Biochemistry of Vampire

Aku baru tau, ternyata ada suatu penyakit yang menyebabkan seseorang berubah menjadi vampir! Begitulah, barusan aku membacanya di buku Biochemistry punya temen.

Jadi begini ceritanya, ada suatu penyakit genetik yang disebut porphyria. Penyakit ini disebabkan oleh adanya ketidaksempurnaan dalam jalur biosintesis enzim dari glisin (glycine) menjadi porfirin (porphyrins), precursor spesifik porfirin terakumulasi di eritrosit, cairan tubuh,dan hati. Bentuk yang paling umum dari penyakit tersebut adalah acute intermittent porphyria. Kebanyakan individu yang terserang biasanya heterozigot, dan biasanya tidak menimbulkan gejala spesifik karena satu single copy dari gen normal mampu meyediakan mekanisme biosintesis yang cukup untuk produksi enzim secara normal.

Bagaimanapun juga, suatu kondisi lingkungan tertentu dan asupan nutrisi tertentu (belum terlalu dipahami oleh para ahli) dapat memicu pembentukan δ-aminolevulinate dan porphobilinogen yang menyebabkan gangguan abdominal akut dan disfungsi saraf. Raja George III, seorang Raja Inggris, terserang kegilaan karena penyakit ini sehingga menghancurkan martabatnya sebagai seorang raja.

Salah satu porphyria yang jarang, menghasilkan akumulasi uroporphyrinogen I suatu isomer dari prekursor protoporphyrin. Zat ini menyebabkan urine berwarna merah, membuat gigi sangat mengkilat jika terkena sinar ultraviolet, dan membuat kulit abnormal jika terkena sinar matahari, kebanyakan individu ini anemia karena mengalami gangguan sintesis heme (komposisi hemoglobin). Kondisi genetic inilah yang mengawali adanya mitos tentang vampire.

Jadi sebenarnya vampire itu adalah orang yang kena penyakit, trus membutuhkan banyak darah karena dia sangat anemia (vampire atau dracula?), sehingga dia mengisap darah orang di malam hari karena di siang hari kulitnya mungkin bisa melepuh kena ultraviolet matahari. Tapi kenapa si vampire atau drakula itu ga transfusi darah saja ya? Kan kalo menghisap darah, darahnya masuk saluran pencernaan, ga langsung masuk pembuluh darah. Ga efektif banget kan? (mungkin vampire akan berkata “suka-suka gue dong!”). Kan ga seru juga kalo vampirnya cuma berakting minum obat antianemia.hehe

Saran saya, para pembuat film vampire dan drakula itu mungkin harus belajar biokimia lagi agar filmnya menjadi lebih ilmiah. Hehe. Buruan, sebelum KSM nya dicetak. 14 hari lagi kita kuliah lhow..

3 responses to “Biochemistry of Vampire

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s