Nagano, Maen Ski yang Tak Terlupakan

Senangnya maen ski kemaren! Pegel-pegelnya masih kerasa sih, lecet di tumit, memar-memar juga di kaki,, huff..!! tapi menyenangkan!! Haha. Aku dan teman2 YSEP dan non-YSEP yang heboh2 itu maen ski kemaren. Di Nagano, Hakuba Sanosaka. Dan saat itu adalah pertama kalinya aku menyentuh salju!! Bahagiaaa bgt rasanya, haha!

Dingin bo’! rasanya seperti masuk freezer, di mana-mana terlihat salju yang putih dan dingin.  Di Ngawi nggak ada yang kayak gitu (*ndeso mode ON).

Hari pertama adalah hari pertempuran terdahsyat yang pernah kujalani, awalnya aku berlatih meluncur di slope yang sangat landai, berhasil tanpa jatuh! Berkat ajaran sakti teknik-teknik dasar maen ski dari Mas Ibung, hehe. Selanjutnya dong.. aku memberanikan diri naik gondola dan sampai di ujungnya, bersiap meluncur meskipun deg-degan. Ini jauh lebih curam dari yang pertama! Walhasil.. aku jatuh terpontang-panting, dengan berbagai gaya jatuh, nabrak orang, nabrak salju (yaiyalah), nabrak semak-semak hahaha! Bahkan aku berkali-kali jatuh di lubang yang sama, bukan lubang sih, maksudnya jatuh di tempat yang sama. Bahkan di tempat itu pun aku menemukan Risi dan Mas Andi terjatuh pula, memang nampaknya itu tempat jatuh terfavorit.

Yang nyebelin dan membuat hatiku hancur berkeping-keping, sementara aku masih tertatih-tatih untuk bangun dari kejatuhanku, eh meluncur dengan gaya banget seorang anak kecil (umur 7 tahun mungkin) layaknya seorang pemaen ski professional, terus tiba-tiba membelok mengerem tepat di depanku dan bengong (dengan tatapan mata penuh rasa kasihan) melihatku yang berjuang untuk berdiri. Huuhhhh!!!! Awas ya de’! bentar lagi aku akan bisa meluncur!!!! Yoshh!!

Pernah aku sempat hampir putus asa, “Udah ah, masih jauh, aku turunnya jalan aja deh”, tapi seorang teman bilang “Yaah,, jangan dong, itu namanya menyerah, Ayo Faa.. semangat.. Man Jadda Wajada”. Ahh.. kenapa juga ni anak tau speech contest-ku kemaren, (tau dong!). Akhirnya aku meluncur dan terjatuh, bangkit, meluncur dan terjatuh,bangkit lagi. Sekarang jadi lebih cepat untuk berdiri setelah jatuh. Hehe, tapi ya itu, jatuh terus.  Akhirnya aku nyampai di slope bawah dan meluncur.. mengerem tanpa jatuh!. Penasaran, aku naik gondola lagi, meluncur lagi, frekuensi jatuhku mulai berkurang. Aku bersemangat kembali melihat Dita yang maennya udah oke, melihat laras juga yang makin jarang jatuh. Aku ulangi terus, hingga sore-sore akhirnya aku meluncur dengan sempurna! Tanpa jatuh!Horee!!!horeee!!!!!! Namun makin sore lapisan salju menjadi semakin keras dan licin, udara juga makin dingin, maka itulah saat yang tepat untuk berfoto-foto.. hehe. Aku meluncur hanya sebentar-sebentar, sisanya foto-foto.

Hari kedua, aku meluncur dengan sangat menyenangkan. Oiya, udon dan soba di restorannya ennnaaaaaaaakk banget, ada rasa bahagia di setiap suapnya, kuahnya yang gurih dan hangat melelehkan udara dingin yang menyergap badan. Udon nya yang empuk mengisi energi kembali untuk maen ski. Haha! bahkan Bahar dan Mas Ibung jadi pengen beli juga gara-gara ngeliat aku makan. Hehehe!

3 responses to “Nagano, Maen Ski yang Tak Terlupakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s