Jangan takut gagal 

Kamulah api semangatku. Ketika banyak orang menganggap Nokia terlalu terlena dengan kesuksesan hingga lupa inovasi produk, Yahoo tumbang karena gak menyediakan produk yang lebih friendly, dan banyak orang yang pesimis duluan, takut gagal karena melihat raksasa tumbang. Mereka hanya komentar, bicara tentang kegagalan, tapi kamu malah bilang, ya mending dia tumbang udah jadi raksasa, udah kaya raya, udah pernah jadi Milyuner yang aset nya udah gak karu2an, Lha kamu? Masak belum apa2 udah mundur ?? Pasang kacamata kuda, go ahead for your next plan, eksekusi aja sesuai SOP kita selama ini, jangan takut mencoba, daripada nanti kamu udah tua jadi nenek2 ntar nyesel, dulu kenapa pas masih muda gak aku lakukan ide ku ini (nah lho). Menjalani hari2 bersamamu memang selalu bikin semangat. Lalu tiba2, angin segar dari sinyal sinyal 3G yang mulai menyusup desa terpencil di Ngawi sini adalah telpon dari FB Singapore ūüėć dia sangat terkesan dengan bisnis kami dan dia mewakili Facebook Official akan mensupport kami habis2an, yeahhh. Can’t wait for our next project darling! Sekarang hirup udara segar Ngawi dulu sebanyak2nya ūüė¨

Bukan tentang Informasi

Sudah tahun 2017. dan apakah kita sudah move on?

Move on dari pemikiran konvensional, bahwa earn money itu harus 8 to 5, berdarah-darah , bermacet-macetan. Itu semua gak salah, tapi mari diluruskan bahwa Mind Set nya adalah ketekunan dalam kerja keras itu, bukan seberapa lamanya kamu bekerja. iya sih.. kelihatannya di depan laptop.. tapi ternyata nggak produktif kerjaannya. Banyak sosmed-ing, too many distraction bikin kerjaan gak kelar2.

Stay focus, and know what your priority. Iya sih banyak yang masih berpikir kalo jualan online itu lumayan buat jajan. Hahaha, jaman kapan ituuh, sekarang mah banyaaak yang jualan online tapi omset bulanannya harga mobil. Kuncinya adalah ketekunan: konsisten, dan persisten. Bukan banyaknya informasi yang kamu dapat, tapi seberapa tekun kamu mengolah informasi itu menjadi action dan duit tentu saja.

Move on dari pemikiran konvensional bahwa kerja itu harus sesuai jurusan kuliahnya. Kalo mindset ini benar dalam kehidupan, pastilah aku jadi orang yang sangat menyedihkan. Lulusan farmasi ITB dan Cum Laude tapi ended jadi pedagang :D . Definitely NO yah, kuliah itu untuk membentuk mind set tahan banting, ngetes endurance, laboratorium kehidupan, ngelatih kita sejauh apa daya tahan kamu kalo dikasih tugas segambreng, UTS bab yang belom diajarin, laporan praktikum, deadline lomba karya ilmiah, tugas lab lomba PKM, kerjaan himpunan, pengajian kampus, dst dst. Learn the process, dan tekuni apa yang kamu suka, and you can be anything you want, itu prinsipku. Dan di dunia maya ini banyak banget source kuliah yang bisa membuat kamu jadi apa saja.

Choose what you want to learn, and do it now. Di dunia ini banyak banget orang yang ngaku sibuk, tapi sibuknya gak produktif. Yah aku juga pernah sih, biasanya daripada gak produktif gitu saya mending nonton drama korea, sekalian ajah :D. Sometime we need to refresh our mind, karena mood itu cycling, bersiklus, gak bisa dipaksa kerja terus. Idenya adalah bagaimana membuat ritme siklus mood yang indah tapi terus berkesinambungan ke silkus selanjutnya. Kerja terus2an jangan, Leyeh-leyeh terus2an juga jangan.  Sehingga kerjaan kamu terselesaikan perfectly, dan anak-anak bahagia. Karena seorang emak yang punya waktu untuk selalu mengembangkan potensinya, dan bisa escape refreshing sejenak dengan nonton drama korea :D, balancing those to terkadang bisa menstabilkan emosi dan menurunkan level kegalakan ^_^ hihihi

Yang terakhir berdoa. Minta sama yang punya waktu agar kita bisa memanfaatkan waktu 24 jam yang sama jatahnya ini, dengan sebaik-baiknya. Baca AlQuran pelan-pelan bisa jadi relaksasi time. Jatah waktu semua orang sama, tergantung kamu mau jadi apa? Life is.. bukan tentang seberapa banyak informasi yang kamu dapat, tapi seberapa tekun kamu mengeksekusi ide2 brilian sekarang, tanpa tapi-tapi.

Tiba-tiba aku merasa tua

Dan aku masih belajar terus menjadi boss yang baik.

Kalo dipikir-pikir emang semakin tua (Oh no ) emosi jiwa ku mulai terkontrol, panikan sih masih, tapi meledak- ledak sudah jarang. Layaknya mercon yang terendam air es ( apa pula -_-“)

Anyway anyhow. 2 bulan terakhir ini kalo dipikir-pikir emang rada ngeri. 2 orang Employees keluar dari perusahaanku (gudang keleus) dalam 2 bulan berturut-turut. Yang pertama mengundurkan diri sih.. yang kedua beneran aku fired..

Sempat panik, stress, diare, dan galau suralau. Detik-detik sebelum pemanggilan,  aku keringat dingin mules ndredeg gak karuan. Ndremimil berdzikir banyak-banyak. Berat tau. Tapi Alhamdulillah akhirnya aku bisa juga making this kind of decisions. And it well said. Semoga ini win-win solution. Pun pastinya ada hikmah dan lesson learned yang banyak dari semua ini. Agar perusahaanku growing bigger and bigger nicely.

Udah. Cuma pengen nulis itu aja karena hari ini 31 Juli 2015 pengalaman pertamaku nge-fired karyawan yang berulah. Mungkin perlu dicatat di blog buat sejarah kenang-kenangan.

Sebuah Api di Dunia yang Biasa

Aku hanya manusia biasa. Yang gigih ketika aku ingin. Yang punya rasa ingin tahu yang membuncah. Yang penasaran dan ingin mencoba sampai bisa. Sampai dapat nilai A+. Sampai aku puas menyaksikan kemenanganku. Aku pemilik semangat berapi2. Aku penemu ide kreatif dan abstrak. Ngeyel iya. Seringnya keras kepala. Pejuang tangguh pasti.

Namun sayangnya ini pun hanya dunia biasa. Terkadang manusia seperti aku ini dianggap berbahaya. Api semangat ku yang berkobar, dengan berbinar Рbinar kuimpikan menghasilkan mesin uap, terkadang bisa  padam sekaligus oleh orang-orang dekat. Karena mereka takut kebakaran. Mereka khawatir kebakaran yang membinasakan. Tanpa menyadari bahwa setiap hari mereka makan nasi yang matang karena api.

api semangat

Dan jujur, yang kurasakan ketika semangat belajar dipadamkan itu rasanya S A K I T. Sungguh.

Maka kepada anak-anakku, aku lah yang pertama kali akan mendukung kalian, ketika kalian gigih belajar, ketika kalian berbinar-binar, ketika kalian berapi-api, ketika kalian melompat tinggi, ketika kalian berlari kencang.

Ingatkah kalian belepotan nasi berceceran ketika belajar makan? Ingatkah buku-buku robek berhamburan aku relakan karena kalian penasaran? Ingatkah kalian jatuh berkali – kali, benjol berkali – kali ketika belajar berjalan berlari? Karena kalian memang harus terus berlari. Kalian pemberani. Dan kalian benar.

Karena aku yakin kalian pasti setuju akan satu hal,  satu hal yang harus kalian ingat seumur hidup : Everything is Learnable. E V E R Y T H I N G !

OTW to School

(Postingan lama yang teronggok di notes lupa belom diposting wkwkkwk)

Ketika Aldine berangkat sekolah naik angkot selalu aja ada pertanyaan2 yang gemesin. Di angkot kami bersama2 dengan anak SD yang menggendong tas sendiri dan bayar angkot sendiri. Dan Aldine bilang
“Aldine kalo udah besar bayar angkot sendiri ya? ”
“Iyaa.., pintar ya bayar sendiri ya”
Nyampe sekolah dia melihat kucing gendut dan anaknya yang masih kecil. Langsung tertawa dong !
“Wahahaha itu bundanya kucing bunda.., dia mengantar anaknya kucing sekolah ya? Bundanya kucing menunggu di taman ya”
Buset dan aku ga kepikiran dong, mau ketawa kok ya nggak tega mukanya Aldine antusias banget. Kujawab,
“Iyaaa, sama ya! Kayak Aldine diantar sama bunda ya”.
***
Memang di sekolah Aldine banyak banget hewan2 yang jarang dilihat Aldine di rumah. Kumbang, kaki seribu, cangcorang, serangga orange (yang aku kira itu Bapak Pucung), kambing, kelinci, kuda, kucing pun beranak pinak banyak sekali di sekolah. Para guru pun mengajarkan bahwa kita harus sayang pada binatang. Anak2 yang takut kucing diajarin ngelus2 kucing lalu setelah itu cuci tangan.
***
Di angkot pulang, angkotnya sepi. Penumpang hanya aku dan Aldine. Tiba2 Aldine kaget “Bunda apa itu ? Apa itu?” Sambil nunjuk2 sesuatu di bawah jok paling ujung. “Kecoa Aldine!¬† Itu kecoa!” Jawabku. Tertawalah dia,¬†
“Wahahaha kecoa nya juga sekolah ya bunda! Hahaha ” dan aku bingung mau menjawab apa. Kami hanya tertawa. Menertawakan kecoa yang berangkat sekolah naik angkot. Mungkin karena menurut dia banyak hewan di sekolah, it means hewan2 itu juga sekolah. Kucing sekolah, kambing sekolah, kecoa di angkot pun dikira mau berangkat sekolah. Ehehe.