Berjuang Habis-habisan adalah Suatu Kehormatan

Hari ini aku belajar sesuatu. Bahwa berjuang habis-habisan untuk perubahan adalah suatu kehormatan. Pulang dari kampus naik angkot, lihatlah di sepanjang jalan dago, tak pernah kau akan mendapati jalan itu sepi dari dendangan lagu pengamen. Kali ini yang menyambangi angkot biru yang kutumpangi adalah pemain biola jalanan, yang dengan kaos agak kusut—berbau keringat campur bau jalan, mencoba memainkan apapun untuk perubahan hidupnya. Lihatlah semangatnya melantunkan lagu Victory-nya BOND layaknya ia berada di atas panggung—layaknya  ‘victory’ itu benar-benar kan menjadi miliknya kelak.

Berhentilah sejenak menyalahkan menteri ketenagakerjaan, atau menyangka mereka malas-malasan. Sarjana mencari pekerjaan saja susah, apalagi mereka. Maka dengan biola itulah habis-habisan ia memainkannya sepanjang hari. Tak peduli asap kenalpot motor yang meletup-letup, pun temperatur kota bandung yang memanas kian hari, atau jumlah koin receh yang dijatuhkan penumpang pada gelas aqua di penghujung konsernya. Tak peduli. Ia hanya melakukan apapun, untuk hari ini, agar bisa makan secara terhormat. titik.

***

Sampai rumah, aku menemukan film jadul dari teman. The Last Samurai. Dan ternyata, Kapten Nathan Algren ketika tak sengaja terperangkap dan hidup di tengah-tengah para samurai, terpesonalah ia akan totalitas dan loyalitasnya “They are intriguing people, from the moment they wake, They devote themselves to the perfection of whatever they pursue. I have never seen such discipline”.-The last Samurai.

Tentu, Higen, si samurai kecil, selalu ingat apa yang diajarkan ayahnya tentang sebuah ikhtiar, “My father told me, it is glorious to die in battle”, bahkan mati dalam keadaan berikhtiar pun adalah kehormatan.

Ah, jauh-jauh nanya Samurai, apakah kita lupa bahwa Rasulullah bahkan telah lama menyabda untuk umatnya, Seorang berangkat berperang fi sabilillah di pagi hari atau petang hari, lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya.” 1 Jika ada sebuah harga yang patut untuk membeli sebuah ikhtiar dalam kebaikan, maka ia pastilah jauh lebih mahal dari seluruh planet dan jagat raya, beserta isinya!

Dan ganjarannya bahkan telah disiapkan oleh Allah,  ”Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.”2

Hari ini, hari dimana kucetakkan keputusan-keputusan, kuterima keputusanku ini sebagai sebuah tantangan yang tak mungkin aku menyerah akannya. Bagaimana aku akan menyerah begitu saja? Ketika teringat guru mengajiku bercerita : zaman dulu, zaman ketika belum ada internet, tak ada kendaraan, tak ada listrik, tak ada jalan tol, Nabi Musa saja mengikrarkan ikhtiar pantang menyerahnya : ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun’! 3. Tak ada pilihan lain, aku sungguh akan berjuang habis-habisan!  Bismillah

 

 

 

1 (HR Bukhari – no: 2583).

2 (QS Attaubah [9]: 105)

3 (Al kahfi:60)

One response to “Berjuang Habis-habisan adalah Suatu Kehormatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s