Gaza dan Ikatan Hidrogen

Hape-ku berbunyi berkali-kali tadi malam, sms yang mirip-mirip, intinya :

“Gaza diserang Israel ! 200 orang syahid, dan dunia diam”

Lebih dari 200 pesawat tempur F 16 Israel meraung-raung di atas langit Gaza . Mereka melancarkan serangan besar-besaran, membunuh warga Palestina tak berdosa. Lebih dari 50 titik serangan Israel kemarin bergema di seluruh Gaza . Kondisi ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik di Gaza akibat blockade serta habisnya obat-obatan di sejumlah rumah sakit, mengakibatkan jumlah korban yang jatuh lebih banyak.

Departemen kesehatan Palestina menyebutkan, lebih dari 271 warga meninggal dan 750 lainya luka-luka. 200 diantaranya luka parah. Mereka terdiri dari anak-anak dan wanita. Kemungkinan korban akan terus bertambah. Jumlahnya bisa mencapai 350 orang. (infopalestina.com)

Miris, mataku hanya bisa terpejam, menarik napas, dan berdoa lirih..Ya Allah,,

Allahummanshurna mujahidiina fi Filistin, fi Gaza, fi kullimakan, Ya Allah.. Tsabbit aqdamahum wanshurna alal kuffar..

korban-gaza

###

“Jika mereka condong pada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana“ (Al Anfaal : 61)

“Jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan ) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana”. (Al Anfaal : 62-63)

Sesungguhnya Allah mempersatukan hati-hati orang mukmin, lintas benua, lintas negara, lintas dimensi waktu. Resonansi keterikatan hati yang berlandaskan akidah Islamiyah. Karena mustahil hati yang saling berjauhan dan watak yang berbeda-beda ini bisa bersatu, berbaris rapat, bersaudara, saling mencintai, dan berlemah lembut. Satu-satunya yang mampu mengikatnya adalah akidah Islamiyah.

Dan sesungguhnya akidah ini ajaib! Ketika telah meresap di hati, ia akan menjadikan hati itu penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang sesamanya, yang keras menjadi lunak, yang kasar menjadi lembut, yang kering menjadi basah, berjalin berkelindan di antara sesamanya dengan jalinan yang kokoh, dalam, dan lemah lembut. Tiba-tiba pandangan mata, pendengaran, pembicaraan, dan gerakan anggota badan, serta getaran hati menjadi sebuah simfoni yang penuh nuansa saling pengertian, saling menyayangi, saling setia, bantu-membantu, perasaan senyawa sehati, penderitaanmu adalah penderitaanku. Keajaiban yang tak terketahui siapapun kecuali Yang Maha Pencipta Keajaiban itu sendiri.

Akidah ini menyeru manusia dengan seruan cinta karena Allah, memetik senarnya dengan nyanyian ketulusan dan keikhlasan untuk sebuah ketakwaan kepada Allah. Apabila hati-hati ini bersatu memenuhi seruan akidah ini, maka terjadilah kekuatan yang sangat luar biasa atas kehendak Allah.

Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan nabi dan bukan syuhada. Akan tetapi, para nabi dan syudaha cemburu kepada mereka pada hari kiamat nanti karena kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka. Para sahabat bertanya, ‘wahai Rasulullah, tolong beritahukan kami siapakan mereka itu?’ beliau mejawab ‘mereka itu adalah kaum yang saling mencintai karena rahmat Allah, bukan karena hubungan kekeluargaan, dan bukan karena saling memberikan harta. Demi Allah, wajah mereka pada hari itu bersinar cemerlang dan mereka di atas cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika manusia lain sedang ketakutan, dan mereka tidak bersedih ketika manusia lain bersedih’”. (HR. Abu Dawud)

Maka sebuah perenungan untuk diri saya sendiri. Apakah yang sedang terjadi di belahan Gaza sana disebabkan ketakterikatan hati-hati orang mukmin? Penindasan yang tak juga meresonansi kepada hati-hati mukmin sedunia, namun justru diperparah dengan perpecahan, ketidakbersatuan, bahkan pengkhianatan oleh orang mukmin sendiri di atas penindasan pada orang mukmin yang lain (baca: pangkalan perang Israel-Amerika di Arab Saudi, Pembatasan wilayah untuk ‘pengungsi Palestina’ di Mesir).

Padahal Allah akan, sedang, atau telah mengikatkan hati-hati orang mukmin—Hati-hati yang ketika terikat maka ia akan mengujam ke bumi dengan kekuatan kasih sayang pada saudaranya sesama mukmin. Mungkinkah hati-hati ini kurang layak disebut mukmin, sehingga tak layak untuk diikatkan satu sama lain? Untuk membentuk ikatan yang bersatu berkelindan menjadi poros kekuatan muslim sedunia. Atau mungkinkah hati ini terlalu bebal dan kotor hingga tak mampu terjangkau kesucian ikatan-ikatan itu?

Dan bisa jadi kezhaliman yang dialami saudara-saudara kita di Gaza ini merupakan azab disebabkan oleh kelalaian kita, karena bukankah mukmin itu telah diibaratkan sebagai satu tubuh? Bahkan hati-hati orang mukmin terikat satu sama lain. Bisa jadi kemaksiatan yang kita lakukan di sini, mendatangkan azab pada bagian tubuh kita yang lain, di belahan Gaza sana. Bisa jadi kemaksiatan yang kita lakukan membuat hati kita kotor dan semakin mencegah keberikatannya hati-hati itu, lantas mencegah bersatunya hati-hati mukmin sedunia.

anak palestinaYa Allah lindungilah saudara-saudara kami, di belahan bumi Gaza. Lindungilah mereka karena bahkan aku—bagian tubuhnya yang berada di sini, tak sanggup sedikitpun melindungi mereka. Ya Allah ikatkanlah hati-hati kami dengan ikatan akidah yang engkau berkahi, yang kokoh tak terkalahkan apapun.

 

#Hipotesa 1 Muharram 1430: Ketika mungkin ikatan hati orang-orang mukmin itu layaknya ikatan hidrogen pada molekul-molekul air, maka semakin banyak ikatannya, semakin susahlah ‘energi panas’ untuk melepaskannya—menghamburkannya menjadi uap-uap udara begitu saja. Karena sesungguhnya kekuatan itu benar-benar berasal dari ikatan antar mereka, bukan dari berat molekul individual saja. >>Maka Muharram 1430 ini merupakan momentum hijrahnya diri menuju kemurnian iman agar kita layak disebut mukmin sehingga layak mendapatkan anugerah ikatan hati yang akan mempersatukan dan menguatkan umat Islam. Allahu Akbar.

One response to “Gaza dan Ikatan Hidrogen

  1. Speechless, nothing that I can do, except just pray… HHhhh, sometime I ask myself, am I moslem? In this side of this world, my brother and sister in Palestine is attacking by Israel???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s