Jilbabku Sayang

Menjadi muslimah berjilbab di Jepang ternyata sangat menyenangkan! Hehehehe.. Aku telah merasakannya, ada beberapa kasus yang membuatku terharu, tertawa, dan bersyukur melihat reaksi para orang-orang Jepang itu atas keberadaan jilbab kesayanganku ini.

muslimah kartunAlkisah si sebuah supermarket Everyday Low Price OK Store di Nagatsuta, aku membeli 2 bungkus Mie Ramen Instan (hhmm..tak ada Indomie disini), M Ramen Instan yang kubeli adalah yang halal version menurut seorang teman yang bisa membaca komposisi Mi Instan tersebut. Nah saat itu aku tengah asik berbelanja, tiba-tiba serang ibu tergopoh-gopoh dengan muka penuh kekhawatiran (bayangkan reaksi lebay orang Jepang kaya di dorama,hehe) menghampiriku dan menunjuk mi ramenku lantas bilang “Butaniku desu… eee…eyqftvgwibxhuwnh dxcvvbneyobnlieonlp” (kata yang berhasil kutangkap hanya “butaniku” artinya babi, sementara beliau terus bergumam dengan bahasa Jepang tingkat tinggi yang tak kumengerti). Dari bahasa tubuhnya aku menerjemahkan bahwa dia sangat khawatir kalau aku makan sesuatu yang mengandung babi, lantas dia mengambil mi ramen instan itu dan mengecek komposisinya..dan bergumam-gumam lagi (dengan bahasa Jepang tingkat tinggi yang tak kumengerti)..lantas dari bahasa tubuhnya aku menerjemahkan nampaknya dia bilang “perasaan ada babinya deh..” tapi akhirnya dia mengangguk-angguk dan bilang “Ah, daijobu desu.. gomennosai..” sambil nyengir dan beranjak pergi. Aku sangat terharu dan gak bisa berkata apa-apa lagi kecuali arigatou gozaimasu..arigatou gozaimasu.. ibu muda itu tersenyum dan mengangguk. Dia hanya menghampiriku dan memastikan bahwa aku memakan makanan yang tak mengandung babi, bersyukur tak terkira aku saat itu, jilbab ini menyelamatkanku.

Kisah kedua, Di kantin Kampus Tokyo Tech Suzukakedai. Ketika aku memesan sesuatu masakan ikan di daftar menu, dan ibu pegawai kantin mengenali jilbabku, maka dengan wajah gelisah dia bilang “o..sake..afdtfhwe6qdvyuetbqbugby daijobu???” nampaknya artinya adalah makanan itu mengandung sake, is it OK for you?.. lantas dia memilihkan menu ikan yang dimasak tanpa sake. Alhamdulillah, terselamatkan lagi.

Kisah Ketiga, keempat dan kelima, dan seterusnya to be continued yah, ngantuk euy… kalau diterusin bisa panjang banget saking mengesankannya jilbabku sayang ini. hehe

29 responses to “Jilbabku Sayang

  1. Wah….berkah dari memakai jillab ni…kalo gak make jilbab kemungkinan besar mereka gak tau kalo fafa muslim dan membiarkan makanan yang tidak halal masuk….Nice

  2. very nice strory,,,
    ternyata mereka juga peduli ya,,,
    alhamdulillah terselamatkan

    aplikasi hidup yang bener2 hidup :))

  3. waa…fafa, ikut seneng ndenger cerita dirimu yang terselamatkan dengan jilbab dari sake dan kawan-kawannya…

    heh, fesbukmu dideaktivasi opo…?

  4. wah..terharu…
    benar2 berkah ya??
    semoga ada berkah juga saat saya meneruskan pendidikan di tempat dimana kebanyakan orang tidak beragama…
    ^^v

    nive sharing sister…

  5. akhirnya nemu juga linknya fafa…
    alhamdulillaah barakallah y fa…

    semoga senantiasa diberkahi setiap detiknya disana,
    dibukakan hikmah dr setiap peristiwa yg fafa hadapi…

    sy jadi inget beberpa peristiwa serupa..
    org tua angkat sy sempat membuang satu panci masakkannya (yg masih dimasak)di kanazawa, karena beliau lupa memasukkan mirin… lalu mengganti denga yg baru…

    seorang staff, JAL juga sempat ngotot nyamperin dapur restauran tempat kami masak untuk mastiin bahan apa aj yg dimasak dalam makan siang km…

    semangat da’wah disana y dek

  6. akhirnya nemu juga linknya fafa…
    alhamdulillaah barakallah y fa…

    semoga senantiasa diberkahi setiap detiknya disana,
    dibukakan hikmah dr setiap peristiwa yg fafa hadapi…

    sy jadi inget beberpa peristiwa serupa..
    org tua angkat sy sempat membuang satu panci masakkannya (yg masih dimasak)di kanazawa, karena beliau lupa memasukkan mirin… lalu mengganti denga yg baru…

    seorang staff, JAL juga sempat ngotot nyamperin dapur restauran tempat kami makan, untuk mastiin bahan apa aj yg dimasak dalam makan siang km… mana yg dicampur, mana yg g

    semangat da’wah disana y dek

  7. hari ini jilbab hanya dijadikan sebagai gaya. begitu banyak orang yang mengenakan pakaian ini tapi hanya sedikit orang yang mau mengamalkan makna di balik jilbab.
    tahukah kamu bahwa jilbab itu wajib????

  8. emang iya, setelah aku pake jilbab aku jg byk menemukan pengalaman yang sgt berarti….mdh2n kt tetap isiqomah

  9. Pingback: Menulis Sesuatu « Fakhria Itmainati

  10. Pingback: 2010 in review, haha « I Love My Life

  11. Assalammu’alaikum kak :)
    saya Martina, salam kenal :)

    saya benar-benar tertarik bagaimana pengalaman kakak berhijab selama berada di Jepang??
    bagaimana muslimah disana mengenakan hijab??
    dan apa perbedaan yang mencolok antara gaya berhijab muslimah di Indonesia dengan muslimah diluar???

    ditunggu banget sharing nya :)
    bolehkah saya meminta alamat email kakak??
    pengen banget bisa ngobrol
    ini alamat email saya, martinanoviyanti@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s