“27 is better than 1”

Kalau ada seseorang yang paling sering maen ke kamar kosanku dengan alasan paling syar’i sedunia, maka dialah orangnya.

“Mbak Ria udah sholat belum?, sholat bareng yuk!“

“mmh.. duluan aja deh.. belum mandi..belum makan.. laper..”

“yaah, yaudah deh ditungguin”

“mmh.. tapi nanti aku ga mau jadi imamnya”

“yaudah gapapa..“

“tapi ntar sholatnya di atas aja, ga mau di bawah, dingin..“

“iya.. ”

##

“Mbak Ria.. udah jam 3 nih, ayo sholat tahajud..”

##

“Oiya teh, murojaah yuk“ (Yah, dia lupa untuk tidak memanggilku ‘teh‘, kan aku ndak suka, tapi yasudalahya, lagian sama-sama 89, ga memanggilku mbak juga gpp)

##

“Assalamualaikum..(baru pulang) ada yang belum sholat ga? Sholat bareng yuuk.. ”

##

“Mbak Ria, sholat shubuh bareng yuk..” sambil menarik tanganku, mencoba membangkitkanku dari lelapnya shubuh. Mendesakku habis-habisan hingga aku benar-benar beranjak berwudhu. Baiklah.

##

Subhanallah. Kadang aku kagum padanya, sekaligus iri, malu pada diriku sendiri, malu sama Allah, malu sama ke’fakhria‘an-ku, merasa… ah, entahlah. Merasa bertanya-tanya “ini sebenarnya yang angkatan 2006 mana? Yang 2007 mana?“, merasa ada yang berteriak ,“ga bisa jadi teladan banget si, fah!“, merasa ada yang menyindir, “ parah lu..“ , merasa.. merasa.. dan merasa.. “bertaubatlah fakhria..“

Aku kagum padanya yang punya azzam yang tak pernah rapuh. Seseorang yang mempunyai kesabaran berlapis baja demi mengajakku sholat berjamaah. Kalau ada 10 ajakan sholat berjamaah antara aku dan dia, perbandingan ajakanku dengan ajakannya adalah 1 : 9. Polos banget, lugu, innocent, rela menungguku mencuci baju demi mengajakku sholat berjamaah. Rela menungguku memasak hingga makan malam demi murojaah bareng (karena kebetulan juz yang kita hafalkan sama), seseorang yang suka curhat dan tertawa-tawa dengan polosnya, seseorang yang bercerita tentang hadis arbain dan hikmah yang ditemukannya, seseorang yang memberiku obat saat aku benar-benar lemas (padahal aku anak farmasi dan dia anak mesin), seseorang yang minta file murattal Al Baqarah pagi-pagi padahal aku kuliah farmakologi jam 7 dan hampir terlambat (hff..), menggemaskan!

Ya Allah, terima kasih telah memperkenalkanku dengan seseorang yang menaikkan kurva-ku kembali ketika aku futur. Terima kasih telah memberiku energi untuk kembali berlari menuju-Mu.

“Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan- perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat Allah. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan” (QS Hud : 114-115).

It’s nice to know that u very care for me.. to be my “27 is better than 1” reminder, J. A million thanks to you: Layyina Soraya, Teknik Mesin 2007. Kalau aku punya adik perempuan, sepertinya aku akan senang punya adik sepertimu.Hehe. Jazakillah Khoiron Katsir..

6 responses to ““27 is better than 1”

  1. Membaca blog Mba Ria tentang Aya membuatku sadar, ternyata ada orang yang memperhatikan Aya begitu dalam seperti Mba Ria. Aku ga nyangka akan begini isinya dan itu membuatku terharu dan menangis ketika membacanya. Terima kasih Mba Ria sudah meluangkan waktu untuk menulis tentang Aya. Semoga kita bisa bekerjasama dalam berdakwah di kosan. Kita buat penghuni kosan kita islami, kita beramal jama’i. Dan itu bisa dimulai dengan shalat berjamaah di awal waktu, agar kita tidak menyepelekan amalan yang berpengaruh pada diri kita dalam berdakwah di kampus.
    Wassalam.

  2. Hehe, mengharukan..
    mm.. entahlah Aya..
    kadang memang begitu, tak bisa mengatakan sesuatu yang kurasakan, jadi hanya mampu menuliskannya.
    Anyway, Thank you so much

  3. wow…
    apa setiap akhawat begitu y?
    silent di permukaan, namun bergemuruh di pedalaman (halah…)
    tapi, rasanya tidak untuk komentator sebelum saya… (peace..!!!)

    tapi
    cukup menyentuh naluri keikhwanan ku…
    eh, ke-irfanan-ku… (nyontek dari tulisan yg nulis)

  4. # fathoni
    eh, pake baju yang bener napa? fotonya norak ah..! btw, smoga cepat sembuh,, lain kali hati2 di jalan yak! smangat bro, Netherland wait 4u.

    # Mbak Wina
    hehehehe, knapa mbak? pngen dipanggil “mbak” ya? habis aku suka dipanggil mbak daripada teh (emangnya aku teh tubruk? teh celup?atau teh botol sosro?) hehe

    # Kak Irfan
    Yaa.. gini2 kan gw juga akhwat, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s