Posts Tagged monascus
The Unforgettable “Mon-Mon” and PIMNAS 2009
“Mon2 Team”, nama kelompok penelitian itu akhirnya tercetus juga. Berawal dari situ, kami pun menjalani sebuah perjalanan hidup yang tak terlupakan. Aku tak ingat tanggal berapa tim ini didirikan, yang jelas sekitar bulan Agustus tahun lalu. Kak Hegar, salah satu Mapres SF ITB itu mengajakku bergabung, kemudian aku dikenalkan dengan Teh Nadia. Kemudian Teh Nadia mengajak Lala, dan aku mengajak Dewdew. Lengkaplah sudah : “Mon2 Team” terdiri dari ka Hegar, Teh Nadia, Aku, Lala, dan Dewdew.
Kenapa Mon2 team? Karena tim penelitian kami ini meneliti tentang jamur Angkak yang mempunyai nama ilmiah Monascus purpureus. Selama kurang lebih 5 bulan itu,si jamur Mon2 ini menjadi makhluk yang paling kami sayangi, kami cintai,dan kami perhatikan setiap waktu (*nampak lebay, hehe). Kalau si mon2 itu bisa bicara, pasti dia akan bangga karena dimanja tiap hari, dipresentasikan di depan juri2 terhormat dan dibawa-bawa di event nasional.
Maka tak sia-sia hari-hari yang kami lewatkan bersama itu. Di tengah segala kesibukan Ka Hegar bersama Uta dan Ipin yang menyambi meneliti sesuatu yang lain yang tak kalah rumit yaitu tentang Centella asiatica untuk terapi pasca stroke—kemudian kami mulai memaklumi dan menjadikan si Centella asiatica itu sebagai saudara Mon2. Di tengah kesibukan Teh Nadia dengan Tugas Akhirnya, Teh Nadia menjadi ibunda ketua tim ini yang sabar banget tiada tara. Kemudian Lala dengan segala praktikum dan tugas asistensinya sekaligus amanah2 organisasinya yang sholehah banget, Dewdew dengan roadshow nya (lho?), maksudnya dengan kerjaan dia sebagai presenter dan penyiar dan wakil direktur sebuah radio kampus sekaligus tim inti kaderisasi suatu himpunan (hmm.. ajaib banget ni anak). Aku? Apa ya.. dungdung sebenernya, hehe,tapi gini-gini aku pun berkontribusi juga dalam kerjaan-kerjaan ini, membersamai aktivitasku sebagai kabid keprofesian di himpunan yang sama dengan Dewdew dan dalam ikhtiar seleksi student exchange ke Jepang.
Merawat mon2 ini memang butuh kesabaran dan ketekunan yang ekstra! Huhf.. kadang sempat terjadi pertengkaran batin ketika kami-kami sedang sibuk dengan dunia kami sendiri, mon2 pun tersudut sendirian karena kami saling menunjuk “kamu saja yang ngurusin!”. Kemudian Lala pun dengan ikhlas mengendarai motor jihadnya kesana kemari membelikan mon2 makanan, sebuah substrat, yang sederhana. Dewdew dengan tulus menimbang-nimbang bahan dengan timbangan yang rada2 bandel, aku sambil bernyanyi mencuci-cuci cawan petri yang sangat banyak, tempat hidup mon2. Dan Teh Nadia dengan senang hati kesana kemari membeli alat-alat yang diperlukan, serta mencari pinjaman cawan-cawan petri tambahan, dan Ka Hegar pun setia meng-autoklaf dan berjaga dengan tegar hingga malam hari ketika kami-kami pulang. Mon2 pun kembali senang diperhatikan kembali.
Seberapa pentingkah si mon2 itu hingga kami mati-matian menyempatkan diri mengurusnya (more…)
7 comments September 15, 2009
