Trenyuh

Juremi transports dozens of bamboo-woven baskets on board his bicycle through Magelang-Purworejo highway in Magelang, Central Java. Once a week, the 70-year-old delivers 50 baskets–each priced at Rp. 3000 [35 US cents]- for use as cracker packages to factory 7 kilometers from Continue reading

Takdir yang Menguatkan

the strength Di ruangan luas dan senyap itu, aku mencoba memfokuskan diri pada formula-formula dengan gelling agent yang tertera dan mengaduk mortar sesuka hatiku demi terbentuknya gumpalan gel bening, namun gagal. Siang-siang. Dan jumat itu, di Jepang sana masih seperti biasa hingga beberapa detik kemudian. Kembali ke ruangan itu, putus asa dengan mortar dan stemper tenaga manusia akhirnya aku menggunakan benda lumayan canggih untuk membuat gel : stirrer. Berkekuatan 500 rpm, dengan baling-baling gagahnya melumatkan setiap gelembung udara yang tersisa, meluluhlantakkan massa lemah yang mengikut kemana arah putaran terjadi. Dan saat itu juga, kudengar kabar bahwa Jepang timur laut tertimpa gempa berkekuatan 9 skala richter dan terpaan tsunami maha dahsyat meluluhlantakkan segala-segala yang ada di belahan bumi Tohoku. Ditambah krisis nuklir yang menghamburkan radioaktif, yang secara ilmiah memang mengerikan.

Gel herbal yang kubuat itu akhirnya menuai hasil, yah setidaknya juara tiga. Biasa-biasa saja, hanya gel dari bahan herbal untuk pengobatan luka bakar, atas derita para korban ledakan gunung merapi hingga ledakan kompor elpiji. Luka bakar tetap saja bencana, maka produk ini menjadi satu ide saja, ide yang lahir dari bencana alam. Pun dari suatu bencana, di sela-sela kepedihan yang menusuk tulang, manusia pastilah belajar sesuatu. Continue reading

Dead-line

Tahukah kamu? deadline telah menjadi kawan akrabku akhir-akhir ini. Ga tau kenapa ia begitu mendarah daging. Rasanya kalo punya ide, sang ide tu selalu muncul pas bener-bener mepet deadline. Begitulah tabiatnya, sejak dulu ide  memang rada menyebalkan! datang tak diundang pulang tak diantar.

Sekarang apa coba? IEC 2011. ITB Entrepreneurship Challenge (lomba ide bisnis paling bergengsi se Indonesia, yang mau ngasi juara I duit 30 juta sekaligus peluang modal usaha-ratusan juta).  Lomba yang sangat pengen aku ikuti sejak lahir (lebay, sejak TPB maksudnya) namun kandas terus gara-gara ga punya ide sekaligus minder ama anak2 SBM dan jurusan laen yang berkoar-koar banget tentang ide bisnisnya, di depan para alumni yang investor tajir abis, pas seminar IEC kapan tahun lalu. Namun iya lah ia, tak bisa dipungkiri. Bertahun-tahun kemudian, sang ide dan semangat itu tergopoh-gopoh jatuh bertubi-tubi ke otak dan pembuluh darahku nyaris 23 jam terakhir sebelum deadline kesempatan terakhirku mendaftar. Terakhir seterakhir-terakhirnya karena setelah lulus aku tak boleh ikutan.

Aaaaa…. Belum pernah aku sengaja berangkat ke kampus malam-malam. (pulang malam sih pernah). Nyampe kampus hampir jam dua belas malam! Lantas berjalan tergesa setengah berlari, menatap lekat-lekat jam gerbang ganesha supaya melambat sedikit, hinga akhirnya aku mengumpulkan hardcopy proposal itu ke CC Barat jam 23.45 tepat lima belas menit sebelum deadline. Disertai nafas ngos-ngosan. Panitia sengaja begadang nungguin para deadliners, dan rasa kantuk mereka lenyap terganti semangat menyambutku muncul dari kegelapan lapangan basket. Terharu melihat wajah mengantuk mereka yang direkayasa menjadi secerah dan seramah mungkin demi detik-detik harapan peserta deadliners.

Serius. Huh haaah. alhamdulillaaah. Hosh.. Hosh.. masih megap-megap. Rasanya pengen teriak, tapi udah malem takut dikira kemalingan atau apalah. Sungguh bekerja dengan deadline dan adrenalin itu kadang serunya bukan main. Detik-detik berasa jam pasir kematian, menit menit berasa jalan setapak yang terpenggal. Benar-benar deadline. Fiuuhhh.. tapi lega. Ga peduli lolos atau nggak, setidaknya aku dan kawan-kawan tim ‘FLA ‘ ini telah menyumbang ide  bisnis sekaligus ide sederhana untuk (secara tidak langsung sih) memperbaiki masyarakat Indonesia, lewat ide yang terseret-seret deadline, mumpung masih mahasiswa.

***********************************************************************************************

Beberapa hal yang setidak-tidaknya harus kulakukan sebelum lulus dari kampus gajah akhirnya satu-persatu terpenuhi, salah satunya adalah nonton ludruk kampus, dan yang kedua, kali ini ia pun telah terpenuhi : ikutan IEC. hehe. Dan  hal-hal selanjutnya telah menanti untuk diwujudkan, tunggu saja.

Pagi yang Teduh di Narita

Tokyo, 9 Agustus2010, 8.59 am

Tebak aku lagi dimana? Narita Airport!!! Whoa! Sejam lagi aku terbang meninggalkan Jepang.. T_T” .berjuta rasanya, sungguh. Sedih. Senang. Campur aduk. Sedihnya karena mulai hari ini aku tak lagi bisa maen2 dan bersenang-senang di salahsatu the most awesome part on earth called Japan. Senangnya adalah, sebentar lagi bulan Ramadhan dan kalo aku pulang ke Indonesia, (well, especially Bandung) ga akan berpanas2 puasa di puuaanassnya musim panas Jepang yang menguapkan seluruh keringat.

Ini adalah postingan paling spektakuler nampaknya, di Narita gitu looh,, biasanya aku kan ngetik postingan di rumah, di atas meja, lha ini? Di Narita Tokyo! Haha depanku jendela berpemandangan pesawat2 berlalulalang, nampak Oke dan gaya betul postingan ini!

Anyway! Barusan aku deg2an parah!

Tahukah kau kawan..? kemaren, tepat sehari sebelum aku terbang, alien card ku ilaaaang! Dan sekarang aku kena batunya. Jadi kawan, kalo kamu pergi ke jepang dan dapet semacam KTP gitulah, jangan pernah dihilangin.Kalo dihilangin ntar bisa diceramahin kayak aku barusan, hehehe.

Alhamdulillah selamet, cuma disuruh menandatangani surat keterangan ngilangin kartu itu. Nah aku tulis reason-nya apa coba?

“I lost it in a way between school and home”, hehe, kayaknya sih petugasnya percaya2 aja, melihat gadis bermuka polos dan berkerudung pink, pake tas ransel pink bunga2, trus tas slempang hello kitty gede (karena saking gedenya, banyak orang yang nengok ke aku dan bilang kawaii.. *tasnya), dan tas jinjing berisi boneka kucing yang kepalanya nongol dari dalam tas, :D diam2 aku bersyukur bawa boneka banyak itu kadang menguntungkan.

Jadinya Continue reading