Rihlah di Musim Gugur

Hari ini aku bertemu rekan-rekan muslim dan muslimah Indonesia. Mengesankan..! kangenn.. kangen sholat berjamaah.. kangen di-tausiyah-in.. ujung-ujungnya..kangen nulis pake bahasa Indonesia lagi.

Yup! Hari ini ada acara rihlah ke showa kinen park (kalo gak salah), very nice garden.. with the yellow-orange-red leaves around.. very auntum.

the auntum leaves

Dan yang membuatku lebih terkesan adalah, anak-anak itu. Anak-anak Indonesia—yang mukanya Indonesia banget, yang mereka terlahir, bersekolah, dan tinggal di Jepang. Yang teman-teman sekelasnya jarang punya agama, yang tak ada rohis di sekolah mereka, yang hanya mendengar alquran dari orangtuanya. Kenyataannya adalah : Mereka sanggup menghafal Al Quran!!!!

fakhria itmainatiKalau saja tak banyak ada orang di sana pasti mulutku sudah ternganga lebar.. mendengarkan anak usia SD itu memurojaah surat ke-50 di tengah-tengah acara makan siang Rihlah kami itu. Meskipun dungdungnya adalah, tu anak ga bisa bahasa Indonesia!! Indonesia go de kinai… hehehehehe.. padahal dong muka dia Indonesia banget, ayah ibunya juga Indonesian banget.

But anyway, Subhanallah.. anak itu sungguh menggetarkan hati kami saat itu. Di tengah taman yang hijau,orange, dan merah nya musim gugur.. ketika para Nihon-jin bercengkerama dengan anjing-anjing mereka, ketika para pemuda Jepang bergerombol melingkar bergitar-gitar bernyanyi dan minum beer, ketika daun-daun mulai berubah warna dan berguguran.. Maka anak lelaki bernama Muadz itu memurojaah surat ke 50.. memurojaah beberapa ayat dari 5 juz Al Quran yang telah dihafalnya..

Maka tidaklah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya dan menghiasinya, dan tidak terdapat retak-retak sedikitpun?

Dan bumi yang kami hamparkan dan kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan di atasnya taman-taman yang indah

Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang kembali tunduk kepada Allah..

(QS Qaf: 5-8)

Serasa kena jitak dari langit,

betapa selama ini aku jarang bersyukur dan mengingat-Nya

atas keindahan yang telah kulihat selama ini,

dan malangnya.. kapan ya terakhir aku ngafalin..

Thanks to Muadz yang telah menyadarkanku

6 responses to “Rihlah di Musim Gugur

  1. wedew, kore wa fukai naa (dalem banget nih.. )

    woh, gimana showa kinen kouen? keren kan? favorit gw tu, tapi autumn belom pernah ke sana. Spring ntar lebih keren!

  2. sukhoi…
    hmm, fafah meskipun jauh disana, tetep aja memotivasi kita yang ada disini. kangen,,, :)

    “Dunia adalah Daarul ‘Amal. Akhirat adalah Daarul Jazaa’. Maka, bergeraklah atau istirahat(selamanya…) “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s