Efek Ujian Farmakologi terhadap Mahasiswi Farmasi

Sumpah, ini adalah kejadian yang sangat bersejarah dalam sejarah kemahasiswifarmasianku. Haha. Ya masak? Wong mau ujian farmakologi obat infeksi eh malah kena infeksi! Ugh.. it doesn’t mean “learning by DOING” thing, but it is H-U-R-T! I got it on my eyes, you know, my pretty eyes (halah). But by this infection I realize something I didn’t before.

“Jumatku dulu, tak begini..” begitulah nyanyian teman sekelompokku, sebut saja Bunga, bernyanyi ketika praktikum mulai menjenuhkan. Makan di bengkok pun menjadi pelampiasan, enak nggak enak, yang penting berjeda dulu dari paparan pelarut organic, fiuuhh apalagi kalau bukan fitokim, mana besok ujian farmakologi pula -_-“. Sedang enak-enaknya makan gado-gado, eh bertemu dengan teman yang lain, sebut saja Melati, “Ha? Hari gini masih praktikum? males banget, Hahah, untung gw bukan anak farmasi” dan lihatlah kawan, dia tertawa dengan sangat puas. Ow My GOD.. sungguh jahatnya, serius kalo aku lagi PMS, ni gado-gado bisa melayang (ke saluran pencernaan maksudnya).

Pulang ke rumah dijemput anak minyak yang ganteng, “ribet banget sih praktikumnya anak farmasi, untung gw anak minyak”. Ugh! Kali ini ga ada gado-gado yang bisa melayang (emang udah nyampe usus halus sih), masalahnya sebel-sebel gini aku masih tetep suka sama dia.

Entah kenapa hari itu seolah-olah semua orang bilang beruntung banget bahwa ia BUKAN anak farmasi, dan nampaknya segala sesuatu yang berhubungan dengan FARMASI adalah sesuatu yang MENGENASKAN. Termasuk hari itu, sehari menjelang ujian “ANTI-INFEKSI”, gadis farmasi semanis aku malah terkena INFEKSI. Sungguh mengenaskan bukan?

Tapi ternyata benar, ada saja skenario Allah untuk menuntunku mengeja kalimat syukur padaNYA. Tau nggak? Seketika aku sadar bahwa aku anak farmasi, maka ide yang iseng segera terpikir olehku, obat infeksi! Oh YES!!

Karena aku anak farmasi, aku merasa tak perlu ke dokter BMG buat periksa,hehe, lha wong aku udah tau kalo mata ku ini kena infeksi Staphylococcus aureus, ngapain harus nanya ke dokter? Staphylococcus aureus tu gram positif yang bikin infeksi trus mata perih dan gatal, harus segera diobati biar infeksinya ga parah, kalau parah bisa-bisa fatal!

Karena aku anak farmasi, segera kuhentikan aktivitas kucek-kucek mata ini, karena aku tahu, makin dikucek si aureus makin nyebar, apalagi kalo si aureus itu beranak pinak bisa gawat. Tapi tenang aja, bahkan obatnya pun aku juga tau, lha wong ada di slide buat bahan ujian besok. Haha. Pilih obatnya apa? Gentamisin dong, lha wong aku tahu kalo Salep Kloramfenikol (yang sering diresepkan dokter BMG), meskipun dipake ke mata pahitnya amit-amit ampe rongga mulut. Lagian Gentamisin tu jenis antibiotik bakterisid golongan aminoglikosida yang dia langsung membunuh bakteri, ga cuma menghambat pertumbuhannya doang, Mak Nyuss lah!

Haha. Dan kau tahu? Musim-musim UTS gini pasti BMG lagi penuh, ngantri ke dokter jadi makin lama. Nah, sebagai mahasiswa ITB yang baik yang hendak ujian, tentunya kau lebih memilih cepat pulang dan belajar daripada mengantri ke dokter demi penyakit yang kamu juga tau obatnya kan?. Musim UTS/UAS memang musim pasien mahasiswa, Kenapa coba?. Karena aku anak farmasi jadi aku tahu ketika mahasiswa ITB lagi stress karena UTS, hormon-hormon kortikosteroid (semacam adrenalin yang bikin semangat nge-SKS-in materi ujian) pada mahasiswa akan banyak disekresikan dan hormon ini menekan sistem imun tubuh, lemah deh, dan gampang diserang kuman yang jahat. Makanya aku berani jamin bahwa obat diare dan antibiotik di apotek BMG tu pasti penjualannya laris pas musim UTS. Hehe.

Akhirnya kubelilah Salep Gentamisin itu ke apotek terdekat (tanpa ngantri kayak ke dokter BMG), kupakai, Alhamdulillaaah dalam sehari sembuh deh. Yess!, Kali ini dengan bangga aku berani bilang “UNTUNG GW ANAK FARMASI!” :D

13 responses to “Efek Ujian Farmakologi terhadap Mahasiswi Farmasi

  1. hahah kemarin saya juga sakit perut mbak, diagnosis saya sendiri sih dispepsia , tapi karena -kebawa bujuk rayu temen untuk ke IGD- akhirnya berangkatlah saya yang sudah menekuk tubuh karena perut yg sudah terlilit-lilit , begitu nyampek sana , diagnosis dokter nya : DISPEPSIA jugaa , dan saya harus mengeluarkan 136 rb untuk itu semua , kalo dipikir-pikir sekarang sudah akhir bulan , andai bsia sedikit percaya diri dengan diagnosis saya maka g perlu saya keluar uang sebanyak itu , lebih-lebih dompet lagi kering-keringnya. T.T *lagi sial.com*

  2. hmmm,,meski saya bukan apoteker,, dan kuliah s1 farmasi ga bener-bener amat,, tapi yg jelas banyak kegunaannya belajar ttg obat2an.. hehehe.. minimal bisa untuk self-medication pake oabt2 bebas gitu,, wkwkkw…

    tapi klo udah ga tahan baru pake obat,, ni akibat ngerti obat itu dibuat dari apa,, jadi males make obat klo ga bener2 kepaksa deh. heheheh :D

  3. Gue nyesel masuk farmasi Riweh n uang mulu…
    buat ini buat itu….

    walaupun ahli kementerian poltekkes Kemkes jakrta 2… statusnya ttep aj angeluarin uang ini itu…
    dan nanti ade gue klau mau masuk Farmasi gue LARANG

    • kayaknya gak segitunya deh :D, aku masuk farmasi itb malah sering dapet duit : beasiswa, hadiah lomba, ditraktir temen, doorprise seminar (heleh..)

  4. kaaa tertarik nih masuk ke farmasi ITB walaupun masih kelas 2 SMA, cuma googling tentang farmasi jadi bingung sendiri, menurut kaka tingkat kesulitannya kaya gimana ? terus prospeknya menjamin ya ? banyak yang bilang lulusan farmasi susah dapat kerja dan gajinya kecil? kalau masalah biaya kul farmasi, rata” berapa ya ? makasih kaka

    • menurut saya farmasi itu enak2 aja kok kuliahnya ya yang susah pasti ada lah semua jurusan, kalo aku emang suka biologi dan kimia jadi asik2 aja belajar farmasi. Setelah lulus teman2ku langsung dapet kerjaan semua kok, ada juga yang kurang kerjaan jadi bikin kerjaan sendiri kayak saya, haha.
      kalo soal biaya saya dulu dapet beasiswa jadi ngga terlalu terbebani, dulu pas kuliah di ITB spp nya 2jt/semester, hampir ga ada biaya lain, cuma bayar kosan dan buku2 aja.
      well, sampai saat ini saya merasa beruntung jadi sarjana farmasi :) ilmunya bermanfaat dalam kehidupan sehari2 meski kerjaan saya ngga terkait farmasi hehe

      • kerjanya dibidang apa kak? saya juga bntar lg mau lulus farmasi tapi smknya blm kuliah:) share dong kak:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s