Pagi yang Teduh di Narita

Tokyo, 9 Agustus2010, 8.59 am

Tebak aku lagi dimana? Narita Airport!!! Whoa! Sejam lagi aku terbang meninggalkan Jepang.. T_T” .berjuta rasanya, sungguh. Sedih. Senang. Campur aduk. Sedihnya karena mulai hari ini aku tak lagi bisa maen2 dan bersenang-senang di salahsatu the most awesome part on earth called Japan. Senangnya adalah, sebentar lagi bulan Ramadhan dan kalo aku pulang ke Indonesia, (well, especially Bandung) ga akan berpanas2 puasa di puuaanassnya musim panas Jepang yang menguapkan seluruh keringat.

Ini adalah postingan paling spektakuler nampaknya, di Narita gitu looh,, biasanya aku kan ngetik postingan di rumah, di atas meja, lha ini? Di Narita Tokyo! Haha depanku jendela berpemandangan pesawat2 berlalulalang, nampak Oke dan gaya betul postingan ini!

Anyway! Barusan aku deg2an parah!

Tahukah kau kawan..? kemaren, tepat sehari sebelum aku terbang, alien card ku ilaaaang! Dan sekarang aku kena batunya. Jadi kawan, kalo kamu pergi ke jepang dan dapet semacam KTP gitulah, jangan pernah dihilangin.Kalo dihilangin ntar bisa diceramahin kayak aku barusan, hehehe.

Alhamdulillah selamet, cuma disuruh menandatangani surat keterangan ngilangin kartu itu. Nah aku tulis reason-nya apa coba?

“I lost it in a way between school and home”, hehe, kayaknya sih petugasnya percaya2 aja, melihat gadis bermuka polos dan berkerudung pink, pake tas ransel pink bunga2, trus tas slempang hello kitty gede (karena saking gedenya, banyak orang yang nengok ke aku dan bilang kawaii.. *tasnya), dan tas jinjing berisi boneka kucing yang kepalanya nongol dari dalam tas, :D diam2 aku bersyukur bawa boneka banyak itu kadang menguntungkan.

Jadinya Continue reading

Si Fafa Pergi Mengaji

Adalah tak ada gunanya mengeluh tentang cuaca, Kawan. Tahukah kamu, kemarin siang, di tengah-tengah kabupaten Suzukakedai yang terik, lepas mengurus sel-sel punca di laboratorium, aku hendak melaju ke rumah seorang kawan, mengaji.

Nah, berjalan setengah berlari di tengah tiga puluh dua derajat selsius! Ditambah dengan humiditas yang tinggi,beginilah yang dinamakan musim panas—kata orang, bagi seorang gadis lugu berjilbab sepertiku ini bukan main panasnya. Aku mengikuti arah yang ditunjukkan google map menuju tempat mengaji, ya, jaman sekarang semua tempat bisa ketahuan dengan google map, kecuali Ngawi (mungkin), desa tempatku dilahirkan.

Tiba di spot terakhir yang ditunjuk google map, masih terbakar tiga puluh dua derajat selsius, keringat di baju bagai air merembes ke seluruh baju cucian, aku menelfon beberapa teman mengaji yang kuduga datang,tak diangkat! Berkali-kali hingga basah sudah bajuku oleh keringat, tak diangkat juga! Akhirnya aku Continue reading

Lost..

“Assalamualaikumm…”

Hosh hosh hosh… rushed to home, deadly sweaty exhausted.

“Huwaaa, aku nyasar lagi Ras!”

“Waalaikumsalam, haha, emang kapan kamu ngga nyasar fa?”

Hehe, bitterly smiling. Indeed, for me it was (really) hard to go somewhere far without getting lost. And that day, I just got home (and of course, got lost and even felt asleep in train so I missed the home station) from my hostfam’s house. And the day before yesterday, I was lost on the way home from baito (part time job). So that’s why, my roommate was not so surprise. It seems like almost every day I am lost.

But today I’m really happy tough. You know what? I am sure this is the VERY first time of my life time IN Japan. One Japanese-grown up-man asked me to guide the way! Well, maybe it was not unusual thing for me in Indonesia, when some foreigners ask me which direction to go. But in this case, among the Japanese people near Suzukakedai Station, I AM, an Indonesian head-scarfed girl, which is no one doubt that I AM THE FOREIGNER—who  always got lost and always be the one who ask the way to policeman. And the man, which is TOTALLY JAPANESE, ask me about the way, in JAPANESE LANGUAGE!.

WHATT?? At once, I thought he spoke to other Japanese people, but HEY, HE ASKED ME!

He just suddenly                                         : すみません、いいですか

Me, nervously,  have nothing word but     Continue reading

Don’t Judge the Snail by Its Speed

Okay, let’s see what would pop up in your mind when you saw the snail? It must be the “Lemot-est” (slowest) creature living on earth. But just now I read how scientist—and pharmacist too I think, could magnify its speed by methamphetamine, a kind of central nervous system stimulant drug. But, don’t imagine about the marathon competition of running snails, it’s about the memory improving speed of snail’s “brain”. Yes they did, the snails might be the slowest creature if you make them to run, but they could be faster to memorize something. The scientists make them learn not to extend their breathing tube in low oxygen level of methamphetamine-laced water, and the snails did faster and smarter to memorize it.

What happened yesterday was totally remind me about these things: if you can’t judge the book by its cover, so you must not judge the snail by its speed. I didn’t meet any snail yesterday though, yet Nikko is the awesome place with  so beautiful green and hilly scenery—I think I would glad to visit it someday in autumn season, truly it was awesome! Well, except the temples. I mean, although it was an old-ancient-famous temple, 8 months stayed in Japan could make you bored with the temples and traditionally Japanese things that previously seems so cool when you are not here. But anyway, I didn’t said that the combination of temples and Japanese hills scenery were too bad.

The thing that actually made me write about that snails and book’s cover judgment is about what I DID think about my Continue reading

Yokohama Trip :)

Jealously staring at my friend’s blog,Risi, who filled her blog enormously with fun trips in Japan, lead me to this post. I open photos files in my sweet Panasonic Lumix DMC FX-150, found out a lots picture that I didn’t touch again after that trip, except upload it on my fesbuk. Now, about Yokohama trip!

This is "Gudang Garam",hehe

This is my second trip to Yokohama (but I’m never bored), and there were Chinese New Year festivals. I love Yokohama especially Minatomirai rather than other city in Japan (that I’ve been visited), it was quiet and sooo Europe! And also, romantic! My lab-mate Minato-san told me that Minatomirai is deetosupooto (read: date spot). By the way, her name is Minato didn’t mean that she was born in Minatomirai or she had a huge family in Minatomirai, but Japanese always like that, their name sometimes just the same with the place name. “Miyazaki” is one of professor name in Tokyo Tech, but also name for a place in Japan, and also name one of Japanese restaurant in Bandung. Weird? Maybe Continue reading

Ditawari Balik ke Jepang untuk S2

Tahun lalu (beberapa bulan lalu sih) sebelum berangkat ke Jepang sebagai mahasiswa YSEP, temanku bernama Akhmad Syaiful Hidayat memberikan link blog senpai YSEP bernama Achmad Syaiful Makmur (nama depan yang sama bukan suatu kesengajaan,hehe) tentang suatu cerita bahwa harapan seorang professor YSEP salah satunya adalah agar mahasiswa YSEP nya kembali ke lab-nya untuk menjadi mahasiswa S2 atau S3. Dan beberapa hari yang lalu, kalimat itu terwujud!

Tahun baru ini, lab kami direnovasi, dan entah keberuntungan atau bencana, hehe, meja kerja profesorku (sensee) dipindah jadi dekat sekali denganku, kalau sensee lagi ada kursinya dan aku duduk di kursiku jarak kami mungkin kurang dari 1 meter!. Hehe. Namun Alhamdulillah sensee ku bukan tipe sensee yang dingin, jutek, apalagi galak dan bermuka seram, bahkan sensee orangnya baik banget. Sensee kami masih muda, setidaknya rambutnya belum putih semua, mengajak maen Es Seketing,  senang bercanda sekaligus menanyakan progress research sambil makan siang bersama dengan anggota lab.

Sensee sangat suka sekali mengajak mengobrol, terutama tentang makanan, dan makanan yang diceritakannya sering aneh-aneh. Makanan terakhir yang dibicarakannya adalah tentang makan belalang! Sensee bilang itu sangat enak, sambil ketawa-ketawa dan bilang Continue reading

Nagano, Maen Ski yang Tak Terlupakan

Senangnya maen ski kemaren! Pegel-pegelnya masih kerasa sih, lecet di tumit, memar-memar juga di kaki,, huff..!! tapi menyenangkan!! Haha. Aku dan teman2 YSEP dan non-YSEP yang heboh2 itu maen ski kemaren. Di Nagano, Hakuba Sanosaka. Dan saat itu adalah pertama kalinya aku menyentuh salju!! Bahagiaaa bgt rasanya, haha!

Dingin bo’! rasanya seperti masuk freezer, di mana-mana terlihat salju yang putih dan dingin.  Di Ngawi nggak ada yang kayak gitu (*ndeso mode ON).

Hari pertama adalah hari pertempuran terdahsyat yang pernah kujalani, awalnya aku berlatih meluncur di slope yang sangat landai, berhasil tanpa jatuh! Berkat ajaran sakti teknik-teknik dasar maen ski dari Mas Ibung, hehe. Selanjutnya dong.. aku memberanikan diri naik gondola dan sampai di ujungnya, bersiap meluncur meskipun deg-degan. Ini jauh lebih curam dari yang pertama! Walhasil.. aku jatuh terpontang-panting, dengan berbagai gaya jatuh, nabrak orang, nabrak salju (yaiyalah), nabrak semak-semak hahaha! Bahkan aku Continue reading