Pak Haji dan Para Milenial

Udah lama banget sebenernya aku pengen nulis tentang Pak Haji. Meskipun ada banyak pak haji di dunia ini tapi hanya Pak Haji inilah yang fenomenal dalam 20 tahun belakangan. Pak haji adalah penjahit pertamaku, penjahit yang membuat aku optimis bahwa ternyata kami bisa menjual produk yang dijahit sendiri, bukan melulu impor dan impor.

Proyek jahitan Pak Haji pertama dan langsung ludes awalnya cuma sekodi dua kodi, lama-lama jadi banyak, sejak saat itu jualan makin lancar makin sering ngejahitin ke Pak Haji. Pak Haji selalu datang subuh bahkan pernah jam 3 pagi, itupun kadang dia bilang kalo para penjahitnya baru kelar jam 12 malam.

Ketika mata lagi berat-beratnya apalagi pas habis begadang anak rewel wih mantab ngantuk2 pintu digedor. Yang paling khas dari pak haji adalah suara motor butut pak haji yang sangat berisik. Kalo aku atau suamiku ga bangun, pak haji matiin tuh saklar listrik, lalu akhirnya kami kebingungan dan keluar rumah “Eh, ada pak Haji”

“Maaf kak, HP nya gak bisa ditelpon, jadi saya matiin listriknya” sambil cengar cengir, namun kami ngga pernah marah, ngomel pun enggak, terganggu pun enggak. Karena 2 karung stok jahitan yang dibawa pak haji tu bener-bener jadi penyelamat karena nyari penjahit yg jahitannya rapi juga susah banget kala itu, barang jahitan pak haji selalu ludes.

Angin berhembus, follower bertambah, karyawan bertambah, daun-daun berguguran, namun pak haji tetaplah pak haji, yang makin lama makin sepuh dan ubannya makin banyak. Namun jangan salah, pak haji ini anaknya 5 kuliah semua, ada yang lulusan Al Azhar Kairo juga.

Walau hujan deras dinginnya dini hari gak akan menghentikan pak haji nganter barang, masih pake motor butut berisik dan helm bangunan seadanya. Mungkin kalo pak haji berangkat rada siang udah kena macet panasnya ibukota dan motornya bisa oleng dikentutin asap kopaja. Itulah kenapa pak haji selalu datang subuh-subuh, dia sangat paham lalu lintas ibu kota. kadang kalo ada hujannya mendadak, tahukah kamu siapakah yang berhak mendapat hak jas hujan? Bukan, sama sekali bukan tubuh pak haji yang ringkih, tapi karung yang dia bawalah yang akan ditutup pake jas hujan, sementara badan pak haji basah kuyup. He is a real man, yang sangat tau bagaimana menjaga dan menghargai precious things dalam karung-karung yang dia bawa. Masyaallah pak perjuanganmu, kami anak2 muda ini selalu tertohok malu, zaman now masih aja males-malesan, malu sama pak haji.

Hari berganti hari, purnama berganti, layar handphone semakin mendominasi, millenial makin berjaya. Macet bukan lagi menjadi keluhan tapi macetnya Jakarta adalah sumber traffic mamah muda doyan belanja. Jakarta makin macet, hujan makin deres, orderan makin banjir. Dan armada jahit pak haji tak sanggup lagi menyangga semua kebutuhan ledakan customer kami. Tim jahit kami serta merta bertambah, 4 x lipat.

Di era teknologi zaman now, apa2 tinggal pencet, kadang aku gemes sendiri kenapa sih pak Haji gak pake WA. Gemes sendiri, dari empat manajer jahit yang membawahi puluhan penjahit lokal, hanya pak haji lah yang HP nya masih sangat jadul. Ketika aku semakin terbiasa mengevaluasi para manajer pakai video jahitan, foto hasil QC, dalam sekejap send message dan centang dua, virtual meeting ala milenial people jaman now pasti paham, berbeda dengan pak haji. Kalau mau diskusi desain baru, pak haji akan datang dengan kemeja rapi wangi dan bersepatu! Padahal biasanya kalo nganter jahitan doang bisa aja pakai baju seadanya, jaket dan sendal jepit. Pak haji punya HP tapi gak selalu bisa dihubungi. Padahal jahitan pak haji sudah ditunggu-tunggu demi jadwal launching produk yang tepat waktu. Sebagai Big Boss yang harus memastikan barang dagangan, emak2 ini kadang kesal sekali, pengen marah-marah, apalagi kalo lagi PMS kan bisa uring-uringan sepanjang masa. (jadi kalo kamu punya boss emak2, punya balita yang rewel malam2, lagi PMS, dan kehabisan stok dagangan, kelar hidup lo! )

Subuh demi subuh, pak haji tak kunjung datang. Raungan suara motor kami kira itu pak haji, terkejut bangun singkap korden jangan-jangan pak haji datang, ternyata bukan. Dering telpon tak terjawab dan sms tak terbalas. Beberapa hari kemudian, akhirnya ada yang datang subuh-subuh, tapi bukan pak haji! Anak pak haji, lho? Pak haji kemana mas? Tanya suamiku ke mas2 itu, “lagi sakit pak” . Deg.. hatiku langsung merasa bersalah, semua omelan yang aku siapkan kandasss.. mana bisa lah ngomel2.

Akhirnya telfon ku diangkat pak haji “iya kak, ini masih dijahit kak yang model ini…”, pak haji langsung nyerobot bercerita tentang jahitan dan jahitan. “bentar pak bentar, saya nggak menanyakan jahitan, saya tanya keadaan pak haji, pak haji sakit apa? “, “Oooh..ini kak biasa meriang meriang panas”.

Beberapa hari kemudian akhirnya Pak haji datang membawa jahitan lagi, entah tim jahit pak haji bertambah entah penjahit lamanya telah kembali bekerja, ini berkah banget buat kami karena sales semakin tinggi dan setiap upload cepet ludes, maka sekali stok pak haji masuk database, setidaknya customer aman gak ngamuk-ngamuk kehabisan. Kali ini pak haji datang tidak dengan motornya lagi, karena anaknya sudah bisa pesan grab untuk mengangkut barang jahitan. Namun namanya juga pak haji, meskipun sekarang gak pakai motor lagi, ternyata ada drama lagi.

Kali ini supir grabnya yang notabene anak muda milenial, ngeyel sengeyel-ngeyelnya bahwa dunia ini hanya terbaca oleh Google Maps, sedangkan pak haji adalah manusia lama yang sangat percaya rute karena telah beratus ribuan kali melewati rute yang sama, pun begitu dia tidak bisa mengalahkan argumen driver milenial. Anak pak haji udah bener nge-pick location sesuai alamat tujuan, namun si driver ini sok tau malah mengganti rute mungkin supaya lebih cepat, tapi ternyata dia nge-pick location beda titik, malah perumahan lain yang kebetulan alamatnya mirip. Katakanlah harusnya Griya Permai Jaya, eh dia malah nge pick Griya Permai Residence. Udah gitu ngeyel banget, bahwa itu lokasi yang benar dan memaksa pak haji turun di depan rumah entah siapa itu dalam keadaan membawa tumpukan jahitan yang kebetulan tanpa karung, karena semua hanya ditumpuk di jok mobil grab. Pak haji minta diturunkan dekat jalan raya supaya dia bisa naik taksi menuju lokasi yang benar, tapi si driver tetep tidak mau tahu dan memaksa pak haji turun di tempat yang tidak jelas sesuai apa yang ada dalam Maps aplikasinya. Sungguh sangat kurang tata krama pada lelaki sepuh seperti pak haji. Subuh itu juga pak haji telfon dan bercerita. suamiku langsung bertolak menjemput pak haji. Dan Masyaallah tak tega melihatnya, pak haji ditelantarkan supir taksi online itu di pinggir jalan, tanpa jaket dan tanpa alas kaki di tengah angin subuh yang dingin, karena apa? jaket dan alas kakinya digunakan untuk alas tumpukan jahitan yang sangat berharga itu. Pak haji tetaplah pak haji.

Musim duren berganti musim rambutan, Ramadhan demi Ramadhan, sales semakin meningkat, gudang makin penuh sesak. Kantor kami perbaiki, gudang kami tambah, penjahit semakin bertambah. Pak haji datang dan mencoba kursi putar baru kantor kami, yang dulu hanya penuh karung dan karung, bahan dan bahan, sekarang Alhamdulillah kinclong full AC dan ada kursi putar ala-ala kantor beneran. Pak haji pun terkekeh subuh tadi, “ Wah ini nanti perlu cetak kartu nama kak, jadi direktur nih, hahaha”. Tawanya sangat sumringah kalau lagi nganter jahitan banyak. Pak haji tetaplah pak haji, di tengah kesibukannya mengomando tim jahitnya, jangan salah, pak haji ternyata punya pesantren tahfidz di Padang, yang dia gratiskan untuk anak-anak di sana. “Iya kak, jadi ada ustadz nya bagus banget, eh dia tiba-tiba mengundurkan diri, ditarik sama pesantren sebelah, aduuuh hahaha.. Adaa aja masalahnya, yaaa yang penting pak haji jalani aja lah.. insyaallah berkah ya Kak, amiin yarobbalalaminn.. hahahaa” Begitulah pak haji, selalu berceloteh dan mendongeng setiap antar barang di pagi buta, padahal yang kami yang dengerin masih terkantuk-kantuk cengar cengir, namun cerita pak haji penuh semangat subuh-subuh selalu menggelegar memaksa kami bangkit. Duh kita ini, badan masih sehat, usia masih muda, masak kalah semangat sama Pak Haji. Terima kasih pak haji.

Advertisements