Masih tentang Kuliah Mr. Arnold

Pada sesi selanjutnya, pakde Arnold dari Belanda ini menjelaskan tentang cara pembuatan ANTIBIOTIK ,nama kerennya “Advanced B-lactam Antibiotics”, sudah bisa ditebak ya, ini pasti sejenis penisilin. Ternyata bikin antibiotik tu gak cuma numbuhin si Penicillum chrysogenum trus memanen antibiotik yang disekresikannya gitu thok! Seperti bayanganku dulu. Kalau kaya gitu, mungkin P.chrysogenum satu lab cuma bisa menghasilkan penicillin satu tetes. Namun ternyata para Biotech-Researcher itu memandang seekor Penicillum chrysogenum (emang dia punya ekor?), sebiji fanjai (baca: fungi) itu sebagai suatu pabrik, serius, benar-benar pabrik.

Jadi begini, di dalam sel P.chrysogenum itu terdapat suatu organel bernama microbody, suatu ruangan yang mempunyai pH optimum untuk sisntesis suatu zat kimia yang nantinya kita sebut antibiotik itu. Pak Arnold dkk berhasil membuktikan bahwa jumlah antibiotik yang dihasilkan berbanding lurus dengan jumlah microbody yang ada dalam sel P.chrysogenum tersebut. Maka, gen dari p.chrysogenum yang masih polos itu dimodifikasi dengan penambahan gen PEX11p, dan hasilnya adalah sel-sel P.chrysogenum yang memiliki microbody yang jauh lebih besar dan lebih banyak. Dari sini dihasilkan peningkatan produksi antibiotik dari 0,97 g/L menjadi 2,04 g/L.

Belum selesai sampai di situ, yang disekresikan itu bukanlah suatu antibiotik yang sudah advance (Ad 6-Apa), harus direaksikan dengan enzim tertentu dulu agar menjadi zat kimia lain ( Ad-7ADCA), lalu Ad 7-ADCA ini baru akan dihidrolisis membentuk advanced penicillin. Karena penggunaan enzim tersebut menyebabkan adanya resiko toksik, dan selain itu selektifitas enzim terhadap Ad G-Apa sangat rendah, maka rekayasa pun kembali dijalankan. Si P.chrysogenum ini dimasukin gen Acremonium chrysogenum cef EF yang pada akhirnya menghasilkan suatu enzim yang disebut expandase yang mengconvert Ad 6-Apa menjadi Ad 7-ADCA kemudian dengan enzim hydroxylase yang juga dihasilkan olehnya, Ad 7-ADCA ini dihidrolisis menjadi penicillin. Nah penicillin yang dihasilkan di sini lebih bayak karena proses converting enzime nya efektif dan lebih non-toxic karena reaksi berjalan secara alami dalam sel P.chrysogenum tersebut.

Selesai?

Beluuumm…

Pak Arnold dkk ini masih menambahkan gen Acremonium chrysogenum cef-T untuk menghasilkan protein transporter pada sel P.chrysogenum. Nah dengan adanya banyak protein transporter tersebut, sekresi penicillin keluar sel menjadi sangat berlipat ganda. (kalo dibayangin jahat juga sih, kaya ban sepeda yang dibolongin sana-sini, lha kan udaranya keluar semua).

Satu lagi gen yang di-insersikan juga yaitu dari Streptomyces clavuligans cmcH yang mampu menghasilkan enzim carbonyltransferase, tapi kerja enzimnya di sebelah mana aku kurang tau, (mungkin karena aku terlewat dalam memperhatikan jadinya ga nyangkut).

Keren ya?!!

Suatu saat aku ingin melakukan penelitian seperti itu di Indonesia, dan saat itu mungkin aku telah mempunyai research center di sini (amin..). Lalu dengan research center ku nanti akan dihasilkan terobosan-terobosan baru, penelitian-penelitian baru dan produk-produk baru yang menyelamatkan dunia. Mungkin berupa antibiotik, atau vaksin. Mungkin terutama untuk para penderita TBC yang semakin terabaikan, riset-riset di dunia ini kan kata Bu Marlia lebih fokus pada penyakit-penyakit baru, penyakit-penyakit orang kaya, penyakit-penyakit orang eropa (ya gak bisa disalahin juga sih, lha wong mereka juga orang eropa yang lebih berada), sehingga penelitian untuk penyakit-penyakit orang miskin pun tak tercover, mungkin praktisnya mereka berpkir buat apa bikin vaksin buat TBC(misalnya)? Toh kalau vaksinnya jadi, mereka tidak sanggup membelinya (karena mayoritas penderita TBC adalah orang miskin yang buat makan aja susah, apalagi buat berobat). Maka mungkin nanti untuk mewujudkannya aku harus menjalin kerjasama dengan pemerintah, tapi jika susah juga, mungkin lebih baik diwujudkan melalui yayasan sosial non-profit saja.

Wallahualam bisshawab

Bermimpi kan gratis, knapa harus takut? Ya gak?! Hehehe

Yang penting mulai sekarang aku harus berdoa, berlari, berikhtiar, mengejar impianku. Suatu saat pasti aku akan bisa menggapainya, menjadi seorang ahli bioteknologi farmasi terbaik pada masaku suatu saat nanti. I just believe, I can do this!

3 responses to “Masih tentang Kuliah Mr. Arnold

  1. ok,,,ok,,,dah, aku akan sepenuhnya mendukung usaha fafa dalam rangka menjadi peneliti Indonesia…

    ramaikan penelitian-penelitian Indonesia dengan karya-karya nyata anak bangsa…

  2. pr mikir yo …
    nok pertanian ono istilah ZPT (zat pengatur tumbuh) atau biasa dikenal Gibberelin Acid .. GA-3 ..GA-5 .. GA-7 … merk di pasar Super Gibb made USA .. harga 12-17 rb u/ tablet (5 grm).. content GA-3 hanya 20%.
    ini kelompok hormon tumbuh / enzim …. tentunya ada asalnya pasti dari tanaman juga .. saking hebatnya obat ini efek dari penyemprotan terhadp tanaman yg tiba-2 langsung berubah panjang …. dia disebut OBAT MODOT …
    ada arahan dari seorang prof. genetika … ambil aja dari tanman yg suka menjalar ..kangkung.. sembuan .. dll asal menjalar…yg punya sifat modot tadi.
    pr nya … gimana untuk ngambilnya si enzim itu …. tentunya harus ada penjaganya (carier) biar si enzim tadi tidak rusak …nurut informasi angin …ada protein dari susu … madu dlll aku gak ngerti…
    so … gimana dengan impian 1 gram 12.000,- ha ha ha>>>>> 12 jt / lt ha haha pantes kan u/ dipikir. kayaknya sama deh perlakuan dari si pinicylin tadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s