Ini Dia Cara Membesarkan Anak dan Bisnis Online ala Emakpreneur (part-1)

Hahaha, sebenernya tema ini bakalan panjaaaang ceritanya kalo ditulis di blog, rencana mau aku bikin jadi draft buku aja, tapi lama-lama kalo idenya ga ditumpahin ke blog, ga akan bisa terwujud juga jadi buku. So I decided to write it meskipun belepotan dan alurnya ga jelas.
Garis besar pembahasan kita akan seperti ini kira-kira :

1. Memulai membuka Online Shop

2. Menyiapkan Perangkat Start Up

3. Jual, Jual, dan Jual

4. Membangun Sistem Online Shop

Untuk masalah “mengapa harus membuka online shop, atau motivasi-motivasi bisnis, aku rasa banyak buku yang sudah membahasnya. Apalagi sebagai emak2, hampir 99,9% alasan membuka bisnis pasti adalah = pengen deket sama anak dan tetep berpenghasilan. At least jika kalian mempunyai niat seperti itu, go get it. Mari kita mulai kuliah kita :) *kuliah ini akan ter-pause sewaktu2 kalo anak keduaku bangun ya wkwkwkwk.

1. Memulai membuka Online Shop.
PRODUK. One thing for sure adalah tentukan produk apa yang mau kita jual, pastikan itu sesuai passion dan selera kita. Jangan terlalu memaksakan diri, misalnya pengen jualan aksesoris wanita karena margin nya-tinggi, tapi kamu adalah cowok yang cool and sporty dan gak tau menahu model-model aksesoris wanita masa kini. Atau misalnya pengen jual kosmetik tapi dirinya sendiri malas banget pake kosmetik dan sayang banget belanjain duit buat kosmetik. Quit aja. Cari produk lain, yang lebih cocok dengan kepribadian.

SUPPLIER. Cari suplier produk yang mau kita jual. Ada banyak pasar-pasar grosir di kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya. Go hunting! Saran saya, kalau bisa jangan cari suplier online. Karena sesuatu yang di ‘darat’ biasanya lebih murah daripada online, produk yang mau kita beli bisa dipegang langsung sehingga kita bisa tau persis kualitasnya, sebagai bekal mengabarkan dan mempromosikan ke calion customer. Pengalamanku, dulu pernah cari suplier online dan gagal gara-gara barang yang aku beli kualitasnya bedaaa banget dengan yang terlihat di foto display, dan membuatku merana meratapi uang 500ribu yang telah kubelanjakan. Well, sebagai emak baru, tak bisa dipungkiri memang ruang gerak kita terbatas untuk moving belanja ke pasar grosir, Online pun jadi pilihan. Yang penting, cobalah dulu sedikit, rasakan kualitas produknya, kalo harganya oke dan kualitasnya mantap, punya suplier online pun jadi ide yang bagus. lately aku juga belanja online untuk bahan-bahan pembuatan bros aksesoris hijab olshopku, harganya memang lebih mahal sedikit dari harga di Mangga Dua atau Tanah Abang, tapi buat gue yang baru 1-2minggu ngelahirin, susah dapet izin suami outing for shopping wkwkwk, online shopping pun jadi solusi.

TOKO. Next is: bikin toko. bisa berupa facebook fanpage dulu, instead of website. Ini pengalaman, buka website itu harus SEO friendly dan design website harus menarik, and it cost lumayan a lot. jadi aku sarankan buka facebook fanpage dulu, dan untuk kepentingan SEO buatlah blog gratisan di Blogspot, WordPress, atau Tumblr. Kenapa facebook fanpage dulu? karena at least bisa promosi langsung ke teman-teman facebook yang kita miliki dulu. Meskipun teman-teman kita belum tentu mau beli produk kita, ga ada salahnya mereka ngasih jempol LIKE ke facebook fanpage olshop kita dan positifnya adalah, jumlah likers itu meningkatkan reputasi olshop. Nah setelah ada penjualan dan cash flow berjalan, soon belilah domain dulu, itu semacam www gitu deh, misalnya http://www.hijabwanitacantik.com, domain dulu aja yang murah, baru hire jasa web design sekaligus SEO kalo bisa dan kalo ada modal lebih. Kalo kita sendiri yang ngerjain web design dan SEO bakal puyeng sendiri, belum anak-anak yang harus diurusin, Ingat, we are a mom! anak-anak & suami harus jadi prioritas, prioritas kedua adalah customer atau penjualan, nah untuk masalah web design dan SEO lebih baik outsource dari luar aja, mahal sih, but vvvthat’s a great help. Fokuskan pada promosi yang mendatangkan sales dulu, untuk memastikan cash flow tetep jalan.

ups, my son need me, see you later :D

Advertisements

Habis ngisi Study Tracer ITB

Tak ada tujuan lain kecuali pengen dapet undian gadget gratis :D, hehehe.. mudah-mudahan dapet IPAD ! aminn..
Pintar sekali Career Center memahami keinginan anak muda, well meskipun sebenarnya aku jauh lebih suka bunga daripada gadget. But gadget help me earning money :D
Study Tracer itu semacam kuesioner untuk mengetahui jejak para alumni ITB angkatan 2006, dengan IPK sekian, dan Jurusan sekian itu setelah lulus jadi apa sih? ilmu dari kampus apa aja yang bermanfaat buat pekerjaan? bekerja atau berwirausaha? omset/penghasilan? gonta ganti pekerjaan berapa kali? habis lulus berapa lama dapet kerja? dll. detaiiil banget, hehehe
Yang paling seru adalah pertanyaan :
Apa alasan Anda memutuskan berwirausaha?

dan inilah jawabanku :D
cita-cita     sodara2 you know lah, cita2ku dulu adalah to be a great scientist :D
melanjutkan usaha keluarga 
penghasilan lebih besar
passion/ keinginan pribadi
buka lapangan pekerjaan baru
waktu yang fleksibel
bebas / tidak bergantung
malas melamar kerja
tantangan
peluang pasar

Dan yang paling ekstrim adalah : berapa besar pengaruh bidang study dengan pekerjaan Anda?
SANGAT KECIL :D
yang paling bermanfaat dari kampusku tercinta adalah ilmu manajemen berorganisasi, tanggung jawab, ngerjain tugas dikejar deadline (sekarang dikejar target omset yang tak terkejar huaaa) , kepemimpinan, inisiatif. dan KREATIVITAS! dan aku sangat ga menyesal dulu ikutan lomba2 penelitian ketika teman2ku hanya sibuk dengan kuliah, mulai ikut PKM pas TPB dan gagal submit proposal gara2 gw takut ditaksir patner huahaha (ini alasan syar’i tau), ikut lomba indofud ama uta, dewdew, muklis, dengan niat yang tulus memajukan pangan Indonesia dan ga menang, ikutan PKM ama profesor Hegar, Teh Nadia, dan Lala dan dapet medali Perak! , dan yang paling mengesankan ikut lomba CPDC Teknik Kimia UI dan tadinya di-underestimate ama suamiku “kamu anak farmasi masak ikut lomba anak tek kim, kayak bisanya lari tapi ikut lomba renang” eh tapi Lolos Final, lantas suamiku pun shock dan membantuku habis habisan.. alhamdulillah menang Juara 3 (Yang juara 1 dan 2 mereka berkelompok, and I’m alone, so total hadiah paling banyak adalah milikku :D) ga sendiri juga sih, dibantu suamiku dan dek Fitri a lot!. Apalagi ya,   ikut2 study exchange ke Jepang saat semuanya jarang lihat pengumuman study abroad :D , enjoy setahun di Jepang, and I love it :p . Rasanya tiap jam hidupku di ITB penuh Tantangan. dan itulah yang sesungguhnya mengajarkanku banyak hal :)

Yang sangat mendukung pekerjaanku sekarang tentunya tak lepas dari aktifitasku di unit bernama GAMAIS alias Keluarga Mahasiswa Islam ITB, waktu itu aku jadi Tim Marketing Annisa Day (bahwa muslimah itu harus sholehah dan juga perlu merawat diri dan cantik, kita kerja sama dengan Wardah waktu itu) . Nah saat itu aku dan tim di coach langsung oleh Kang Rendy yang saat ini jadi trening kondang dan berbayar :D dulu Kang Rendy habis trening dari Tung Desem Waringin katanya, dan pas masih fresh ilmu seharga 10 juta (mahasiswa kalo ga kayak ga mungkin ikut trening begituan) itu ditumpahkan ke kita :D. Dan Alhamdulillah aku merasakan manfaat dan berkahnya sekarang :) Makasih Kang Rendy and GAMAIS

Ilmu marketing kedua kudapat langsung dari Guru Marketing Dunia yaitu Hermawan Kertajaya di kantor kedubes Indonesia di Jepang, pas masih di Tokyo. Laras yang ngajakin aku ikut karena beliau orang marketing keren tingkat internasional. dan dari situ kutahu bahwa Market is Flat. Pasar itu ga pernah jenuh. cerita lengkapnya aku pernah posting deh –> https://fakhria.wordpress.com/2010/01/06/selama-ini-kukira-marketing-hanyalah-pekerjaan-salesman-yang-ngetok-ngetok-pintu-ternyata/
Jadi kesimpulannya, ternyata Life Changing Moment itu kadang tak pernah kita sadari saat melakukannya, tapi yakin saja itu akan bermanfaat besar untuk masa depan kita :) Mari belajar sepanjang masa!

Tips Bisnis Online untuk Pemula

Gud Nite Ladies.. seperti Work-at-Home-Mom lainnya saya biasa melakukan riset pasar, kompetitor, maupun merancang strategi bisnis di malam hari, ketika anak dan suami terlelap, ketika itu pula emak-emak mencari nafkah (biyuh-biyuh.. bahasanya boong bangett ;p padahal cuma berakhir dengan ngeblog dan kerjaan masih numpuk, haha.)

Kali ini saya mau sharing aja tentang tips memulai bisnis beneran, ingat bisnis beneran ya, saya ngga akan nampilin saldo rekening saya atau testimoni-testimoni ibu rumah tangga bergaji jutaan yang ujung2nya mengajak anda bergabung jualan kosmetik, Oh NO! bukaaaannn!! sekali lagi bukan! saya pernah juga tergoda iming2 itu dan mungkin memang bukan rezeki saya, akhirnya saya bangkrut seminggu setelah join bisnis macem itu, hehe. Akhirnya saya tau alasannya kenapa saya bangkrut, dan itu akan menjadi point penting nomor satu :

PASSION!

Kalo kamu bukan wanita yang setiap bulan hobi banget spending money buat beli kosmetik banyak, atau bukan seorang yang sering mengeluh “duh kok bedak gue cepet banget abisnya”, atau bukan seorang yang sering menolak ajakan temen karena ada jadwal luluran mingguan, plis stop jualan kosmetik deh. Serius, setinggi apapun bonus yang di-iming-imingkan kalo kamu aja ga tau cara make barang yang kamu jual, ga akan pede ngejualnya. Maka saya rasa itu cukup menjadi faktor penting kebangkrutan saya kala itu, hahaha.
Satu hal yang penting yang bakal bisa membuatmu enjoy menikmati suka duka bisnis adalah PASSION. Note that. Temukan passion-mu dulu, hobi kamu apa, kesukaan kamu apa, and be serious with that. Kalo kita melakukan hal yang kita senangi, ga akan kerasa capenya, setiap development menjadi sangat asyik, setiap kompetitor menjadi tantangan baru, dan lama-lama kamu ga sadar, bahwa saldo rekeningmu pun melampaui emak-emak penjual kosmetik itu. Trust me.

Terus gimana cara menemukan passion kamu?
1. Coba cek deh, barang apa yang paling sering kamu beli dalam sebulan, atau barang apa yang sering kamu intip di online shop? atau barang apa yang paliiing kamu idam-idamkan sampai harus menabung untuk mendapatkannya. Nah, dari sana mungkin akan ada titik terang. Itu pula lah secercah cahaya yang saya temukan sedemikian hingga saya terjun ke dalam online shop saya hehe (oh itu web nya masih under construction, ini facebooknya)

2. Gugling (baca googling) bisnis apa yang paling kamu inginkan. Nah dari gugling tentang “kerja di rumah” atau “kerja online” lah saya kala itu tergoda dengan bisnis yang saya ga tau apa, tiba-tiba ada banyak testimoni dapet duit banyak lah, kerjanya gampang lah, dapet bonus mobil lah, ga disebutin bisnisnya apa, eh ternyata jualan kosmetik yang saya sendiri jarang beli, dan berakhir gagal, hehehe. Tapi ngga papa, apapun yang bernama kegagalan itu menjadi lesson learned yang berarti dalam pengalaman berbisnismu!, Jadi saran saya, jangan googling tentang “kondisi yang kamu inginkan” semacam : kerja di rumah, penghasilan besar dalam sekejap, udah lah yang realistis aja lah mbak.. Googling-lah tentang informasi peluang pasar, supplier, atau bahkan proses produksi, strategi marketing, dan lain-lain, niscaya itu akan lebih bermanfaat.

3. oh ya, jangan lupa juga “gugling” juga di toko buku! kadang informasi ga selamanya gratis lho, well.. numpang baca doang di Gramedia, Leksika, Kinokuniya, pun kadang bisa jadi life-changing-moment lho! dan sejauh pengalaman saya memang, membaca buku memberi informasi yang lebih detail daripada sekedar googling. setengah tahun lalu pas awal2 start up aku sering banget (sambil gendong Aldin yang baru 2bulanan!) numpang baca-baca di Leksika hehe, dan ternyata itu worth it meski pundak pegel, wkwkwk. Kalo udah ga tahan gendongnya ya udahlah give up aku bawa tu buku ke kasir :p. Baca buku tu penting sodara2.. sampai saat ini to read list saya pun masih menumpuk, begitu pula to do list.. haha,

so, to be continued yaa :)

Emak Kembali Bermain :’)

Alhamdulillah resmi sudah karyawanku ada dua sekarang, reseller luar negeri nambah lagi dari Singapur, makin banyak reseller rasanya makin enak, stok cepet habis hehe. Suamiku juga sangat support dengan ide2 cerdasnya, bahkan sambil Training Geothermal pun dia bikin SOP manajemen order, wkwkwk istri mana yang ga akan terharu coba?
Tapi yang paling penting adalah, my precious time terselamatkan, sekarang aku ga lagi stuck di laptop saat Aldine butuh kasih sayang.

Dulu, pas belum ada karyawan, saat jualan rada rame dan pas mau closing order pas banget pas Aldine need me, ooh rasanya pengen nangis.. Ya Allah emak macam apa aku ini, kalo ada emak-matre-award, pastilah aku jadi nominasinya. Anakku sedih-hampir-nangis aku malah ngurusin customer. Anakku butuh dipeluk aku malah ngetweet. Anakku ngompol aku malah bbm-an, anakku pengen main aku malah fesbukan, oh tidak, baru kali ini rasanya punya duit banyak tapi hati gak bahagia, ternyata kebahagiaan itu emang bukan dari duit sodara2. Camkan ini baik2. (maklum, saya kan emang jarang punya duit banyak, jadi pas punya dikit aja rasanya seneng banget, but not for this case).


Awal-awalnya bangga karena aku bisa earn money dan tetap di samping anakku, tapi lama-lama orderan meningkat tapi kok rasanya ada sekeping hatiku yang tersayat-sayat.. ketika Aldine menepuk2 pundakku, ketika Aldine tersenyum padaku, ketika Aldine menarik2 tanganku minta ditetah, ketika Aldine ngintip2 minta main cilukba, seketika itu pula air mataku tak terbendung. Aku tak bisa membohongi diriku sendiri, melting dan speechless jadi satu.

Itulah sebabnya, hari ini aku seneng banget bisa bacain buku buat Aldine, maen-maen ampe puass.. sementara earn money tetep jalan dengan manajemen yang baik oleh kedua partner tercintaku.
Alhamdulillah kegalauanku mulai terurai dan terhempaskan.
Ya Allah, terima kasih banget, aku sangat bersyukur atas segala karuniamu

Benar kata Ibu2 di ITBMotherhood

Kalo kita mau ngejalanin bisnis, wajib hukumnya punya karyawan,  biarlah customer karyawan yang pegang, anak sendiri tetep kita yang pegang

Apa jadinya kalo Scientist jadi Hijabholic

Hidup di Jakarta selain mengajarkanku bahwa hidup harus bekerja keras, juga membuatku tahu bahwa terkadang hal-hal yang selama ini kuanggap aneh menjadi sangat biasa di ibu kota. Hal-hal yang tak pernah dilanggar di kampung halamanku seolah menjadi cemilan yang lumrah.

Ada mbak-mbak, cantik, baca buku (it means terlihat smart), tapi ternyata di balik bukunya dia menghisap rokok. Adapula yang lain yang cantik, polos, mengantri menuju kasir Alfamart di belakangku, teryata dia beli rokok dan merokoknya. Dan yang paling miris di hatiku adalah ketika melihat seseorang berjilbab dengan manis dan anggun.. terdiam duduk menunggu sajian steak, ternyata sambil merokok!! Oh NOooo rasanya sepeti pengen ngomel-ngomel ceramah abcdefghijklmnopxxxxxzz tapi apa daya semuanya tercekat dalam hati dan hanya muncul sebagai kernyitan-kernyitan di dahi. Ga perlu diceritain lagi lah ya, jeleknya rokok buat anatomi fisiologi jiwa raga manusia. Harusnya di dunia perokokan, dibikin aturan “Dilarang Membunuh Manusia” agar di dunia ini aturan “Dilarang Merokok” manjur.

Well sebenernya targetku Oktober ini mau launching produk baru dari my original brand sendiri kan, tapi ada sedikit masalah dengan pihak penjahit, walhasil molor deh. Dipikir2..kalo seandainya aku jualan hijab scarf bukan untuk nyari duit semata. Pengeeen banget bikin jilbab yang langsung berubah warna belepotan kalo si pemakainya ngerokok! hewwhh.. harapannya, sekali tu orang ngerokok, langsung bad style aja lah dia, confidence jatuh, and then stop smoking.

Tapi harus dibikin material yang bisa menangkap sensor nikotin rokok kali ya, bukan asap rokok, soalnya kalo misal si hijaber itu naik angkot dan kena asap rokok pak supir kan kasian ntar kalo jilbabnya ancur. Sensor kimiawi maybe ya. Tapi dilihat dari segi bisnis, mana ada yang beli? hehe atau kita sembunyikan saja diam2 sensor kimiawi itu, misalnya saja ia berwujud seperti cairan sprayer kayak Rapika, semprot-setrika-beres.

Ah tapi ide ini terlalu gila. Lebay gitchu looh. Terkesan terlalu mengkait-kaitkan jurusan kuliah dengan pekerjaan. Hahaha. Anyhow Anyway, meskipun kerjaanku sekarang ga ada nyambung2nya secuilpun  ama judul Tugas Akhir yang jauh-jauh diambil di Jepang itu, (“Toll-Like Receptor (TLR) 1-9 Identification of Innate Immune System in Mouse Embryonic Stem Cell“, baru pertama kali ini gw merasa horor baca judul TA ini) yang penting menurut Sabda Pak Rektor ITB Kusmayanto Kadiman, sebagai lulusan ITB dosaku akan berkurang satu, yes! Jadi kata beliau itu, dalam pidato penyambutan mahasiswa baru jaman dulu (gw angkatan 2006, tau ini juga warisan dari kakak2 swastah). Berikut sabda Kusmayanto Kadiman yang fenomenal itu:

Ketika kamu masuk ITB, kamu telah menambah satu dosa, karena telah menyingkirkan ratusan sampai ribuan orang yang ingin masuk ITB. Dosa itu hanya bisa ditebus dengan menjadi entrepreneur dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Jika tidak, kamu akan menambah satu dosa lagi karena telah merebut jatah ratusan penduduk Indonesia untuk bisa mencari nafkah.”

Yey! Kamis nanti karyawan, eh karyawati pertamaku datang! Yth Pak Kusmayanto Kadiman, Alhamdulillah pak, dosa saya sebagai alumni ITB berkurang satu kan ya? pliss :D

Macam-Macam Customer Tingkat Dewa

Hehe, ini ceritanya aku mau cerita tentang macam-macam customer yaa.. atau bisa juga dibalik: customer yang macam-macam. 3 bulan menjalani hidup sebagai emak-emak penjoeal kerudung online membuatku sibuk tingkat emaknya dewa sekaligus mempunyai teman baru bernama customer tercinta, berikut liputannya :D

1. Customer Tertib dan Baik Hati

ini adalah customer favoritku, yang order sesuai aturan dan mau bersabar mengantri :D, kalo aku mendadak jadi nihonjin pasti bilang : omataseshimashita.. dengan senyum setulus lautan biru :) udah gitu customer ini yang suka konfirmasi kalo paketnya udah nyampe dan dia seneng banget, nah apalagi kalo si sista ini uplod fotonya pas lagi make produk kita, wuiiiihh.. rasanya pengen ngasih bonus hijab sekarung hehe.. *tapi takut bangkrut sih :p

2. Customer Sayang Istri
Lha? emang ada cowo yang beli?? ngga sih, Jadi mereka ini adalah suami-suami customerku yang rela berkorban jiwa dan raga agar istrinya senang, yaitu dengan mengambil order langsung ke saya menembus macet dan polusi Jakarta yang subhanalloh. Nah sedangkan istrinya berada di luar jawa atau di desa terpencil gitu, paket shawl-nya akan dibawakan buat oleh-oleh untuk istri tercinta, hehe. Haduuuuuhh so sweeet gak seeeeeh?? aku ceritain ke suamiku dia malah manyun,  “Ah kamu ini orang ngasi jilbab ke istrinya aja terharu, buat kamu, nyawa ini pun tak kasih say..ready stock!” #eaaa

3. Customer Galau

Adalah customer yang melampiaskan kegalauannya di fanpage facebook Hijab Wanita Cantik, alias curhat ke saya. Ada yang pengen order tapi cuma 1 biji dan nanggung ke ATM dan ga bisa sms banking, ada yang rumahnya di pelosok Indonesia dan takut dibohongin olshop dikira ga ngirim paketnya, terakhir ada yang lagi habis putus ama cowonya, dan minta dikenalin dengan cowo berhati mulia. Wah, sis kalo ada cowo berhati mulia yang saya kenal, maka pastilah ia suamiku, mana mungkin aku kenalin padamu :D

4. Customer Salah Tafsir
Nah, kalo ini rada parah. Nama online shop saya kan Hijab Wanita Cantik, yang saya jual adalah Hijab atau pakaian/kerudung syar’i buat muslimah, Mentang2 judulnya Hijab Wanita Cantik, saya dikira Jualan Wanita Cantik! Oh my GOD..  Ya udah deh, mumpung saya lagi baik, saya bantu nyebarin no hapenya ya, tapi saya ga tanggung jawab kalo ada apa-apa ya.
Image

Well then, anyway anyhow.. sejujurnya aku bersyukur banget punya banyak customer, dari seluruh penjuru Indonesia pulak! dan itu membuat wawasanku lebih terbuka akan betapa banyaknya daerah di Indonesia yang minta dijelajahi. Waihaong, Lembursitu, Pangkalanbun, Pangkalpinang, Palembang, Mataram, de el el.. Dan terutama, kalo bukan customer siapa lagi yang turut berpartisipasi aktif menaikkan omset! hehe alhamdulillah.., dan perlu diyakini bahwa sesungguhnya customer adalah milik Allah, Allah lah yang gerakin hati dan tangannya untuk klik mouse dan hape untuk order, ah Subhanalloh… menjadi pengusaha nampaknya berprospek menjadikanku sebagai wanita (cantik dan) sholehah.. harus rajin berdoa dan bersedekah biar setiap detik penuh berkah. Nampaknya aku cocok jadi pengusaha aja, daripada jadi dosen. kali ya?