The Japanese Tea Ceremony: Cara Minum Teh Sehat yang Unik

Kalo ada lomba minum teh dengan cara paling Lebay unik sedunia, maka aku yakin pasti orang Jepang akan menjadi juaranya. Karena, untuk minum teh ijo ala Jepang ini, kita harus menjalani prosedur-prosedur yang ga penting unik sekali. Dari serangkaian ceremony yeng unik itu, ada beberapa yang lebay banget menurutku, yaitu:

Pertama, perhatikan mbak-mbak berkimono oranye ini, dia berjalan lurus, lambat, tiap langkah berhenti dua detik, tanpa ekspresi seperti pemimpin upacara bendera hari senin namun tetap anggun menuju panci teh dan tebak apa yang dilakukannya? Aku kira dia akan menunjukkan gaya yang spektakuler dengan benda yang dibawanya ke panci teh tersebut, namun yang terjadi adalah, mbak-mbak kimono oranye itu mengelap panci dengan 1 lembar “bulu ayam” yang dibawanya! Duuh… tweww.. rasanya ada garis-garis di kepalaku seperti dalam komik. Bahkan mengelapnya pun cuma beberapa kali, lalu kembali ke ruang belakang dengan gaya berjalan lurus dan sangat pelan. Ingin rasanya tertawa tapi sayangnya tidak diizinkan tertawa dan banyak bicara di sini! Untuk menghormati teh. Hhhfff.. jadi apapun yang terjadi, harus tetap bermuka cool. Keunikan nomer satu.

Kedua, perhatikan desain cangkir teh yang digunakan. Tea Master memberikan cangkir (yang sebenarnya mangkok) tidak sembarangan, namun sesuai “kepribadian” pada tamu, biasanya para lelaki diberi cangkir yang simple, dan para wanita diberi cangkir bunga. Aku tidak tahu bagaimana cara Tea Master menebak kesesuaian tamu dengan cangkir-nya, yang jelas cangkirku cantik sekali! Gambar bunga-bunga, Hihi..  Kasian Song, teman sampingku, anak Taiwan, cangkirnya benar-benar plain! Hehe, dia “protes” ke Tea Master, dan ternyata tea Master bilang, motifnya hanya bisa dilihat jarak dekat, (5 cm dari mata). Tapi sejujurnya aku tak melihat motifnya sama sekali, sungguh. Keunikan nomer dua. Continue reading

Advertisements

Even the Frogs Learning Since Embryo

The “Now or Never” Eggs of Frogs

Have you ever realize that this cute embryo is the tadpoles of frog? Yes, it is. Please don’t imagine the adult frog, because I am scared too. The frog is completely disgusting and scary anyway. The only one thing that make me salute to this animal is: their eggs, or tadpoles. The researchers have found that the frogs tadpoles have the same action facing Salamander (their natural enemy), before the tadpoles hatched and after they are born as a real frog. They learn from inside their tadpoles membrane, observing the Salamander, and be sure when will the most dangerous Salamander come, then after they are hatched, they are ready for survive from Salamander!

Amazingly, there is no limit for learning, even they are still young, even they are still embryo. Because at what phase you are exist now, trust me, this is the right time for learning. There is no one know what will happen, an hour later, a week later, one month later, one year later, 10 years later. There is no one know when will the Salamander catch you! But all the things you have is now.

Just learn it right now, or you will lost your chance to win!

*message from the cute frogs embryo

Jatuh Cinta

Haduh.. haduwh.. salah judul nampaknya!, gapapa deh, kali aja ada orang yang lagi jatuh cinta trus nge-googling (ada gitu?) dan mendapat pencerahan di sini (hoho, amiiiinnnn), atau malah protes-protes abis baca tulisan ini, atau yang lagi nyari topik TA atau skripsi mungkin? Atau topik buat PKM? hehehe terserah deh mau apa. Pokoknya aku mau nulis! Hihi..

Entahlah, kadang aku juga bingung dengan tulisan-tulisanku,, sejujurnya pengen curhat tapi pengennya yang ilmiah, haha, dudul..

Ide dan beberapa gagasan dari tulisan ini aku dapat dari buku “Ya Allah, Aku Jatuh Cinta”. Katanya, berdasarkan penelitian, ada sebuah senyawa yang diinisiasi dalam tubuh manusia saat seseorang itu jatuh cinta. senyawa ini bisa menjadi salah satu faktor dalam keharmonisan rumah tangga dan kebahagiaan hidup. salah satu senyawanya adalah phenilethylamine. senyawa yang lain adalah “hormon-hormon kebahagiaan” yang bertanggung jawab atas segala kejungkirbalikan manusia ketika falling in love yaitu :

  • Pheromones      : bikin naksir seseorang, bikin ngelamunn.. dan membayangkan dia terus
  • Oxytocin              : bikin kangennn, pengen liat orangnya bentar ajah—liat doang beberapa detik
  • Vasopressin       : bikin setia, “you know you are the only one..
  • Norepinephrine       : bikin semangat, hepi, ceria, bahagia, pengen senyum terus, jadi makin cantik

Oke, kembali ke phenilethylamine—berdasarkan sebuah penelitian juga, ternyata hormon ini hanya bertahan efektif 2-3 tahun sejak jatuh cinta. Padahal berkat hormone inilah seorang manusia bisa kesengsem, deg-degan, bahagia,  dan beberapa gejala lain yang menimpa seseorang yang falling in love.

Boleh saja tidak percaya tentang faktor hormonal dalam cinta namun ada hipotesa yang berpendapat bahwa keadaan “emosian” (emosi yang berlebihan) misalnya pada seorang wanita menstruasi seringkali disebabkan oleh faktor hormonal, maka keadaan emosional seperti  keaadan jatuh cinta—berikut gejala-gejalanya pun bisa jadi disebabkan oleh hormon tertentu. Artinya kalau hipotesa ini benar, maka cinta itu bukan sesuatu yang abadi! Oh Noooooo!!!!! *teriak histerisss

Continue reading

Tissue Engineering : Rekayasa Pembuatan Monster

Bagaimana seandainya manusia benar-benar bisa membuat monster ? merekayasa makhluk hidup secara genetik maupun kimia dan membuatnya hidup adalah sebuah wacana yang mungkin sesat secara etika, namun di sisi lain—pada kondisi tertentu, kebutuhan manusia untuk disembuhkan oleh ‘monster-monster’ itu tidak dapat dielakkan juga. Dan sesungguhnya kuliah bioteknologi kemarin kamis itu serasa mengajariku membuat monster, hehe. Jadinya yang terbayang di kepalaku justru monster jahat dan ultraman!, yang sedang bertarung di tengah kota.

Sebenarnya ini hanya sebuah metode-ku sendiri ketika mulai mengantuk berat pada mata kuliah tertentu, yaitu mengekstrapolasi sebuah topik kuliah menjadi sesuatu yang scientifically lebay’ sengaja untuk mempertahankan keterjagaanku pada kuliah itu karena malam hari sebelumnya aku hanya tidur 2,5 jam. Itulah sebabnya aku menggunakan istilah ‘monster’ untuk mendefinisikan sebuah jaringan tubuh yang direkayasa secara sintetik, enzimatik, dan genetik. Nah, menurutku tissue enginering adalah sebuah studi yang memproduksi monster-monster itu.

Kata dosenku, tissue enginering (rekayasa jaringan) adalah ilmu yang baru sekitar 16 tahun ini berkembang, asalnya dari MIT (Massacussets Institute of Technology)—sering diplesetkan oleh “teman-teman Jawa” saya sebagai Mbandung Institute of Technology. Nah, konon katanya di sana terdapat sebuah pasangan suami istri yang jenius, sang suami berasal dari disiplin ilmu tentang material science dan chemical engineering, sementara istrinya adalah seorang dokter ahli bedah. Maka pernikahan tidak hanya mempersatukan kedua hatinya (cie..), namun juga ilmu antara keduanya, lahirlah sebuah ide untuk mengembangkan suatu alternatif terapi untuk menginduksi perbaikan organ secara alami, menggantikan fungsi organ yang rusak, terluka, atau hilang, dengan mengaplikasikan prinsip rekayasa sel hidup, biomaterial, dan molekul bioaktif.

Penggunaan alternatif terapi ini adalah Continue reading

Spelling F-A-K-H-R-I-A Molecularly

This is about my pretty cool experience that I’ve defined my name in molecular way. Amazingly, in fact there is truly F-A-K-H-R-I-A polypeptide does exist in one part of protein in certain organism.What the lucky organism that bring my name in his life? How could it work? And what the function of a protein contain my name? is it poisonous? is it usefull for pharmaceuticals? Can it save the world?, hehe, just check it out.

If you’ve read a biochemistry or biotechnology textbook or anything stuff about protein and it’s component, definitely you’ll find an amino acid symbolled by alphabet. So let me explain about a mean of my name by them.

Universal Symbol

Amino Acid

Code

mRNA codon

F

Phenylalanine

Phe

UUU;UUC

A

Alanine

Ala

GCU;GCC;GCA;GCG

K

Lysine

Lys

AAA;AAG

H

Histidine

His

CAU;CAC

R

Arginine

Arg

CGU;CGA;CGC;CGG

I

Isoleucine

Ile

AUU;AUC;AUA

A

Alanine

Ala

GCU;GCC;GCA;GCG

The next question is: where are the amino acids come from? They synthesized by a common mechanism and popular being a part of central dogma of molecular biology as we can see below. It is just an information flow from DNA to protein that create so many stuff of gene expression.

central-dogma

What the picture trying to illustrate is: Continue reading