Ukhuwah itu jorok

Hehe, senangnya hatiku.

Hari itu aku “Open Together” (Buka Bersama) dengan teman-temanku. Sebuah rumah seorang teteh yang identitasnya sengaja disembunyikan, kami bertekad makan-makan hari itu, melampiaskan segala kelaparan setelah puasa seharian (Biasa aja kale, kaya ga pernah puasa ajah). Satu persatu dia antara kami datang membawa “amunisi” masing-masing. Telah disepakati sebelumnya bahwa amunisi yang kami bawa adalah hasil eksperimen dapur pribadi. Sialnya hari itu aku tidak sempat ke pasar dan berbelanja apalagi memasak, karena ada suatu urusan organisasi di kampus. Detik demi detik pun berlalu dan aku masih bingung hendak membawa apa nanti.

Saat ada acara makan2 sebelumnya, eksperimenku belum pernah mengecewakan. Yeah sebelumnya saat hari ulang tahunku, aku sengaja memasak untuk teman-temanku itu, dan tentu saja aku sangat bahagia melihat mereka mereka bahagia karena masakanku (lebih tepatnya karena makanan gratis mungkin, dasar mahasiswa!). Namun kemungkinan reputasiku sebagai ‘orang yang bisa memasak dengan baik’ akan dipertaruhkan hari ini! Hiks..

Sore hari, selepas agenda melelahkan dan menyenangkan di kampus, aku bergegas pulang untuk mandi dan segera berangkat ke tempat teteh yang identitasnya sengaja disembunyikan itu. Kami diajarkan untuk datang tepat waktu oleh teteh yang identitasnya sengaja disembunyikan itu, tapi kita-kita sih biasanya (hampir pasti) masih telat jugaah. Sampai di kosan, tidak terduga ibu kos memanggilku, seingatku aku memang belum membayar uang listrik bulan ini, tapi ternyata sebuah panggilan lain. Jreng.. Jreng… Whoaa!!! Kiriman dari Ngawi!! Hohoho…paket makanan dari ibuk. Makasi Bundaa… Hiks..Hiks.. aku menatap awan di langit dan membayangkan wajah ibuku, hihhihi, tau aja anaknya lagi butuh makanan, jadi deh, aku bawa kering kentang dan srundeng daging buatan ibuku untuk buka bersama.

Whoa, kita benar2 kaya pesta aja, ada banyak makanan, dan ternyata yang berhasil memasak sendiri hanya satu orang, temanku, sang cewek metalurgi, panggil saja dia Novi, yang sebelumnya tak pernah terlihat antusiasmenya dalam memasak. Dan tentu saja berbagai macam sindiran, ejekan, caci maki, dan ciyee2an mengalir deras menyerangnya..Lantas dia mengaku “Tadi aku bikin oseng kangkungnya terlalu mateng, trus ga aku kasi garem, tapi kecap asin doang, jadi maaf ya kalo rasanya aneh ntar..”.

Adzan magrib pun berkumandang dan kita mulai berbuka, di depan kami ada soto, ayam goreng, kering kentang, bermacam-macam kerupuk, kurma, nangka, minuman markisa, sambel,dan lain-lain. Namun semua mata hanya tertuju pada satu hal : Oseng kangkung buatan Novi yang masihtertutup tupper ware rapat dan digenggam erat-erat. Merasa semua orang mengincar oseng kangkung nya, salah tingkahlah Novi. “Whoi.. jangaan.. gak mau… gak mau…, jangan dicoba dulu, pokoknya aku dulu yang nyoba, ntar kalo rasanya aneh kalian gak usah makan”. Tapi terlambat! Tangan-tangan kami segera menyerbunya bagaikan pasukan pemanah uhud yang berebut harta ghanimah. Krik..Krik.. Novi pun menunggu komentar kami.”Gak enak ya?” tanya-nya memelas.

“Mmm… enak kok” kata Zia

“Enak..enak..enak” kata temanku yang lain

Dan komentar positif dari teman2 lainnya.

“Hhh..Alhamdulillah..” Novi tampak sangat lega sekali.

Hehe berhasil juga eksperimen temanku ini. Lagi asik-asiknya makan tiba-tiba ada ikhwan yang mau lewat, o’ow! Suaminya teteh yang identitasnya sengaja disembunyikan itu,beliau hendak lewat untuk bersholat jamaah di masjid. Whuaa.. padahal kita lagi berantakan banget, ruang tamu jadi kaya kapal pecah yang dihantam meteor trus kena tsunami. Plastik, kresek, tupperware, gelas-gelas bertebaran, tas-tas berserakan, sambel..tidak berceceran sih, masih di plastik, mushaf terkapar dimana-mana, kertas-kertas, pulpen, piring.

“Hhhhssssshh!! Jorooook!” teriak kami dalam hati, tapi diteriakkan juga setelah ikhwan tersebut berlalu.

“Ih, ternyata ukhuwah itu jorok!”

“parah.. jorok banget”

Terserahlah Jorok artinya apa tapi saat ini “jorok” mungkin berarti “kenyang”, “heboh”,”gokil”, “tak beraturan”,“tertawa”, dan “oseng kangkung”, hahaha.

Gak papa lah kawan, meskipun kalian jorok, sesungguhnya aku tetap sayang kalian..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s