Guncangan dalam Rumah Tangga

Ternyata bener kata bulik saya yang dulu pernah mewanti-wanti tepat ketika rumah tanggaku bagai bahtera yang berlayar di lautan Hawai yang sepoi-sepoi dikelilingi burung camar terbang rendah serta lumba-lumba, indah sekali. Lantas seperti gelegar petir membahana di cakrawala Bulik bilang,

“Nanti mbak Ria, hati-hati ya kalo udah 2 tahun nikah, bener pokoknya hati-hati. Kalo ada masalah harus diselesaikan baik-baik, udah terbukti di Bulik, Mbak-nya Bulik juga, pasti akan ada masalah yang sangat menyita energi. Banyak rumah tangga yang hancur gara-gara masalah di usia 2 tahun pertama pernikahan!” Daaaannn ternyata terjadi di rumah tangga sayaaaa sodara-sodaraaa… -___-”

Emang sih bener ternyata berumah tangga tu ga cuma butuh romantis-romantisan, ga cuma butuh cinta-cintaan, apalagi gombal-gombalan? ah nomor sekian lah itu.  Yang sebenarnya dibutuhkan saat situasi kritis itu adalah.. L.E.G.O.W.O. Bahasa arabnya lebih mirip2 dengan Ikhlas. Sorry I don’t have any suitable word in Bahasa Indonesia.

Ah, tentu saja saya ga akan cerita masalahnya apa di sini. Se-ember-embernya saya ngeblog, mengumbar aib rumah tangga itu no way, It’s a big No No buat Istri Sholehah. Yang jelas, waktu itu aku sampe bilang ” Yaudah Say, cari istri yang lain aja!!” gitu kan.
Suamiku bilang “Oke! kamu juga cari suami yang lain aja”. Waduh.. Habis lah aku. Naudzubillah jangan sampee. Berpikir dan berpikir. Menyesal meceplosan. Diam-diam berdoa. Diam dan terdiam. Merenung dan merenung. Jam demi jam berlalu dalam diam.  Ujung-ujungnya aku bilang,
” Say.. susah kali nyari suami yang baik (kayak kamu *dalam hati), maaf ya..”
“Yeee..” Dia hanya menahan tawa sembari menimpuk mukaku dengan gumpalan tissu (kalo dia ngambek dia akan membersihkan rumah sampai ke ujung-ujungnya, that’s why dia bawa-bawa tissu). Eh tapi ya, tawa yang tertahan saat status Ngambek Siaga Satu itu adalah senyuman paling melegakan sedunia. Dududududu..

Wahai para istri, nyari suami yang baik tu susah sekali, makanya harus dijaga baik-baik. Harus Legowo. Dan ingat, sehebat apapun pertengkaran yang terjadi, jadilah yang pertama kali L.E.G.O.W.O meminta maaf. That’s it.