This is what we called ‘JLEB’ moment

Dari dulu aku selalu bercita-cita jadi orang keren dan hebat, entah apapun itu bentuk dan caranya. Dan pas jaman kuliah aku selalu menganggap bahwa orang yang berkarir sebagai researcher itu orang keren. Dapet beasiswa sampe S3 dan keliling dunia itu sesuatu yang keren, hingga akhir 2013 lalu aku baca twitternya ka Galih, tentang sebenernya there is no such a free lunch dude, semua company semua yayasan, di balik beasiswanya pasti ada maunya.  Jadi jangan merasa hebat dan pintar kalo kita pake duit orang buat kuliah dan senang2. begini twitnya:

“So, you got your scholarship to pay for tuition fee and living cost, coz you were smart enough and grade good enough? Think again lah Dude :) “

“Yang belum pernah nyari duit dengan usaha sendiri, ga akan paham nilai duit itu sebenarnya. Ngaak ada yang ngasi duit/invest cuma2 Dude :)”

JLEBBB.. berasa ketonjok abis.. secara pas kuliah aku dapet beasiswa terus, and I was PROUD! tapi ternyata bangga itu seharusnya ketika kita berdiri di atas kaki sendiri.  Makin mantaplah keyakinanku kalo aku udah ga pengen jadi scholarship hunter lagi. Dan memang ternyata pernah ada pemberi beasiswa dalam sejarah perkuliahanku, bahwa ia hanya untuk seolah2 dana “penebus dosa” atas sebuah bisnis gelap. Haduh..

Akhir 2013 lalu aku juga coba-coba ikutan Wirausaha Muda Mandiri, lolos ampe survey area Jabodetabek doang, dan si Mbak2 Surveyornya bilang : kalo gw tu ga gitu greget bisnis -___-” omset gede, profit gede, tapi ga banyak dipake ngembangin bisnis, malah dipake beli rumah. OMG dong.. Jleb!..  secara gw emang keluarga muda, yang mau beranak dua, salahkah bila mengakhiri masa2 mengontrak tempat tinggal?? well, all of the surveyor emang masih pada single sih. Dan yaa.. mungkin pola pikirnya berbeda. Tapi masukan2 bisnisnya bisa kuterima lah. Tapi yang jelas, aku gak lolos lomba itu, hahahaha. But I’ve learn a lot.

Tadi malam 1 Januari 2014, tiba2 abang memberiku kabar gembira, this is YEAY! moment :D hehe.. He found about my dagangan stuff was publised on public media! Koran SUARA MERDEKA. Alhamdulillah ^_^

Hijab Wanita Cantik on Media

Punya suami keren kayak abang memang ga pernah membuatku menyesal. He always support me baik sembunyi2 maupun terang-terangan. Dia lah yang pertama kali membelaku ketika para tetangga di kampung kami menghina2 aku gara-gara udah kuliah jauh2 ke ITB (ampe Jepang juga) tapi malah setelah lulus jadi Bakul (pedagang) di rumah pula. Ya mereka ga peduli berapa omzet gw sih memang, sekali pedagang ya pedagang, mirip pedagang di pasar kumuh, yang menurut mereka derajatnya sangat rendah dibanding profesi PNS -__-” (JLEBB..). Inilah sebabnya kalo siapapun di antara kalian mau banting setir menjadi pedagang (istilah pebisnis atau entrepreneur terlalu keren lah) harus punya mental BAJA! dan ga malu dicemooh orang lain. Itu modal utama, what we call it “KEBERANIAN”.

Aku mah ga peduli lah, anyway, menjadi istri yang membuat suamiku dan anak2ku bangga, bagiku itu sudah cukup keren, daripada apa kata orang di seluruh dunia ^___^ hihihi

Dan di tahun 2014 ini, aku yakin akan ada banyak lompatan-lompatan keren dan hebat dalam hidupku, Bismillah, aminn..

4 responses to “This is what we called ‘JLEB’ moment

  1. Scholarship itu maksudnya ya investasi dari negara ( state) untuk bisa mendapatkan warga yang kompeten, dan akan balik modal, sesuai dengan nilai yang telah ditanamkan.
    Sebenarnya dari proses seleksinya, tentunya beswan adalah orang yang berprestasi, karena memenuhi kriteria pemberi dana, tapi status dana itu tentunya harus diperjelas, apakah hibah, atau hutang, tapi hibah pun sebenarnya hutang, yaitu hutang budi, dan budi bisa divaluasi juga.
    Sekolah negeri dari SD sampai SMU itu beasiswa semua sih, soalnya dibiayai negara, dari uang pajak. Jadi ya, kalau dibilang tidak punya hutang, itu mungkin yang bilang belum paham kaidah monetaris, ada variabel yang tidak dihitung.
    Tak perlu merasa tertonjok, itu narasi buat diri sendiri, makanya saya tak suka makan beasiswa, tapi kalau ada yang bangga dengan dana beasiswa ( yang diambil dari pajak), maka yang harus diingat, itu tidak gratis, dan ada banyak kerja nyata yang harus dilakukan, karena itu sebuah hutang yang sebaiknya dikembalikan. Jika merasa itu sebuah prestasi, ya tak apa- apa juga sih ya :)
    Ya begitu lah :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s