Takdir yang Menguatkan

the strength Di ruangan luas dan senyap itu, aku mencoba memfokuskan diri pada formula-formula dengan gelling agent yang tertera dan mengaduk mortar sesuka hatiku demi terbentuknya gumpalan gel bening, namun gagal. Siang-siang. Dan jumat itu, di Jepang sana masih seperti biasa hingga beberapa detik kemudian. Kembali ke ruangan itu, putus asa dengan mortar dan stemper tenaga manusia akhirnya aku menggunakan benda lumayan canggih untuk membuat gel : stirrer. Berkekuatan 500 rpm, dengan baling-baling gagahnya melumatkan setiap gelembung udara yang tersisa, meluluhlantakkan massa lemah yang mengikut kemana arah putaran terjadi. Dan saat itu juga, kudengar kabar bahwa Jepang timur laut tertimpa gempa berkekuatan 9 skala richter dan terpaan tsunami maha dahsyat meluluhlantakkan segala-segala yang ada di belahan bumi Tohoku. Ditambah krisis nuklir yang menghamburkan radioaktif, yang secara ilmiah memang mengerikan.

Gel herbal yang kubuat itu akhirnya menuai hasil, yah setidaknya juara tiga. Biasa-biasa saja, hanya gel dari bahan herbal untuk pengobatan luka bakar, atas derita para korban ledakan gunung merapi hingga ledakan kompor elpiji. Luka bakar tetap saja bencana, maka produk ini menjadi satu ide saja, ide yang lahir dari bencana alam. Pun dari suatu bencana, di sela-sela kepedihan yang menusuk tulang, manusia pastilah belajar sesuatu.

Hingga aku yakin ketegaran dan kegigihan yang dilakukan Jepang yang sangat memukauku itu akan membuatnya lebih kuat, ketika surat-surat kabar menceritakan betapa gigihnya mereka menangani bencana alam yang merenggut maut. Bayi-bayi yang terselamatkan, kakek yang selamat bertahan di atap rumahnya yang terseret ke tengah laut. Dan kalau dibandingkan dengan Indonesia, jauh kawan, ada yang bilang teknologi tanggap gempa di sini sama dengan kondisi Jepang 140 tahun yang lalu saat gempa Great Kanto. Tak tertolong.

Pun bencana pasti melukai semua orang. Termasuk aku. Bagiku Jepang adalah negara yang tak pernah membuatku ingin mencelanya meski ia punya sejarah penjajahan di sini—yang telah kumaafkan setelah kuintip sendiri apa yang terjadi di Hiroshima 1945 lalu. Bagiku Jepang adalah kehidupan yang sangat tulus memberiku uang sekolah terbanyak yang kudapatkan sepanjang usiaku sekaligus fasilitas belajar yang canggih bukan main.  Memberiku keramahan bunga sakura tanpa batas, memahami apa yang kuanut sepenuhnya, dan mengajarkanku kenapa aku harus berterima kasih pada semua orang. Dan yang paling mengena, entah kenapa kata-kata ini sangat populer, tak ada orang Jepang yang tak bilang “ganbatte”  (berusaha keraslah!) padaku, kosa kata yang lain seperti ini “mo cotto ganbatte kudasai” (Berusahalah sedikit lagi!), kegigihan hingga titik terakhir yang kalau kau tanya dari mana energi itu turun menurun aku tak bisa menjawabnya, sejak jaman samurai mungkin. Dan aku salah satu ‘korban’ yang bingung atas semangat tanpa batas mereka. Itu kenyataan.

Teman-teman Indonesia di sana selamat. Profesor dan kawan-kawan lab mengabarkan bahwa mereka baik-baik saja, namun eksperimen tak bisa dijalankan selama seminggu ini. Hostfam di Tokyo pun baik-baik. Aku pun punya host family di daerah Tochigi, perfektur di dekat Fukushima, seorang obaachan (nenek) yang memberiku boneka beruang berwarna pink hasil jahitannya sendiri. Tinggal bersama suaminya yang juga telah renta namun berjiwa muda,  di rumah tradisional Jepang yang serba kayu, penuh ornamen-ornamen tradisional, di tengah persawahan desa Utsunomiya yang hijau. Namun aku belum tahu kabarnya hingga sekarang. Semoga ia baik-baik saja.

3 responses to “Takdir yang Menguatkan

  1. ya. saya pun kagum pada mereka.
    saya melihat semangat juang itu dari ayah saya (yang sempat belajar di negeri sakura itu). ketekunannya, kejujurannya, kesungguhannya, daya tahannya,… luar biasa!
    jika saja mereka mengimani-Nya…
    semoga suatu saat mereka meraih hidayah. aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s