalau basah dan tercelup lumpur, jalan desa pasti berlumpur disiram hujan. Meski nyeker begitu, mereka tetap ceria, apalagi di musim panen padi, keceriaan adalah milik seluruh desa!

Ramai-ramai Sitole dan sahabatnya, Masboi, dan anak-anak lain seusianya berangkat ke sawah, derep istilahnya, membantu kuli-kuli memanen padi, upahnya adalah gabah seberat alakadarnya, yang jika dikumpulkan dari enam kali sesi derep baru memenuhi satu karung gabah. Sebelum musim panen pun mereka ikut matun, yaitu mencabut rumput di sekitar padi. Kulit gosong terbakar radiasi matahari, rambut mereka merah-merah kena terik. Rambut Masboi paling parah, tak hanya terbakar matahari, pun terbakar api teplok ketika terkantuk-kantuk mengeja buku pelajarannya kala ia belajar hingga larut malam. Ratusan tahun sejak Alfa Edison menemukan bola lampu, tetap tak ada listrik yang mengkerlipi rumah-rumah kayu mereka. Continue reading

OMG! 18 Komen!

Nah kan,3 minggu gak posting jadi pegel2 ni badan, dan aku bingung harus memulai dengan kata-kata apa, wkwkwkwkwkw

–eh? sekali lagi “wkwkwkwkwk” ini sebenernya gimana sih bacanya? sumpah aku sendiri bingung, masak ada orang ketawa bunyinya we-ka-we-ka-we-ka, yang ada malah pak Kawe tetanggaku yang nyewain sound sistem buat nikahan.

Well, aku sekarang di ibukota, Jakarrtaah! whoauw, tinggal di awang-awang lantai tujuh bersama lelaki paling ganteng sedunia dan baby boy yang gantengan dikit daripada ayahnya. Bahagiaa banget! soalnya, you know lah ya, sebelumnya kami jauh-jauhan Ngawi-Jakartah, ketemu wikend doang, itupun 2 malem suamiku tidur di kereta demi bertemu anak istrinya, perjalanan ngawi-jakarta kan 12 jam bo’! suami rela berkorban banget gak sih dia? subhanalloh deh.

Dan sekarang gue (mumpung lagi di Jhakarrda pake gue-gue-an), sedang menikmati hidup sebagai emak-emak yang full day in holyday! menanti masa-masa kuliah 3 bulan lagi. Yeah, emak syujun mau kuliah apoteker niih, dari lubuk hati terdalam yang masi rada perfeksionis sebenernya gue masi ingin ngelanjutin apoteker di itb, tapi apa daya hati nurani mendamparkanku ke ui (eleh,belom daftar padahal).

Kegiatan gue sehari-hari? emak-emak banget you know.. ckckck.. (ini bacanya juga: ce-ka-ce-ka-ce-ka) bangun tidur sebelum subuh dan mandi mumpung syujun masi bobok. lanjut sholat berjamaah, suamiku ngaji bareng syujun dan gue masak dong bikin sarapan, wehehe. Jam 06.00 teng! sarapan siap disantap dan suamiku berangkat bekerja. Oke, syujun mari tidur lagi..? Ohoho.. tentu tidak.. sejak menjadi emak-emak gue asik banget join grup emak-emak and make me feel so proud for being emak-emak, hehe.

Inilah grup facebok emak-emak yang kalo lo emak-emak atau ca’em (calon emak) lo wajib join : ITB Motherhood (kalo lo anak itb), Gentle Birth Untuk Semua, Tambah Asi Tambah Cinta (emak gue tak invite ke sini biar makin ngeh tentang ASI), Healthy Homemade Baby Food (jarang aku buka sih, syujun masih ASIX), Room for Children (rekues gue belom di approve), dan ada pula closed grup yang cuma gue yang tau (lha?), dan gue mau kopdar ama emak-emak grup itu di mol! (baca : mall), kan gue orang jakartaah! beh, suangar pol, wkwkwkwkwk (*lupakan cara bacanya)

By the way, kok rasane lidahku agak gimana-gimana gitu bilang ‘Gue’, intonasi G-nya nampak terlalu medok dan juowo pol. Wkwkwkwk *demen banget bilang we-ka-we-ka -__-”

Jakarta menurutkuu.. gak seburuk yang mereka keluhkan, well, kehidupan keras sih iya, mengharukan juga banyak,.dan aku mencoba menilai jakarta dari sisi positifnya saja. Soalnya, hidup di manapun, kalo kita menilai Ngawi kek, Jakarta kek, Tokyo kek, dari sisi negatifnya melulu, stress dah, Se-sophisticated-nya Tokyo ada aja pornografi dimana-mana, Se-sejuk-sejuknya Ngawi, gak ada mol satu pun, Se-macet-macetnya Jakarta, masih ada rumah mungil nan adem yang sangat nyaman untuk berbagi cerita, bernama : keluarga. Ya, dan di sini keluarga mungilku berada, and I will enjoy this se-enjoy-enjoynya. Gimana gak enjoy kalo di basement ada mol? tinggal lompat dari sini hwehwe. Maklum, kalo wong ndeso kan sukanya ke mol, kalo orang kota sukanya ke yang sejuk-sejuk gitu ya? Preet.. aku mah udah bosen tiap hari liat sawah dan burung berkicau di ngawi, terlalu sejuk, wkwkwkwk..

Eh, OMG! 18 Komen belum di-approve!. Gue mau check dashboard dulu yaw..

-sementara syujun masih terlelap di pangkuan-

Ujung-Ujungnya

Hehe, demi menghargai hak-hak privasi Syujun, maka di blog ini Syujun akan tetap dipanggil Syujun, bukan nama lengkapnya. Biar ntar gede dia ga protes hak privasinya dijajah emaknya :p. In case suatu saat nanti ada orang nge-search namanya di google (anggap saja ada gadis cantik nan sholehah yang naksir dia) trus dia menemukan blog emaknya yang ternyata ‘berandalan’ kayak gini, hehe, terus sang gadis cantik nan sholehah itu gak jadi naksir, nah lho! Kan gak asik kalo sang emak menghalang-halangi jodoh anaknya.*heleh jauh amat ya mikirnya :p, biarlah.

CurQolb : Curahan Qolbu Seorang Emak Baru

Whoaaahaa! Alhamdulillah I am a MOMMY now! once again a M-O-M-M-Y!! Dan tahukah kamu bahwa menjadi ibu adalah ketika kau tak bisa marah saat manusia mungil dengan santainya pup di pelukanmu hingga bajumu belepotan, dan kau merasa heran sendiri beberapa detik kemudian “wew, kok aku gak ngamuk2 ya?” padahal itu eek nya baunya dahsyat lho sodara2 hahaha.

Tapi ya, jujur nih, repoootnya juga sepaket lho! awal-awal Syujun baru lahir dia sangat ‘penurut’ I think, hehe lha wong kerjaannya tidur terus, tenang sepanjang hari, paling nyengir-nyengir kalo haus, and it help me so much during my postnatal recovery. Eh sekarang-sekarang soon after I totally recovered dan kembali enerjik plus pecicilan, si doi mulai pintar membuat bundanya kewalahan. Hohoo.. dan tahukah kamu, seorang ibu adalah wanita yang gampang sekali bangun tiap dua jam di malam hari hanya karena rintihan bayinya, padahal sebelum jadi ibu, petir halilintar badai pun tak mampu membangunkan tidurnya, hehe. Dan kalo udah bangun jadi susah tidur kayak yang terjadi pada diriku saat ini, yang malah ngeblog jam 2 dini hari (Syujun udah deep sleep, hihi).

Urusan dunia perpopokan juga kadang menjadi hal yang bikin seorang emak mual-mual gak karuan *yeah ini lebay. Saat tubuh Syujun masih lemah tak berdaya kan mana tega makein dia pampers atau cloth diapers, dan kalau dulu seorang emak sangat excited ketika perutnya ditendang-tendang janinnya, sekarang ketika tendangan-tendangan itu menghempas udara (mancal-mancal), maknanya adalah “Mommy..! popokku basaaah, lengkeett… ga enaaakk” hehe, dan seorang emak akan bersiap-siap menemukan ‘harta karun’ di dalam sana.

Well, lama-lama terbiasa, seorang emak pun (berusaha) bahagia dalam dunia perpopokan ini, eek bayi adalah bahan diagnosa utama kesehatan bayi, kalo pupnya OK at least emak lega, Alhamdulillah Syujunku sehat hehe :) *halah menghibur diri :p

Anyway, yang jelas punya bayi newborn yang menggemaskan benar-benar bisa melepas stress! hehe, melihat wajahnya yang polooos dan imutnya ga ketulungan, saat dia menggeliat, saat dia menguap, saat dia tidur pulaas, saat dia kentut dengan suara yang sangat.. amazing wahaha, saat dia berkedip-kedip, mengernyitkan alis dan dahi (woh, persis bapaknya!), saat dia ‘ndomblong’ hehe, dan apalagi saat dia tertawa, Ya Allaah.. rasanyaa.. gemes sekaligus apa ya.. semacam meleleh hatiku menatapnya, rasanya ‘mak pyoh!’ bongkahan es batu di sel-sel lubuk hatiku meleleh.

Gimana nggak, aku adalah ibundanya, sebenarnya aku rada canggung dipanggil bunda, secara akunya pecicilan ga jelas gini -__-”, gak keibuan blaaas, tapi akulah satu-satunya orang yang mampu meredam tangisnya ketika semua orang di planet bumi ga ada yang bisa ngatasin, bangga dan bahagiaa banget pas “menjemputnya” dan menenangkannya dan beberapa detik kemudian dia diam, wiih manjurr! Emak gitu loh.. :p . Dan tiba-tiba aku menjadi seorang pahlawan yang paling hebat di muka bumi, hehehehe.*mari membayangkan sailormoon yang lagi gendong bayi berdiri di atap gedung dengan tatapan penuh kemenangan (doh, apa siiih.. -____-”)

Dan ketika menggendong memeluknya, kepala mungilnya (yang belum bisa terangkat oleh lehernya) bersandar tak berdaya di pundakku, mukanya sangat nyaman dan tenaaang lalu tertidur, apalagi kadang-kadang dia senyum-senyum pas merem!. Pemandangan paling menyejukkan! kalo ada kontes foto dramatis ibu dan bayi kayaknya kami menang deh. Ah, serius! aku merasa akulah satu-satunya orang yang dibutuhkannya. Subhanalloh, ini moment yang paling aku suka :) melihatnya tertidur pulas di pelukanku, seperti pas pertama kali kami berjumpa, sedetik setelah mbrojol dan dia masih basah kemudian meringkuk pasrah di dadaku, oooh indahnya dunia ini :)

Dan tahukah kamu, ada cinta yang berlipat-lipat di setiap tatapan matanya, di setiap hembusan nafasnya!, itulah bonus besar buat seorang ibu, dan aku merasakannya sekarang. Thanks God You give me Syujun :)

Bahkan kentutnya pun imut

Sulitnya menahan tawa adalah ketika mendapati bayi mungil, lucu, belum bisa ngomong, bermuka polos tertidur pulas dengan sangat tenang di sampingmu tiba-tiba menggeliat dan “prooot!”, astaga kecil-kecil kentutnyaa kenceng! (dalam hati) hehe. Mau ketawa juga kasian takut hatinya terluka, kalo ketawa beneran takut dia terbangun. Akhirnya kutelan saja tawaku bulat-bulat tanpa dikunyah. Kupandangi wajahnya yang tembem tapi teduh, masih pulas dan santaai sekali tidurnya, pipinya bulat halus menggemaskan minta diciuum seratus kali, dan tiba-tiba bibirnya bergerak-gerak, tersenyuuum! maniiiisssss sekali. Oh Tuhanku! Rasanya surga jatuh dari langit!

Syujun 38 weeks 6 days : Detik-Detik Syujun Menyapa Dunia

10 Maret 2012 14.00 wib. Aku dan suamiku jalan-jalan keliling ngawi, bersenang-senang ga jelas di atas dua roda, ngobrol ngalor ngidul, bercanda-canda. Tawa riang kami dihempas lembut angin jalanan kota kecil kami yang tenang dan sepi. Ah, kisah klasik di atas dua roda, dan aku paling suka ketika tangannya diam-diam memegang jemariku yang melingkar di pinggangnya. Tanpa kata, hanya degup jantung yang menerbitkan senyum-senyum, tapi aku tau hatinya berbisik “Percayalah, aku akan menemanimu selamanya” .Berdua makan sate kambing dengan nikmatnya, dan sama sekali tak terpikirkan bahwa Syujun akan lahir tengah malam nanti.

16.00 wib. Sejak usia kandungan 36 minggu, aku rajin berjalan kaki. Latihan relaksasi, pernafasan, senam hamil, dan yoga kujalani, hamil kan cuma bentar jadi harus dioptimalkan semaksimal mungkin, ngelahirin cuma terjadi beberapa kali seumur hidup jadi harus diusahakan sealami mungkin. Kau tahu, persalinan bagiku adalah suatu every-woman-can-do-it thing, tantangan yang terniscayakan. Pun butuh belajar, ikhtiar, dan doa. Dan pada akhirnya, Allah yang akan megatur skenarionya dengan sangat rapi. Hari ini hari sabtu, suamiku di rumah, dan entah kenapa aku tak ingin jauh-jauh darinya, kangenn, minggu malam ia akan ke hutan lagi, pikirku. Alih-alih jalan kaki ke sawah, aku memilih jalan kaki di rumah saja, dari ujung ke ujung, belok-belok mengitai sofa dan lemari, dan diam-diam selalu kubisikkan pada Syujun, “lahirlah pada hari sabtu atau mingu aja sayang, agar ada ayah menemanimu menyapa dunia untuk pertama kalinya”.

18.00 wib. Belum ada tanda-tanda persalinan, semua masih berjalan seperti biasanya, kontraksi braxton hicks masih setia mengajak Syujun bercanda. Namun aku tetap tak ada firasat apa-apa kalau Syujun lahir tengah malam nanti.   Continue reading

Syujun 36 Weeks : Sawah Pagi Hari

Saatnya jalan-jalan pagi bersama Syujuuun! inilah kampung halaman kita tercinta nak :)

Yang pertama ini namanya ‘galengan’ alias pematang sawah, (Syujun: apanya yang matang bunda?) sama, bunda juga gak tau nak hehe.. Tapi lihatlah pohon di ujung sana, ibaratnya, kelak ketika kau nanti besar dan dewasa, menjadi orang yang hebat dan berkedudukan tinggi menjulang, jadilah seorang yang tetap mengayomi masyarakat.. (Syujun: mengayomi tu apa bunda? Ayam nenek tiap hari bertelur lho *Syujun bertanya dengan polos, of course dengan tendangannya :p) maksudnya gini Jun, ketika kamu menjadi orang hebat, kamu haruslah bisa bermanfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat sekitarmu yang mereka kurang beruntung, tak bisa menjulang tinggi menggapai langit dan menyapa burung. *kayaknya Syujun manggut2.

Hey, itu mataharinya mau terbit Jun.. Continue reading

Syujun 33 Weeks : Homemade Cloth Diaper Lucuu

Tau cloth diaper kan? Arti terjemahannya sih popok kain, tapi di Indonesia, ‘clodi’ ini dianggap mewakili istilah untuk ‘popok kain modern’ yang dapat menyerap ompol tapi bisa dicuci ulang, yang berawal dari emak-emak yang resah akan efek samping chemicals pampers2an yang ga bagus buat bayi (tapi hax sih katanya), serta limbahnya yang mengotori lingkungan. Tapi yang jelas, popok sekali pakai gitu kan bikin pemborosan kalo dipake daily (kalo lagi outing sekali-kali gapapa kali ya :D), dan gara-gara limbahnya susah dibakar atau dihancurin emak-emak di sini (Ngawi) yang makein anaknya pampers akan membuang limbah ke sungai kampung! Whoa.. ga rela dong kalo Syujun ntar difitnah sebagai bayi pencemar sungai desa! Sembarangan aja, Huhuhu.. that’s why aku bikin clodi sendiri hehe (selain itu beli juga sih).

Aku berencana makein Syujun clodi agar pipisnya ga beleber kemana-mana terutama pas digendong, jadi yang gendong juga nyaman dan ga ragu-ragu gitu. Karena, menurut buku yang aku baca, bayi yang digendong tuh akan lebih cerdas karena bisa belajar banyak dibanding bayi yang didorong-dorong pake stroller. Bayangin aja kalo kita jadi bayi, kalo digendong kan sejajar ama wajah-wajah orang sekitarnya, sejajar dengan hal-hal yang kita lihat. Kalo di stroller kan si kecil cuma bisa liat pantat-pantat, yang ngedorong juga ga keliatan kan jadi susah ngajak ngobrol, hehe. Tapi kalo pundak pegel dan bayi lagi seneng maen di stroller ya kasih aja sih. Selain itu kalo bayi digendong tuh akan mempererat ‘bonding’ dengan sang penggendong, terutama emaknya dan bapaknya. Hehe kok malah ngomongin gendong menggendong ya?

Berbekal pengalaman menjahit masa kecil, dulu ibuk ngajarin aku menjahit and she challenged me to make a small dress for my doll! (Jaman dulu kan beli boneka Barbie-barbie-an mahal bo’), meskipun dulu cuma berhasil bikin satu biji baju mungil itupun dengan penuh kerja keras, teriak-teriak minta tolong dan sejuta kebingungan mesin jahit pancal, but thanks mom, that’s really helpful. Mesin jahit yang aku pake juga jadul warisan turun-temurun dari mbah putri, yang diturunkan ke ibuk, jadi kira-kira umurnya udah lebih dari 40 tahunan lebih. Dan, Alhamdulillah-nya, aku berhasil membuat 7 BUAH HOMEMADE CLODI! Yey!

Taraaa..!! inilah hasilnyaa! Hehe, berhubung Syujun belum lahir, jadinya pantat Coki Bear jadi modelnya, haha. Mudah-mudahan Syujun nanti nyaman makenya, amiiinnn.. *ngelus2 Syujun.

 

Tentang bahan-bahan kainnya, hehe untuk sementara that’s secret! (sampai teruji klinis pada syujun :D) Yang jelas I’ve tried to select the smoothest and comfy fabrics seantero Ngawi biar pantat syujun nyaman dan ompolnya ga bocor. Clodi Syujun ini terdiri dari tiga lapis, inner-nya kain lembut dan outer-nya kain waterproof yang dilapisi kain bermotif.

Oya cara membuatnya gampang kok, cuma butuh basic skill menjahit. Kalo telaten ngejahit pake tangan juga boleh.. hehe (eh beneran lho, jangan anggap remeh tangan Anda! temen kosanku dulu ada yang seharian bertapa di kamar, eh keluar-keluar langsung mamerin hasil karyanya: rok panjang homemade! wow! apalagi kalo cuma clodi mungil gini). Ini model ‘pocket cloth diaper’ yang di dalamnya bisa dimasukin ‘insert’ yaitu kain buat nyerap ompol, pake alas ompol atau kain handuk microfiber paling oke. Things you need tentu saja : bahan kain, pola clodi (aku sih ‘ngopi-paste’ dari clodi yang aku beli, tapi search di internet juga ada bejibun cloth diaper pattern), elastics, velcro/snap. Cara menjahit lebih jelasnya cek aja di link video di bawah ini :

How to sew a cloth diaper cover

Selamat mencoba! :D

Asik juga kan, kalo pas gendong si kecil ada yang nyeletuk,

“Wah popoknya lucuu, beli di mana?”

“Ah enggak, cuma bikin sendiri kok”

Eeaaaaa… :p

Background blog aku jadi lucu ya?

[Renovasi Blog] Tadinya berniat starting nge-digiscrapbook-ing, apa daya internet di ngawi super duper lemot ga bisa donlot, jadilah kit nya aku pasang jadi background blog aja. Tapi ada manfaatnya juga internet rada lemot gini, it forces me not to sit whole day! which is good for pregnancy :). Ayo syujuuun kita senam pagi..!

Syujun 30 weeks : Semangat Berkambing-kambing

Apa hubungannya syujun ama kambing coba? hehe, aqiqoh? tentu saja, tapi bukan itu kisah kambing yang menyentuh hari ini. Hari ini aku makan daging kambing dari ‘kenduren’ aqiqohan tetangga, dikit sih tapi uenak, hehe.. Tapi aku belum bisa masak gule kambing, jadi ga akan berbagi resep di postingan kali ini. Nah, jadi kambing apa dong yang akan berceloteh di sini?

Ini tentang investasi kambing, kawan. Ini tentang rezeki yang halal buat syujun (Eeaaa). Continue reading

Syujun 28 weeks : Karawitan Show!

Dan sekarang aku di Ngawi, tapi lagi ga bisa tidur. Aku punya tetangga yang sangat mencintai kebudayaan daerah (jadi inget pelajaran kelas 5 SD sodara sepupu, hehe). Maka itulah yang terjadi malam ini, atmosfer langit-langit seitar RT 01 Rw 02 ini terselimuti suara bunyi-bunyian gamelan, gong, karawitan gitu lah. Apalagi jarak antara dinding rumah kawaritan dengan dinding rumahku cuma 2 meter. Berasa ada yang “ngunduh mantu” adat jawa banget.

Ada suara sinden juga, tapi meskipun aku orang jawa asli, tapi sumpah aku ga ngerti dia nyanyi apaan, bukan karena ga ngerti bahasa jawa sih, tapi saking melengking banget suaranya kayak penyanyi opera pas terakhir kali aku nonton konser musik klasik di Suntory Hall (Tempat konsernya Nodame Chantabile itu tuh). Buset dah. Enak didengar sih barang 5 menitan, tapi kata ibuku latihan karawitan itu akan berlangsung ampe jam 2 pagi! Subhanalloh completely ga bisa tidur deh, Syujun sih udah bobok kayaknya. Udah ga nendang-nendang lagi, and he can listen lho! Hehe.. biarlah ini musik daerah pertama yang terdengar samar ke sistem pendengarannya, my sweet little boy.

Welcome trimester ketiga! Sekitar 2 bulan lagi syujun akan melihat dunia, amiiin Ya Allah.. lancarkan segalanya. Menjadi ibu hamil di usia 22 tahun bukan hal yang langka di kampungku, bahkan teman SD-ku malah udah punya anak kelas 2 SD sekarang. Aku diceritain sama ibuku pas ibuk lagi nulis raport murid-muridnya, “ini lho anaknya temenmu!” Lhaa??. Tapi jangan salah, adaa aja orang yang mencela mentang2 aku lulusan itb, jadi merasa heran kok abis lulus malah punya anak? Kagak kerja pula?. Haha. Meskipun sempat menggalauwan-galauwati, aku sih enjoy aja. Just wait and see lah. It’s time to enjoy Motherhood! Yey! Continue reading

Syujun 24 weeks : Ngobrol Dong!

Hehe, sering ketawa dan terkesan ngomong sendiri, itulah hobi terbaruku sama syujun sekarang. Dan aku ga pernah menyangka kalo syujun “se-njowo” ini menanggapi celoteh2 ku. Ternyata dia benar-benar mengerti! dia merespon tepat setelah aku bertanya, dan responnya konsisten habis aku tanya, tapi kalo lagi ga ditanya dia geronjalan juga di dalem kayak lagi jungkirbalik kali ya?. Sekarang dia mulai semakin sering menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Hehe.. Misalnya kayak beginian, dialog sambil ngelus2 perut antara Syujun dan Makjun (Emaknya Syujun.. *doh kok ga seimut “syujun” ya kedengarannya).

Part 1#

Makjun : Syujun pinter, kamu cantik apa ganteng? kalo cantik kamu tendang 1 kali, kalo ganteng kamu tendang 2 kali.

Syujun : Dul..dul.. (Dua kali!) Continue reading

Syujun 21 weeks : Pengalaman Tes TOEFL iBT

Siapa yang pernah tes TOEFL iBT? “Aku pernaaah!!” mungkin kalo ada yang nanya gitu, syujun bakal teriak ngejawabnya antusias, hehe, mungkin dia adalah peserta TEOFL iBT termuda waktu itu, sabtu yang lalu Syujun ikutan Tes TOEFL sama bundanya. Hihi. Dan sejak pendaftaran sampe tesnya, emaknya syujun dipanggil “Mbak”  atau “Miss” dan bukan “Bu”, ehehe.. Yess! berarti mukaku masi imut meskipun makin membulat ginih. Jahaha. padahal kan sebenernya ni perut udah kayak dijejalin setengah buah semangka buletnya. Baru seminggu kemaren (13 nov 2011) aku dan syujun (bersama ayah syujun juga yang setia menunggu 4 jam! hehe) tes iBT di Plaza Central Jakarta.
Nah sekarang ini PBT udah jarang banget dan mungkin udah hampir musnah kali ya, aku cari jadwal tes resmi PBT udah ga ada di Indonesia, sekarang PBT cuma dipake di negara2 yang lebih terpencil daripada Indonesia, jadi mau ga mau harus iBT. Sekarang aku lagi waiting time nunggu skor sampai akhir november.
Berikut kronologis serta hal2 penting yang harus diperhatikan tentang iBT TOEFL. Continue reading