Syujun 36 Weeks : Sawah Pagi Hari

Saatnya jalan-jalan pagi bersama Syujuuun! inilah kampung halaman kita tercinta nak :)

Yang pertama ini namanya ‘galengan’ alias pematang sawah, (Syujun: apanya yang matang bunda?) sama, bunda juga gak tau nak hehe.. Tapi lihatlah pohon di ujung sana, ibaratnya, kelak ketika kau nanti besar dan dewasa, menjadi orang yang hebat dan berkedudukan tinggi menjulang, jadilah seorang yang tetap mengayomi masyarakat.. (Syujun: mengayomi tu apa bunda? Ayam nenek tiap hari bertelur lho *Syujun bertanya dengan polos, of course dengan tendangannya :p) maksudnya gini Jun, ketika kamu menjadi orang hebat, kamu haruslah bisa bermanfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat sekitarmu yang mereka kurang beruntung, tak bisa menjulang tinggi menggapai langit dan menyapa burung. *kayaknya Syujun manggut2.

Hey, itu mataharinya mau terbit Jun.. indah sekali ya. Matahari itu ciptaan Allah, Allah juga yang menjaga Syujun biar selalu sehat di perut Bunda. Setiap hari kita harus berterimakasih sama Allah le.. segala kebahagiaan yang kita alami ini dikasih gratis oleh Allah, Baik banget kan? (He’em Bunda.. Syujun nanti mau jadi anak sholeh). Gud boy.. :)

Hihi.. ini bunga Jun, (Syujun: Bunga kan yang dikasi Ayah pas Bunda ulang taun kemaren ya?), hehe.. kok Syujun tau? Yang kemaren itu bunga mawar sayang, nah kalo ini… (bunga apa ya? yang jelas masuk famili-nya cucurbitaceae Jun) bunganya kecil sebenernya, seger banget habis terbasahi embun pagi. Putih. Suci sekali, seperti jiwamu nanti.

Nah yang ini namanya tumbuhan Kuping Gajah. (Syujun : Gajahnya pasti suka maem sayur, kupingnya ampe ijo ya Bunda?) Oh..my sweet little boy, hehe.

Yang orange-orange itu, hehe, yang kita foto ampe jongkok-jongkok demi fokus yang tepat, adalah buah dari bunga yang tadi Jun. Oya, sebenarnya ini makanan ular lhoo.. tapi mungkin ularnya masi bobok pagi-pagi masih males sarapan, jadi kita aman! hehe

Saatnya pulang! matahari semakin tinggi, pagi ini jadi lebih terang benderang, nah di sepanjang jalan nanti pasti akan ada banyak orang lewat, kita harus menyapanya dengan ramah dan tulus.. meskipun ga kenal, karena mereka juga tetangga-tetangga kita di sini. Ini etika keramah-tamahan di kampung kita Jun.

Sendal Jepit!! hehehe.. (Syujun : Yaelah Bunda.. beginian aja difoto.. -__-“) , Ya ini kan sendal perjuangan kita, ampe belepotan gini ya, haha.

Syujun, nikmatilah minggu-minggu terakhir di perut bunda ya sayang. Besok kita jalan-jalan menempuh rute yang lain. Sebentar lagi kamu akan lahir, mengganti tendangan-tendangan dengan tawa yang imut, tangis yang manja, senyum yang manis. Nanti kita akan kompak menjalani persalinan dengan lancar, cepat, nyaman, dan menyenangkan. Amin

8 responses to “Syujun 36 Weeks : Sawah Pagi Hari

  1. Subhanallah, ayah sayang banget ama syujun…dan aku percaya banget kepada kamu istriku sayang, bersama-sama mendidik syujun..Alhamdulillah, sangat beruntung aku memiliki kamu istriku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s