Novel..

Rasanya sangat lama, semangat bermimpi itu tak semeluap-luap yang dulu. Entah karena luapan itu telah benar-benar meluap tumpah hingga habis, atau luapan itu terpanggang dan menguap. Yang jelas aku mendapat pelajaran berharga yang menyenangkan tiap kali aku membaca novelnya Andrea Hirata. Kali ini tentang Padang Bulan dan Cinta dalam Gelas. Aku suka. Dan semangat mimpi-mimpiku bagai terpercik api hingga tersulut kembali. Meluap lagi, dan kali ini tak akan habis.

Tak terbayang kalau nasibku semenderita Maryamah, namun sama sekali aku tak pernah ingin membayangkan kisah cintaku sekonyol Ikal. Ah, tapi memang, cinta selalu punya jalan ceritanya masing-masing, biarkan ia menjejaki indahnya liku-likunya. Pernahkah kau merasa sangat dicintai seseorang? dan tiba-tiba memecah kesenyapan kau mendengar  ia berkata, “aku kira, cinta yang membuat dua orang saling mencintai itu tak pernah ada, dan aku tak pernah percaya dari dulu, mungkin hanya fiksi-fiksi novel atau film, tapi sekarang aku baru percaya, aku merasakannya”. Ah..Kawan, tahukah kau, titik leleh hatiku telah mencapai nol derajat selsiusnya H2O, meleleh tak karuan. Tepat beberapa menit yang lalu. Cinta memang selalu punya cara. Mungkin titik leleh itu juga yang sama dirasakan Ikal saat melihat paras kuku A Ling jaman dulu, hehe, sekarang aku mengerti mengapa dia sangat lebay.

Dan ternyata cinta adalah sesederhana secangkir kopi dalam gelas.

Dan belajar adalah keberanian melawan ketidakmungkinan. Itu kata Ikal, bercermin dari Maryamah yang sungguh, kalau ada orang seperti itu di dunia nyata aku ingin bertemu dengannya. Tangguh, gigih,tabah,pembelajar kuat dan dia.. wanita! Baginya belajar bukan hanya meraih sesuatu, tapi adalah karena perayaan dari kemerdekaan belajar itu sendiri.

Dan kalau aku kembali pikir-pikir, aku rasa memang hidup ini punya dua kosa kata penting—yang mungkin perlu dicatat pemuda-pemudi Indonesia, yaitu: “bersyukur dan bekerja keras”.

Advertisements

Artikel fafa di eramuslim : Bersyukur Menjadi Muslimah

Artikel saya di eramuslim.com hari ini. klik di sini

Setelah hampir tiga bulan menjalani hidup di Jepang, semakin lama aku semakin bersyukur atas nikmat Allah yang menjadikanku seorang Muslimah. Aku, yang sangat belum bisa lancar berbahasa Jepang, sangat bersyukur ketika beberapa kali aku berbelanja atau membeli makanan, tiba-tiba ada orang Jepang yang mengingatkanku kalau-kalau yang aku beli mengandung daging babi, mereka mengkhawatirkan apa yang aku beli, karena mereka tahu melalui jilbab yang kukenakan bahwa aku seorang muslimah.

Kemarin malam aku dan rekan-rekan berjalan-jalan menikmati Illumination di Shinjuku, Tokyo. Continue reading

Laptop baru :)

lenovo_ideapad_s10_pinkAlhamdulillah aku telah membeli laptop baru. Terima kasih Ya Allah. Imut dan lucu. hehe. Thanks for SATO International Scholarship for the 50.000 yen purezento, and Thanks for Baharu and Isa for all your help.

artinya, aku bisa mengupdate blog lagi sekarang :)

16 hari berada di Jepang
sudah kangen kampung halaman..
kangen bapak dan ibuk di Ngawi yang tiap hari menelfon setelah subuh, kemudian kami bertele-conference dengan adikku di Malang sana. Setiap hari! namun sekarang tak pernah lagi. Selain karena tarif telefon mahal, tentu saja karena perbedaan waktu dua jam. Di sini jam 5 pagi, di sana masih jam 3 pagi. Ba`da subuhnya aku adalah qabla subuhnya keluargaku.

***

Shibuya Shibuya Shibuya..!
aku membeli laptop ini di Yamada-Labi di Shibuya. Nampaknya ini Shibuya adalah daerah paling ramai d Tokyo. Shibuya katanya adalah the greatest place for hang out in Tokyo. hehe. Profesorku -sambil bercanda-bilang “There’s so many crazy people in Shibuya, so you must be carefull”. Banyak banget orang-orang berpakaian aneh-aneh, anehnya tuh aneeeeehh bgt. ga jelash lah. Ada juga orang-orang yang ber-cosplay-ria. Memakai kostum-kostum tokoh kartun, dari Saint Seiya, Cardcaptor Sakura, Sailormoon, tokoh-tokoh yang di Final Fantasy yang rambutnya berdiri semua kaya dragon ball, dan banyak banget tokoh2 lain yang aku tak mengetahuinya.

Sebenarnya tak sengaja kami ke Shibuya. Sejujurnya adalah karena pagi sebelumnya kami, anak-anak YSEP 09, diminta bantuannya (baca: diperdaya, hehe) untuk latihan Tari Indang untuk Festival Koudasai tanggal 25 nanti. Yang rencananya di acara itu juga akan diadakan penggalangan dana untuk gempa Padang.

Aku dan teman-temanku ini : fafa, laras, dita,risi, chandra, ipul, dan risvan, bertujuh kami sampai di Jepang dan langsung diajak bergabung dengan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Tokodai. Rekan-rekan PPI Tokodai inilah yang menjelaskan dan menerjemahkan segala hal tentang Jepang pada kami. Memberitahu mana makanan2 halal dan murah di Jepang dan memberi banyak sekali panduan dan bantuan, asik lah. Terima kasih semuanya.

Bersyukur (untuk kesekian kalinya) bisa berada di Jepang.