Tiba-tiba aku merasa tua

Dan aku masih belajar terus menjadi boss yang baik.

Kalo dipikir-pikir emang semakin tua (Oh no ) emosi jiwa ku mulai terkontrol, panikan sih masih, tapi meledak- ledak sudah jarang. Layaknya mercon yang terendam air es ( apa pula -_-“)

Anyway anyhow. 2 bulan terakhir ini kalo dipikir-pikir emang rada ngeri. 2 orang Employees keluar dari perusahaanku (gudang keleus) dalam 2 bulan berturut-turut. Yang pertama mengundurkan diri sih.. yang kedua beneran aku fired..

Sempat panik, stress, diare, dan galau suralau. Detik-detik sebelum pemanggilan,  aku keringat dingin mules ndredeg gak karuan. Ndremimil berdzikir banyak-banyak. Berat tau. Tapi Alhamdulillah akhirnya aku bisa juga making this kind of decisions. And it well said. Semoga ini win-win solution. Pun pastinya ada hikmah dan lesson learned yang banyak dari semua ini. Agar perusahaanku growing bigger and bigger nicely.

Udah. Cuma pengen nulis itu aja karena hari ini 31 Juli 2015 pengalaman pertamaku nge-fired karyawan yang berulah. Mungkin perlu dicatat di blog buat sejarah kenang-kenangan.

Sebuah Api di Dunia yang Biasa

Aku hanya manusia biasa. Yang gigih ketika aku ingin. Yang punya rasa ingin tahu yang membuncah. Yang penasaran dan ingin mencoba sampai bisa. Sampai dapat nilai A+. Sampai aku puas menyaksikan kemenanganku. Aku pemilik semangat berapi2. Aku penemu ide kreatif dan abstrak. Ngeyel iya. Seringnya keras kepala. Pejuang tangguh pasti.

Namun sayangnya ini pun hanya dunia biasa. Terkadang manusia seperti aku ini dianggap berbahaya. Api semangat ku yang berkobar, dengan berbinar – binar kuimpikan menghasilkan mesin uap, terkadang bisa  padam sekaligus oleh orang-orang dekat. Karena mereka takut kebakaran. Mereka khawatir kebakaran yang membinasakan. Tanpa menyadari bahwa setiap hari mereka makan nasi yang matang karena api.

api semangat

Dan jujur, yang kurasakan ketika semangat belajar dipadamkan itu rasanya S A K I T. Sungguh.

Maka kepada anak-anakku, aku lah yang pertama kali akan mendukung kalian, ketika kalian gigih belajar, ketika kalian berbinar-binar, ketika kalian berapi-api, ketika kalian melompat tinggi, ketika kalian berlari kencang.

Ingatkah kalian belepotan nasi berceceran ketika belajar makan? Ingatkah buku-buku robek berhamburan aku relakan karena kalian penasaran? Ingatkah kalian jatuh berkali – kali, benjol berkali – kali ketika belajar berjalan berlari? Karena kalian memang harus terus berlari. Kalian pemberani. Dan kalian benar.

Karena aku yakin kalian pasti setuju akan satu hal,  satu hal yang harus kalian ingat seumur hidup : Everything is Learnable. E V E R Y T H I N G !

OTW to School

(Postingan lama yang teronggok di notes lupa belom diposting wkwkkwk)

Ketika Aldine berangkat sekolah naik angkot selalu aja ada pertanyaan2 yang gemesin. Di angkot kami bersama2 dengan anak SD yang menggendong tas sendiri dan bayar angkot sendiri. Dan Aldine bilang
“Aldine kalo udah besar bayar angkot sendiri ya? ”
“Iyaa.., pintar ya bayar sendiri ya”
Nyampe sekolah dia melihat kucing gendut dan anaknya yang masih kecil. Langsung tertawa dong !
“Wahahaha itu bundanya kucing bunda.., dia mengantar anaknya kucing sekolah ya? Bundanya kucing menunggu di taman ya”
Buset dan aku ga kepikiran dong, mau ketawa kok ya nggak tega mukanya Aldine antusias banget. Kujawab,
“Iyaaa, sama ya! Kayak Aldine diantar sama bunda ya”.
***
Memang di sekolah Aldine banyak banget hewan2 yang jarang dilihat Aldine di rumah. Kumbang, kaki seribu, cangcorang, serangga orange (yang aku kira itu Bapak Pucung), kambing, kelinci, kuda, kucing pun beranak pinak banyak sekali di sekolah. Para guru pun mengajarkan bahwa kita harus sayang pada binatang. Anak2 yang takut kucing diajarin ngelus2 kucing lalu setelah itu cuci tangan.
***
Di angkot pulang, angkotnya sepi. Penumpang hanya aku dan Aldine. Tiba2 Aldine kaget “Bunda apa itu ? Apa itu?” Sambil nunjuk2 sesuatu di bawah jok paling ujung. “Kecoa Aldine!  Itu kecoa!” Jawabku. Tertawalah dia, 
“Wahahaha kecoa nya juga sekolah ya bunda! Hahaha ” dan aku bingung mau menjawab apa. Kami hanya tertawa. Menertawakan kecoa yang berangkat sekolah naik angkot. Mungkin karena menurut dia banyak hewan di sekolah, it means hewan2 itu juga sekolah. Kucing sekolah, kambing sekolah, kecoa di angkot pun dikira mau berangkat sekolah. Ehehe.

New Year Flash Notes

Alhamdulillah

Keluarga :

Fafa, Tusy,  Aldine, Taqi

Harmonis, saling mencintai,  dan unyu2

Kesehatan :

Sehat tapi masih kurang olahraga. Pola makan sudah lumayan sehat.

Ruhani :

Sholat berjamaah di masjid minimal 2x sehari terlaksana. Mengaji tilawah masih keteteran. Sedekah alhamdulillah rutin.

Bisnis :

Dagangan lancar meski sempat mengalami masa kritis

Overall target omset 2014 tercapai 96.6%

Employees kami pun ikut bahagia

Taqi :

Mulai bisa ngikutin mas nya, niru2 belajar, teriak2 histeris sambil nunjuk something excited, giginya tumbuh 2, titah2 pake 1 tangan, udah bisa jalan jauh selama tangannya pegangan pagar depan rumah. Super lucu sekali.

Aldine :

Makin pintar attitude nya, minta maaf,  terima kasih, berbagi sama adik, meski seringnya masih ngajak berantem. Suka baca buku, bikin mainan, dan baru aja tadi malam bikin kue seneng banget.

Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas nikmat dan karunia selama 2014 ini. Jadikan kami pribadi yang jauh lebih hebat, baik hati, dan bahagia jiwa & raga di 2015 nanti. Amin

Little notes for 2015 :

Omset naiiiiikkk eksponensial wohoho amiin.

Bisa nyetir mobil dengan tenang tanpa trauma.

Penerima beasiswa HF Foundation  makin nambah banyak.

Selanjutnya, melanjutkan resolusi 2014 yang belum terlaksana hehehehe.

Bunda, Aldin mau sekolah sendiri yaa

Pagi2 kami harus berangkat sekolah naik angkot. Aldin sekarang siswa kelas playgroup A, sekolahnya 2x seminggu. Aku bersiap pakai kerudung. Aldin nungguin penjual roti lewat, buat bekal snacking at school. Peraturan sekolah memang, Snack nya harus roti atau buah. Hehe, dalam hati aku rada2 malu sih, snacking selama ini MSG-an semua.

Sabar menunggu angkot, sesekali angkotnya penuh anak sekolah. Aldin melihat anak2 berangkat sekolah naik angkot, penuh semangat. Alhamdulillah akhirnya ada angkot di ujung jalan, Aldin melambaikan tangan. Di dalam angkot seperti biasa, Aldin excited banget lihat truk yang melintas.

Nyampe sekolah masih kepagian, 35 menit sebelum bel masuk. “Bunda, kita maem roti dulu yuk”. Dan seru sekali Aldin melihat anak2 SD bermain bola, ada yang lari2, tergesa menenteng tas karena sebentar lagi anak SD masuk. Ada yang tarik-tarikan “ayooo buruan ekskul tahfidz” sementara yang ditarik ogah2an ngemut es sambil menggiring bola. Aldin tertawa, ngunyah roti memperhatikan kakak2 SD itu. Lari2, ngobrol, main pasir, prosotan, sangat ramai. Kemudian, kalimat yang mengharukan pun keluar dari mulutnya :
“Bunda, Aldin mau sekolah sendiri yaa”
Hwaaa huhuhuhu kalo ga ada banyak anak dan para guru yang nyiapin outbond pasti air mataku udah berlinang. Terharu. Aldin 2 tahun 9 bulan. Mau sekolah sendiri.

Terakhir konsultasi raport semester lalu Aldin dinilai bagus semua perkembangan nya, kecuali saat pisah sama orangtua saat mengantar sekolah. Karena biasanya Aldin masih nangis kalau aku pamiti di depan ibu guru. But today is really his precious day. T_T punya anak tu ternyata mengharukan.

Aku sekarang mau ke pasar, beli kabocha  (labu jepang) buat MPASI Taqi. Anak2 berlarian bel tanda masuk berbunyi. Bergegas, berlari. Ada yang teriak : di rumah aku punya 15 permen lolipop yeayy!  Hehe. Sangat anak-anak.

Sekolah Alam Bintaro, 6 November 2014.