Ditawari Balik ke Jepang untuk S2

Tahun lalu (beberapa bulan lalu sih) sebelum berangkat ke Jepang sebagai mahasiswa YSEP, temanku bernama Akhmad Syaiful Hidayat memberikan link blog senpai YSEP bernama Achmad Syaiful Makmur (nama depan yang sama bukan suatu kesengajaan,hehe) tentang suatu cerita bahwa harapan seorang professor YSEP salah satunya adalah agar mahasiswa YSEP nya kembali ke lab-nya untuk menjadi mahasiswa S2 atau S3. Dan beberapa hari yang lalu, kalimat itu terwujud!

Tahun baru ini, lab kami direnovasi, dan entah keberuntungan atau bencana, hehe, meja kerja profesorku (sensee) dipindah jadi dekat sekali denganku, kalau sensee lagi ada kursinya dan aku duduk di kursiku jarak kami mungkin kurang dari 1 meter!. Hehe. Namun Alhamdulillah sensee ku bukan tipe sensee yang dingin, jutek, apalagi galak dan bermuka seram, bahkan sensee orangnya baik banget. Sensee kami masih muda, setidaknya rambutnya belum putih semua, mengajak maen Es Seketing,  senang bercanda sekaligus menanyakan progress research sambil makan siang bersama dengan anggota lab.

Sensee sangat suka sekali mengajak mengobrol, terutama tentang makanan, dan makanan yang diceritakannya sering aneh-aneh. Makanan terakhir yang dibicarakannya adalah tentang makan belalang! Sensee bilang itu sangat enak, sambil ketawa-ketawa dan bilang “gak papa, itu kan bukan daging babi yang dilarang oleh Tuhan kamu, enaak banget, pasti kamu suka, nanti saya suruh orang membawakan buat kamu”. Hwaaa… “No..No..No..” aku bergidik-gidik ngerasa disgusting gituh, meskipun sensee bilang itu kaya protein dan itu makanan khas suatu daerah di Jepang dan ada dalil juga yang menyebutkan kalau belalang itu halal, tetep aja serem amat makan belalang,, hiii.. aku kebayangnya belalang itu lompat-lompat di tenggorokan!

Setelah puas ngobrol-ngobrol tentang belalang yang katanya enak dimakan itu, sensee akhirnya menanyakan “Nanti setelah program ini selesai, rencana kamu selanjutnya apa?”, bla..blaa..bla. hingga akhirnya sensee bilang “kamu berniat kembali ke lab ini nggak? Kalau kamu mau, itu akan sangat lebih mudah buat kamu dibanding mahasiswa internasional lain untuk mendapat beasiswa dari pemerintah Jepang, karena saya tau skor kamu bagus” (sumpah, aku ga tau yang dimaksud skor apaan), lalu sensee bercerita tentang mahasiswa-mahasiswa asing yang akan datang ke lab nya, sensee bilang semakin tahun akan semakin banyak lab saya menerima mahasiswa asing namun yang sensee rekomendasikan ke beasiswa pemerintah hanya satu orang, kemudian “Nanti, kalau kamu mau balik ke sini, sebelum spring tahun depan, kirim email saja ke saya untuk mendapat rekomendasi beasiswanya”.

Efeknya, sampai sekarang kalimat itu membuatku benar-benar bingung. Aku ntar balik lagi ke Jepang nggak ya? Makin lama dipikir makin bingung. Meskipun dulu wallpaper desktop laptopku adalah bunga sakura, namun dinding kamarku penuh dengan gambar bunga tulip Belanda, peta Jerman, dan kalimat-kalimat motivasi. Aku ingin melanjutkan sekolah ke Jerman (dan jalan-jalan melihat tulip ke Belanda), karena di sanalah, menurutku, “tempat lahirnya” kerajaan farmasi dunia. Industri farmasi besar ada di Jerman dan Amerika, maka riset di sana pasti sangat maju, begitu yang kudengar.

Tapi seiring kemampuan Nihongo-ku yang (dipaksa) meningkat di sini entah kenapa aku menjadi semakin nyaman berada di Jepang. Sensee-nya. Lab-nya. Densha-nya. Mamonaku-nya. HannoSinko-nya. Kimono-nya. Tokyo-nya. Yokohama-nya. Nihonjin-nya. SabaMisoni-nya. MisoShiro-nya, Sushi-nya. Apalagi Udon-nya! Kadang aku bertanya, apakah ini suatu pertanda “comfort zone” yang berarti aku memang butuh tantangan yang lebih lagi agar ke-fakhria-anku berkembang—artinya aku harus pergi ke Eropa saja!, namun kadang aku berpikir bahwa ini adalah kesempatan emas yang tak akan datang dua kali. Nah kan, makin bingung aku.

12 responses to “Ditawari Balik ke Jepang untuk S2

  1. just follow ur heart…
    coba diberesin dl aja ysepnya, baru ntar liat lg bgmn kelanjutannya :D
    waktu untuk memutuskan kan juga masih lama, jadi ya dipertimbangkan baik2 dl saja…

  2. iya . .istikharah kak

    /tp yg jelas, bakal banyak yg senang kalo tawaran kembali ke Jepang itu diterima/

    semo9a kegusarannya dihapus dengan ketetapan hati. .

    semangat kak^^

  3. hwa..gw suka belalang..rasanya tu gurih tau….kan belalang ama ikan meskipun udah jadi bangkai tetep halal..lebih baik cobain deh….siapa tau belalangnya jepang ama jawa berbeda…haha

  4. eh fa, bangkai belalang halal loh, sama kek ikan..
    Gw di kampung dulu sering berburu belalang ama temen2, trus di goreng, mayan enak loh.. =)

    Cobain geura.

  5. kak.. aku daftar nih. doakan.
    huks.
    tapi aku gag spintar kakak. huks
    sedih.
    kak. Tes toeflnya cukup yang paper based?

  6. Lanjut aja Fa ^^
    Mumpung Sensee lu masih muda =)
    Yang gua sih nampaknya bentar lagi juga pensiun, so pasti ga akan mungkin ke lab yang sama…
    Lu kan udah punya dekking tuh, tinggal maju aja =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s