Dosen – Dosen Favoritku

Tanpa kusadari ternyata, sejak semester awal aku kuliah di sini, setiap semester berganti,ada saja seorang ibu dosen yang sangat membuatku excited, terkagum-kagum, mengakui jujur dalam hati “gila, keren banget ni dosen..” (red : gila diganti subhanalloh-kataPakUstadz,hehe), membuatku selalu ingin berangkat pagi dan menjadi front sitter, membuatku berusaha mengikuti kuliahnya secara bersungguh-sungguh hingga beranggapan bahwa berkedip saat kuliahnya adalah sebuah penyesalan (lebay), dan semakin membuatku yakin bahwa suatu saat nanti aku akan menjadi dosen juga, yang akan lebih hebat dari mereka. Hehe

837985636l

Baiklah, akan kuberitahukan padamu, siapakah orang-orang itu..

Semester 1&2 (Masa TPB 2006)

Ketika aku masih seperti mahasiswa baru ITB pada umumnya, masih bangga disebut-sebut sebagai mahasiswa Institut Terbaik Bangsa. Aku sangat terpesona dengan kuliah-kuliah beliau, seorang dosen Kimia Dasar, dosen yang membuatku selalu ingin in time for the class dan bersusah-susah mendaki tangga GKU barat yang rumit kala itu menuju 9126. Bu Enny Ratnaningsih. Beliau sangat menyenangkan dalam kuliah, sangat disiplin, selalu tepat waktu, produktif mengadakan riset, tim riset-nya ITB tentang Bio-Fuel dari Jathropa curcas (minyak jarak), a cool mom yang berhasil mendidik anaknya menjadi smart hingga dapet Ganesha Prize (u know, it’s the most spectacular award in ITB, for the most spectacular student, a week-free-wonderful vacation in Holland!) dan dapet beasiswa kuliah di Jepang (mbak elektro itu lho, aduh gw lupa namanya), dan yang paling penting : selalu menginspirasiku dalam setiap kuliahnya. Dan kalau kau tau,hape-nya sangat jadul, hape model gendut-tebal-layarnya hitam putih, dengan ringtone monoponik ‘popeye si pelaut‘, (tapi jangan salah, orang yang menelfonnya adalah orang2 sekaliber menteri RI ). Namun sama sekali tak membuatnya terlihat kuno, tahukah engkau alasannya apa??

Semester 3

Bu Debby S. Retnoningrum. Ini adalah dosen mikrobiologi farmasi. Sebuah mata kuliah yang sangat aku sukai semester itu, hingga aku sangat yakin untuk memutuskan bahwa tingkat 4 nanti aku akan TA di Bioteknologi farmasi dan dosen pembimbingnya adalah bu Debby. Hehehe. Bu Debby ini sangat asyik sekali ketika beliau mengajar, dan sama sekali tidak menoleransi keterlambatan entah 1 detik pun. Tanpa ampun. Di 9012 saat itu, Bu Debby yang menceritakan betapa canggihnya dunia bioteknologi padaku, dan aku semakin terkagum-kagum, hingga masa-masa sebelum ujian aku mengalami fase unstoppable dalam belajar, ini istilahku saja sih. Yaitu fase dimana kau sangat tertarik penuh dengan apa yang kau pelajari, sangat ingin tahu terhadap apa yang kau pahami, dan sangat tak ingin menghentikan apa yang kamu baca seolah-olah textbook itu adalah makanan terlezat di dunia, unstoppable! Hingga kau lupa jam makan dan jam tidur. Benar-benar menyenangkan saat aku mempelajarinya, apalagi ada juga guest lecture juga yang diadakan bu Debby, yang kuliahnya aku ceritakan di tulisan2ku yang sebelumnya. Guest lecture,,dan aku tak pernah absen, mulai dari professor Meinhart dari Muenster Germany, Prof. Arnold, Prof. Bernward Bisping. Bu Debby ini sering sekali keliling dunia, menurutku. Saat kuliah, tidak jarang beliau menceritakan pengalamannya di Amerika, di Inggris, di Belanda, di Jerman, dan laian-lain. Ya ampun.. Subhanalloh lah.

Semester 5

Bu Sasanti Tarini Darijanto. Ini adalah dosen favoritku semester ini! Dosen “teknologi sediaan likuida dan semisolida”. Keren lah! Hingga aku belum bisa mengkalimatkannya dengan kata-kata sekarang .. (halah.. lebay..), hehe tapi serius juga sih. Yang jelas aku sangat senang kalo kuliah dengan bu Sasanti. Hebat.

16 responses to “Dosen – Dosen Favoritku

  1. Asalamualaikum,mb lam kenal MB dr kur dipalembang.-Subhanalloh,ana ndengar cerita2 mb sungguh sangat memotifasi saya dalam kuliah,kayaknya mb orang yang paling ngresepi setiap mata kuliah.GOOD LUCK

  2. Sedikit informasi saja Kalau lupa). Itu puteri ibu Enny Ratnaningsih yang kedua (yang mbak electro itu lho), namanya Karlisa Priandana. Sekarang sedang kuliah di Tokyo Instuite of Technologi, tinggalnya di Tokyo coret (alias sediikt agak pinggir) bersama suaminya (asalnya dari Bogor). Gituu aja, Hatur nuhun.

    • hwaaa.. gawat..ketahuann…..
      hihi…jadi malu
      iya bu pengennya TA sama ibu, tapi nanti kalo dapet beasiswanya saya akan ke jepang..

  3. Duh….Fakria….saya jadi malu dengan HP saya, ga kuat beli black berry…..yang nelfon ga ada yang menteri kok….
    Udah TA sama bu Debby?

    • hehehe, yang jelas cerita2 ibu saat kuliah benar2 menginspirasi bu, maaf ya bu.. diam-diam saya jadi penggemar ibu, hehe
      iya insyaallah TA dengan bu debbi sebagai pembimbing di ITB, tapi TA nya di Jepang , program YSEP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s