Archive for August, 2009
Piring-Piring yang Utuh dan yang Pecah
Semester 6 telah berlalu. Kau tahu, selama satu semester itu, sang piring-piring telah menjalani nasibnya masing-masing.
Sebuah impian memberi kita pengharapan bagi masa depan dan itu memungkinkan kita memprioritaskan segala yang kita perbuat. (John C. Maxwell)
Seorang yang mempunyai impian mengetahui apa yang rela ia korbankan demi peningkatan dirinya. Ia mampu mengukur segalanya yang ia perbuat menurut apakah itu berkontribusi terhadap impiannya atau tidak, mengkonsentrasikan perhatiannya kepada hal-hal yang mendekatkannya pada impiannya tersebut dan tidak terlalu memperhatikan segalanya yang tidak mendekatkannya kepada impian tersebut. Ironisnya, banyak orang yang melakukan hal sebaliknya. Bukannya fokus pada impian mereka dan melepaskan hal-hal kurang penting, mereka ingin agar setiap pilihan itu terbuka. Tetapi itu justru membuat mereka menghadapi banyak masalah sebab pengambilan keputusan menjadi semakin rumit.
Ibarat pemain sirkus yang memutar piring-piring di atas tongkat kurusnya.
Maka piring-piring itu adalah prioritas dan terserah kamu, mana yang akan kamu ambil, mana yang akan kamu putar dengan cepat, dan mana yang kamu lalaikan dan ia akan jatuh. Piring-piring itu adalah puzzle-puzzle impianmu yang mungkin yang utuh dan yang pecah berbeda dengan teman-temanmu, karena impian masing-masing orang berbeda, maka puzzle penyusunnya pun berbeda, sehingga piring-piring yang utuh dan yang pecah pun akan berbeda.
Hehe, aku jadi bingung sendiri, sebenarnya tadi aku mau nulis apa ya?
Baiklah, sejujurnya aku ingin.. (duh,, jadi kehabisan kata-kata..) menulis tentang nasib piring-piring impianku semester ini..
Pada semester 6 ini piring-piring yang berhasil aku putar dengan cepat adalah : (more…)
10 comments August 21, 2009
Kecopetan!
Huuaaaaaaaaaa……..!! Kecopetaaaaaaaannnn…. hiks hiks…. *nangis mode ON
Pelajaran hidup no 324 :
“Jika engkau pergi ke Gasibu atau tempat yang sangat ramai, janganlah membawa dompet! Bawa uang secukupnya saja. Serius!”
Peristiwa itu terjadi begitu saja hari minggu kemarin, pencopet itu memang benar-benar sadis! Sungguh! Merobek tasku dengan pisaunya dan mengambil dompet biru-ku beserta isinya, (yaiyalah). Pencopet itu benar-benar jahat.. mencopet pula KTM dan KTP ku beserta 3 buah kartu ATM. Padahal KTP dan KTM itu adalah syarat untuk membuat VISA ke Jepang nanti.. Lantas bagaimana sekarang??? Pengurusan KTM yang hilang itu baru selesai 1 bulan, sedangkan 1 bulan lagi aku sudah harus ke Jepang!!! Hwaaaaaa…. Pencopet itu memang tidak punya perasaannnnnn…. Apa jadinya kalo ke Jepang ga bawa visa..??? Bisa diusir aku ntar, dilempar kembali ke Indonesia. Haah.. Sadis! Sadis! Sadis!
Pencopet itu benar-benar kurang ajar, pasti dia sangat bahagia mendapatkan berjuta-juta foto ku di dalam dompet itu.. dari fotobox sampai pas foto formal (tuduhan ini tidak masuk akal kawan..).
Sehingga pelajaran hidup no 325 adalah :
“Jangan menaruh foto-foto cantik di dalam dompet, itu akan membuat pencopet semakin bahagia” (fitnaahhh..!, teriak sang pencopet). Heh pencopet!! ngapain teriak2??! sini balikin dompetkuu!!!! *Keluar sungut di kepala mode ON.
Hwaaa… tau ah! yang jelas aku kecopetan kemarin minggu itu, padahal niatku sungguh mulia benar. Seorang mahasiswi polos dan sederhana pergi ke Gasibu untuk membeli hadiah-hadiah buat acara 17-an anak-anak Panti Asuhan, agar anak-anak itu bisa tersenyum meskipun lomba makan kerupuk tanpa sorak sorai ayah bundanya. Agar anak-anak itu bisa tertawa dan bahagia dengan MERDEKA. Hhh.. sungguh pencopet itu benar-benar tak bisa membaca niat baikku. Semoga Allah mengampunimu.
13 comments August 18, 2009
