Syujun 18 Weeks : Thermaljelly, delicious therapy for diarrhea

Alhamdulillah Syujun has grown and grown for 18 weeks by now, although the previous days we sick together. Struggling with the unknown reason acute diarrhea.  I guessed it could be infection or something from foods, since I had a fever too. For this first diarrhea with Syujun I had a new therapy, this is not the medicine of any pharmacist (I am?!) or any best pharmacist on earth, even a doctor or jamu maker, but from my engineer uncle.

He is a smart mechanical engineer who can create any machine everybody ask, especially burning related machine. Playing with high temperature is his every day’s job. The way he understand the body is sometimes just as simple as understanding his machine. So this is how it is like : Thermaljelly! and it worked very well for me and Syujun.

The mechanism is not a pharmacological strict way, neither is complicated mechanical calculation, but lets think it as a simple elementary school student, to know how it works in a thermodynamical way:

1. Pick any jelly powder you like, I prefer chocolate flavor, and cook it based on its cooking direction. Pour into a bowl.

2. Let it be a little bit warm for a while. Let a little heat transferred to the air to make it edible.

3. Drink it while it warm! Timing is important. I only could drink a half of that big bowl, though. But due to our 37 degree Celsius body assumed to be colder than its warm gel, the heat will transferred automatically causing the gel formed, slow but sure.

4. Let it flow in your upper throat, clot inside your gastrointestinal tract, and its polymer fiber will become solid when arrive in your lower tract. End. It will stop your diarrhea instantly after a couple hours.

Does anyone have a more delicious and powerful diarrhea medication than this?

Advertisements

Resep Tempe Mendoan

Selamat datang di dapurfafa..! Resep kali ini adalah tempe mendoan. Sering banget menemukan makanan ini pas jalan-jalan ke Kampung Gajah, Pasar Seni ITB,  Car Free Day, dan tempat -tempat ramai lain,  (bahkan di AASP Conference, Konferensi Farmasi Asia Pasifik, ada dong!) , tapi sayangnya kadang harganya bo’, mencapai 10 rebu per biji! wahaha, padahal harga mentahnya rata-rata cuma Rp 250 per biji. Maka saatnya bereksperimen di dapurfafa! Berikut resepnya:

Bumbu halus : Bawang putih, kunyit, kencur, kemiri, ketumbar, merica bubuk, garam. Kunyitnya rada saya banyakin, soalnya kunyit mengandung antbakteri, antioksidan, dan antikanker, bagus buat tubuh kan?. Tapi kalo mau warnanya ga terlalu kuning, jumlah kunyit bisa dikurangi kok, suka suka kita.

Bumbu jaket tempe (tempe coat, hehe) : tepung terigu, daun bawang, air.

Tambahkan air.. aduk-aduk. Kekentalannya bisa diatur, kalo suka yang rada tipis dan ada sensasi bintil-bintil renyah tepung maka tambahkan air sampai rada encer, kalau suka yang rada tebal dan bumbu menyelimuti seluruh permukaan, airnya dikit aja. Kali ini saya pake yang rada kental, soalnya si ganteng suka bumbu tepungnya, katanya  ini rangking satu di antara seluruh tempe mendoan yang ada di muka bumi, haha lebay!

Siapkan tempe yang belum begitu completely fermented (lebih fresh yang di pasar tradisional, biasanya dibungkus daun, kalo beli di supermarket kadang suka overfermented dan rasanya ga banget). Lumuri tempe dengan bumbu, goreng sampai setengah matang atau matang. Ini sesuai selera, kalo yang biasa dijual seringnya setengah matang, tapi saya suka yang rada matang biar ga begitu oily. dan Ini diaa…

tempe mendoan

Siap dinikmati selagi hangat!  Rasanya mak nyuuuss banget :) dan tentu saja sehat untuk tubuh kita. Sebagian besar protein dalam kedelai akan mudah dicerna tubuh jika telah menjadi tempe, that’s why orang-orang Jerman mati-matian nyontek pengen bikin tempe kayak di Indonesia (Profesornya pernah datang ke kampus saya). Para vegetarian juga menempatkan tempe sebagai makanan tinggi protein pengganti daging.  Terus ada yang namanya Deidzein dan Genistein yang bagus banget sebagai antioksidan. Sedap, Lezat, Hemat, Sehat lagi!

Syujun 10 weeks: Ngidam?

Syujun  (Syufyan Junior) lagi growing menuju usia 3 bulan! usia kehamilan fenomenal yang identik dengan morning sickness yang lebay kayak di sinetron-sinetron, ehehe.

Begitupun perjalanan perkembangan syujun, hari-hari pertama usia 3 bulan ditandai dengan nausea and vomiting every morning 3 hari berturut-turut, fiuuhh.. Padahal saya telah memanfaatkan rukhsah as non-shaum pregnant mom, tapi perjuangannya sungguh terasa. (For your information, berpuasa pada kehamilan trimester pertama masih sangat rawan, sehingga dokter dan hampir semua literatur yang kubaca juga tak menganjurkan puasa, dan ini diizinkan Allah).

Dan ajaibnya, ini adalah hal yang tak pernah dikeluhkan seorang ibu pada anaknya, seumur-umur sejarah manusia, ga ada yang protes sama anaknya dan mengungkit-ungkit “pas ibu hamil kamu nih, ibu harus muntah-muntah tiap hari nak..” suer nyaris ga ada, dan ternyata sekarang aku tau sebabnya apa. Karena, ketika seorang bunda bertanya dalam hati pada si kecil, “nak, kamu lagi ngapain? sehat kan di dalem?”, jawabannya adalah mual dan muntah itu yang berarti “aku sehat mama..”. Continue reading

Tumis NARUTO

Benda bulet-bulet かまぼこ (kamaboko) yang ada motifnya seperti iket kepalanya si Naruto itu ternyata enak dimasak tumis dengan sayur!

Ingredients : wortel, sawi, jamur, naruto (kamapoko bermotif naruto), bawang bombai, garam, gula, black pepper, minyak goreng, margarin, saos tiram, 1 sdt bumbu tumis koki*a (yang isinya bawang putih, merica, garam)

Enak banget, Sehat pula, no MSG added!

Bikin PIZZA pake Wajan!

Malem-malem iseng search di google dan segalanya tentang “bagaimana caranya membuat pizza pake wajan”. Nah, Alhamdulillah, resepnya telah kutemukan. Telah diuji coba di dapur fakhria, dan teman-teman fakhria merespon.. “Enaaakkk!!” *ga tau memang karena beneran enak, atau memang enak karena gratisan, hehe.

Anyway, berikut ingredients nya : Continue reading

Oishii T’nT (Tuna ‘n Terong)

Yeahh! It’s Sunday! Time to cook!.. Taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!

This is my cooking experiment today.. I don’t know what is it name,, actually I want to cook a balado-like cuisine for tuna and terong (eggplant) but the result is not spicy and totally different from balado! Haha, so.. I think I will named it TnT (Tuna ‘n Terong). Continue reading

Bikin Siomay Yuuk..

Aku suka siomay. Salah satu hal yang membuatku bahagia dan bersemangat untuk tetap bertahan hidup di Bandung adalah siomay (halah…berlebihann..). Berhubung di Ngawi, kota kelahiranku, tidak ada penjual siomay dan Liburan semester ini aku berencana pulang ke Ngawi, maka mau tidak mau, agar bisa mempertahankan hidup di Ngawi dengan bahagia, aku harus bisa membuat siomay sendiri! (halah.. tenan po ra?..)

Maka eksperimen pun dieksekusi. Beberapa hari sebelum aku pulang ke Ngawi, aku browsing di internet untuk mencari resep siomay dan keesokan paginya aku langsung pergi ke Pasar Balubur, siap berjuang! Eh, belanja maksudnya.

Taraaa!

Bahan-bahannya adalah:

  • Ikan tenggiri (ga ada di pasar balubur, jadi ikan apapun namanya aku beli saja, kalo ndak salah harganya 3000 rupiah)
  • Daging ayam (ini aku modifikasi sendiri,beli saja 2000 rupiah di Balubur, ndak usah banyak2)
  • ½ Kg Tepung sagu (bisa juga memakai tepung kanji)
  • Telur 1 butir (ngirit nda,,)
  • 3 Bawang merah
  • 4 Bawang putih
  • Air secukupnya
  • Kulit Pangsit (di Balubur ga ada, sulit ditemukan lebih tepatnya, akhirnya aku membeli dari mas2 penjual siomay di dekat SD Pelesiran, hehe trima kasih mas!)
  • Merica bubuk sedikit aja (trima kasih Mbak Fidah.. yang telah memberiku merica bubuk )
  • Gula pasir (dikit aja)
  • Garam secukupnya
  • Penyedap Rasa (saya pakai Royco (bukan ngiklan), kandungan MSG nya tidak 100%, sedikit saja. Ingat kata Pak Emran, konsumsi MSG tidak boleh lebih dari 300mg/hari. Nah, bagi yang telah Praktikum Meracik, mungkin bisa mengira2 agar tidak sampai 300mg)
  • Jeruk nipis
  • Kecap manis

 

Untuk Sambalnya :

Sebenarnya cara membuatnya mudah, seperti membuat sambel kacang untuk pecel, tapi karena keterbatasan alat dan karena anak kosan biasanya suka yang lebih praktis, jadi beli saja sambel pecel di pasar (saya sih punya yang lebih enak, sambel pecel buatan ibuk saya dikirim dari Ngawi) lalu lakukan modifikasi dengan tambahan bumbu sebagai berikut : 2 buah bawang merah, 1 buah bawang putih, garam, gula,penyedap rasa, satu sdm tepung terigu, 100cc air, 3 sdm minyak goreng.

  • Nah, pertama-tama masukkan minyak goreng, tunggu sampai panas, masukkan bawang merah dan bawang putih yang telah diiris, tumis hingga harum
  • Tambahkan air sekitar 80cc (sisanya 20cc untuk melarutkan tepung terigu), tunggu sebentar hingga mendidih lalu masukkan sambel pecel, aduk hingga homogen
  • Untuk meningkatkan viskositas sambal, tambahkan 1 sdm tepung terigu yang telah dilarutkan dalam air,jangan dimasukkan langsung karena akan menyebabkan terjadinya koagulasi tak sempurna atau ‘gruntul-gruntul’, nanti performance-nya jadi tidak keren. (inget praktikum meracik lagi! Waktu itu pas bikin suspensi, suspending agent CMC-Na nya jadi ‘gruntul-gruntul’ gara2 airnya kurang panas)
  • Kemudian masukkan garam, gula, dan penyedap rasa secukupnya.
  • Aduk hingga homogen, jadi deh.

Aku sarankan agar lebih dahulu membuat sambalnya daripada siomaynya agar pas siomaynya jadi bisa langsung dicicipi. Sekarang saatnya membuat siomay!

Cara Pembuatan :

  • Bismillah dulu (eh, tadi sebelum bikin sambel harusnya juga baca bismillah dulu)
  • Hancurkan ikan sampai lembut, buang tulangnya, begitu juga dengan daging ayam, cincang keduanya sesadis mungkin (hihi). Kemudian rendam dalam air yang diberi penyedap rasa dan sedikit irisan jeruk nipis agar tidak amis.Diamkan agar bumbu meresap.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih yang telah dihaluskan, tambahkan garam dan gula. Angkat jika telah harum.
  • Campurkan ikan dan daging ayam yang telah teraniaya tadi dengan tepung sagu, perbandingan antara cincangan dan tepung sagu adalah 1 : 1.
  • Kemudian masukkan bumbu yang telah ditumis, tambahkan penyedap rasa, tambahkan air sedikit demi sedikit lalu diaduk hingga membentuk massa yang plastis
  • Cetak di atas kulit pangsit, atau dimodifikasi : dimasukin irisan telur rebus,dilapisi tahu,dimasukin wortel, dll sesuai kreativitas masing-masing.
  • Lalu dikukus selama 30 menit.
  • Selamat makan…… J coba cicipi bersama sambalnya yang telah ditambahi kecap manis dan sedikit perasan jeruk nipis
  • Enak banget, serius!! (Weiitss, jangan lupa berdoa sebelum ma’em..)

 

Dan teman-teman kosanku pun senang karena dapet siomay yang lezat.. Hehehe