Dead-line

Tahukah kamu? deadline telah menjadi kawan akrabku akhir-akhir ini. Ga tau kenapa ia begitu mendarah daging. Rasanya kalo punya ide, sang ide tu selalu muncul pas bener-bener mepet deadline. Begitulah tabiatnya, sejak dulu ide  memang rada menyebalkan! datang tak diundang pulang tak diantar.

Sekarang apa coba? IEC 2011. ITB Entrepreneurship Challenge (lomba ide bisnis paling bergengsi se Indonesia, yang mau ngasi juara I duit 30 juta sekaligus peluang modal usaha-ratusan juta).  Lomba yang sangat pengen aku ikuti sejak lahir (lebay, sejak TPB maksudnya) namun kandas terus gara-gara ga punya ide sekaligus minder ama anak2 SBM dan jurusan laen yang berkoar-koar banget tentang ide bisnisnya, di depan para alumni yang investor tajir abis, pas seminar IEC kapan tahun lalu. Namun iya lah ia, tak bisa dipungkiri. Bertahun-tahun kemudian, sang ide dan semangat itu tergopoh-gopoh jatuh bertubi-tubi ke otak dan pembuluh darahku nyaris 23 jam terakhir sebelum deadline kesempatan terakhirku mendaftar. Terakhir seterakhir-terakhirnya karena setelah lulus aku tak boleh ikutan.

Aaaaa…. Belum pernah aku sengaja berangkat ke kampus malam-malam. (pulang malam sih pernah). Nyampe kampus hampir jam dua belas malam! Lantas berjalan tergesa setengah berlari, menatap lekat-lekat jam gerbang ganesha supaya melambat sedikit, hinga akhirnya aku mengumpulkan hardcopy proposal itu ke CC Barat jam 23.45 tepat lima belas menit sebelum deadline. Disertai nafas ngos-ngosan. Panitia sengaja begadang nungguin para deadliners, dan rasa kantuk mereka lenyap terganti semangat menyambutku muncul dari kegelapan lapangan basket. Terharu melihat wajah mengantuk mereka yang direkayasa menjadi secerah dan seramah mungkin demi detik-detik harapan peserta deadliners.

Serius. Huh haaah. alhamdulillaaah. Hosh.. Hosh.. masih megap-megap. Rasanya pengen teriak, tapi udah malem takut dikira kemalingan atau apalah. Sungguh bekerja dengan deadline dan adrenalin itu kadang serunya bukan main. Detik-detik berasa jam pasir kematian, menit menit berasa jalan setapak yang terpenggal. Benar-benar deadline. Fiuuhhh.. tapi lega. Ga peduli lolos atau nggak, setidaknya aku dan kawan-kawan tim ‘FLA ‘ ini telah menyumbang ide  bisnis sekaligus ide sederhana untuk (secara tidak langsung sih) memperbaiki masyarakat Indonesia, lewat ide yang terseret-seret deadline, mumpung masih mahasiswa.

***********************************************************************************************

Beberapa hal yang setidak-tidaknya harus kulakukan sebelum lulus dari kampus gajah akhirnya satu-persatu terpenuhi, salah satunya adalah nonton ludruk kampus, dan yang kedua, kali ini ia pun telah terpenuhi : ikutan IEC. hehe. Dan  hal-hal selanjutnya telah menanti untuk diwujudkan, tunggu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s