Khan Academy, belajar berasa maen game dan nonton film

Ini adalah saalah satu situs favoritku : Khan Academy ! Pendirinya adalah salah satu tokoh favoritku juga, Salman Khan, weeitss ini bukan pemaen film india boy! dia adalah lulusan MIT sekaligus Harvard, dan mengantongi 4 jurusan! kebayang lah jeniusnyah, dia emang tokoh panutanku lah di dunia pendidikan, mencerdaskan dunia dengan cara yang sangat cerdas dan sederhana!

Dan kerjaanya cuma nge-youtube, bikin video edukasi yang tadinya buat keponakannya, eh tiba-tiba dia mendadak merubah dunia! Donasi pun mengalir terus, berkat videonya yang gratis and downloable, semua orang di planet ini bisa belajar gratiss.. bahkan videonya dipake buat kurikulum dan bahan ajar di sekolah terpencil di pedalaman afrika sana. Dan situs ini juga yang membantu sedikit banyak pas belajar sidang kemaren, kalo lupa-lupa inget termodinamika, konsep2 biologi dasar, imunologi, fisika dasar, kimia dasar. Dan yang paling menggetarkan adalah matematika! enak banget ngajarnya kayak dosen tpb yang perfeksionis tapi sangat mencerahkan.

Nah, selain sesi video buat belajar, Khan Academy juga punya sistem Game Matematika yang oke punya. Sodara sepupuku yang masi kelas 2 SD yang suka banget nge-game pun ketagihan ngerjain soal matematika di situs ini! dan based on Khan, ada pula anak SD yang saking doyannya ngerjain ini soal, sampe ke level kalkulus anak kuliahan, padahal masi kelas 5 SD. Kalo penasaran mending coba sendiri lah, mungkin kayak gitu kali ya rasanya belajar di MIT atau Harvard? Continue reading

Advertisements

Terima Raport

“Hari ini aku terima raport!”

Haha, SD banget. Teringat masa kecilku dulu, pas akhir caturwulan, aku di rumah pasti menunggu ayahku datang dari sekolah, menceritakan rangkingku di kelas, menceritakan apa kata ibu guru wali kelas, deg degan.. kata ayahku “dag dig dug deg deg dog dog..”. Ayahku selalu benar, dan lebay.

Menghitung detik demi detik, jam demi jam, demi wajah cerah ayah yang artinya aku rangking satu. Dan cerita panjang ayah, tentang temanku yang ditinggal ibunya bekerja keluar negeri dan rapotnya diambilkan oleh kakeknya yang telah renta, cerita dan cerita. Cerita ayahku selalu menarik, dan lebay.

Aku punya adik baru, cantik dan imut,namanya Aprilia, dia sungguh gadis yang cerdas, tak pernah tak rangking satu, sangat rajin belajar, masalahnya cuma satu : aku jatuh cinta pada kakak laki-lakinya! Yang menggendongnya berangkat mengaji ke masjid, membelikan es krim, mengajak jalan-jalan, dan semua hal yang membuatnya ceria sepanjang hari. Sejak ia tahu bahwa aku menyukai kakak tersayangnya, ia tak berani bicara padaku. Maka setiap hari, aku mendengarnya berceloteh riang di telepon. Mendengar celotehnya saja sungguh menyenangkan. Baik sedang senang atau sebel, ia selalu menyenangkan. Suatu hari, ia bercerita bahwa ia sebel, acara terima raport di kelasnya ditunda! Sungguh menyebalkan bagi gadis mungil yang pintar jika perayaan rangking-satu-nya ditunda, itu artinya hadiah dari ayah dan bunda juga ditunda. Dia berceloteh menggerutu dan mengomel pada kakaknya. Ah.. lucunya, aku menahan tawa.

Nampaknya aku juga rada-rada sebel masalah raport. Bukan, sama sekali bukan karena Continue reading

Kisah Dua Huruf: FI

Kalau kau adalah mahasiswa farmasi di universitas manapun di Indonesia, pastilah kau akan bosan dan jenuh dengan dua huruf itu, dua huruf yang selalu didengung-dengungkan para dosen farmasi, dua huruf yang selalu terletak anggun di lab, dua huruf yang selalu mengakhiri kutipan laporan praktikum farmasetika.

FI, dua huruf yang kadang membuatmu jengkel akannya karena isinya monoton. Dua huruf yang membuat kosan penuh karena volumenya yang besar. Dua huruf yang suatu ketika kau bermimpi buruk dikejar maling, dua huruf itu adalah benda pertama yang kau raih untuk menimpuk si maling itu. “Buugh..” begitu kira-kira bunyinya.

Dua huruf yang awalnya kau tak pernah duga bahwa ia akan menjadi bagian yang paling penting dari inti kuliah. Dua huruf yang terlihat usang jadul tak terabaikan dan beratnya membuat tas cantik tiba-tiba reyot. Dua huruf yang berisi huruf-huruf kecil yang membosankan dan bahasanya sangat tak beralur novel.

Dua huruf yang ternyata penting. Dua huruf yang ternyata untuk menyusun huruf-huruf itu dibutuhkan peluh keringat para peneliti dunia, milyaran pelarut organik, jutaan bakteri, tak hingga jumlahnya atom karbon-hidrogen-nitrogen-semua atom. Dua huruf yang dosen-dosenmulah yang menerjemahkan peradaban pengobatan dari cina hingga amerika tersatukan kedalam dua huruf itu. Dua huruf yang papan tulis di kelas bersaksi bahwa menghafalnya adalah tak penting, tapi tak memahaminya adalah kegagalan tak tertanggung. Dua huruf yang menjadi penguasa seluruh perusahaan farmasi Indonesia. Dua huruf yang, ah.. sudahlah, kau pasti tau kitab suci itu: Farmakope Indonesia. Rasanya Bandung gempa, aku sampai menahan nafas mengetikkan dua huruf itu.

Karena baru kusadari, akulah sang dua huruf itu. Lihatlah kawan, benar-benar dua huruf: FI. Sekali lagi ia adalah F dan I. Fakhria Itmainati. Aku lupa siapa yang terlahir duluan, dua huruf itu atau aku, tapi kujamin bahwa Continue reading

Novel..

Rasanya sangat lama, semangat bermimpi itu tak semeluap-luap yang dulu. Entah karena luapan itu telah benar-benar meluap tumpah hingga habis, atau luapan itu terpanggang dan menguap. Yang jelas aku mendapat pelajaran berharga yang menyenangkan tiap kali aku membaca novelnya Andrea Hirata. Kali ini tentang Padang Bulan dan Cinta dalam Gelas. Aku suka. Dan semangat mimpi-mimpiku bagai terpercik api hingga tersulut kembali. Meluap lagi, dan kali ini tak akan habis.

Tak terbayang kalau nasibku semenderita Maryamah, namun sama sekali aku tak pernah ingin membayangkan kisah cintaku sekonyol Ikal. Ah, tapi memang, cinta selalu punya jalan ceritanya masing-masing, biarkan ia menjejaki indahnya liku-likunya. Pernahkah kau merasa sangat dicintai seseorang? dan tiba-tiba memecah kesenyapan kau mendengar  ia berkata, “aku kira, cinta yang membuat dua orang saling mencintai itu tak pernah ada, dan aku tak pernah percaya dari dulu, mungkin hanya fiksi-fiksi novel atau film, tapi sekarang aku baru percaya, aku merasakannya”. Ah..Kawan, tahukah kau, titik leleh hatiku telah mencapai nol derajat selsiusnya H2O, meleleh tak karuan. Tepat beberapa menit yang lalu. Cinta memang selalu punya cara. Mungkin titik leleh itu juga yang sama dirasakan Ikal saat melihat paras kuku A Ling jaman dulu, hehe, sekarang aku mengerti mengapa dia sangat lebay.

Dan ternyata cinta adalah sesederhana secangkir kopi dalam gelas.

Dan belajar adalah keberanian melawan ketidakmungkinan. Itu kata Ikal, bercermin dari Maryamah yang sungguh, kalau ada orang seperti itu di dunia nyata aku ingin bertemu dengannya. Tangguh, gigih,tabah,pembelajar kuat dan dia.. wanita! Baginya belajar bukan hanya meraih sesuatu, tapi adalah karena perayaan dari kemerdekaan belajar itu sendiri.

Dan kalau aku kembali pikir-pikir, aku rasa memang hidup ini punya dua kosa kata penting—yang mungkin perlu dicatat pemuda-pemudi Indonesia, yaitu: “bersyukur dan bekerja keras”.