Nagano, Maen Ski yang Tak Terlupakan

Senangnya maen ski kemaren! Pegel-pegelnya masih kerasa sih, lecet di tumit, memar-memar juga di kaki,, huff..!! tapi menyenangkan!! Haha. Aku dan teman2 YSEP dan non-YSEP yang heboh2 itu maen ski kemaren. Di Nagano, Hakuba Sanosaka. Dan saat itu adalah pertama kalinya aku menyentuh salju!! Bahagiaaa bgt rasanya, haha!

Dingin bo’! rasanya seperti masuk freezer, di mana-mana terlihat salju yang putih dan dingin.  Di Ngawi nggak ada yang kayak gitu (*ndeso mode ON).

Hari pertama adalah hari pertempuran terdahsyat yang pernah kujalani, awalnya aku berlatih meluncur di slope yang sangat landai, berhasil tanpa jatuh! Berkat ajaran sakti teknik-teknik dasar maen ski dari Mas Ibung, hehe. Selanjutnya dong.. aku memberanikan diri naik gondola dan sampai di ujungnya, bersiap meluncur meskipun deg-degan. Ini jauh lebih curam dari yang pertama! Walhasil.. aku jatuh terpontang-panting, dengan berbagai gaya jatuh, nabrak orang, nabrak salju (yaiyalah), nabrak semak-semak hahaha! Bahkan aku Continue reading

Man Jadda Wajada マン ジャッダ ワジャダ 「がんばればできる」

Alhamdulillah..Senangnya..

Today is the peak DAY of my one month Nihongo speech preparing and practicing. Thank a million for my best friend Baharu-sensei (Thanks for every word, even my tutor thought you are Japanese! ) and Isa-san (Thanks for everything Sa, you always reply my Nihongo mail so fast), hehehe Otsukaresamadeshitaah!! And also my best roommate who Larasmeong-chan patiently hear my speech noise in the mid night, and encourage me before I go fight.

Today, they are sugoi-ing me so much, because of the amazing speech come from the new member that learn Nihongo 3 months (That’s Bahar’s Nihongo, not me.. hehe). “No, not only the speech text, but your pronuntiation is good” (hmm, maybe because I read it loudly everyday, hehe,you can do it if  practice longer), even someone thought that my major is Japanese Language, not pharmacy! Hhmm…

The speech contestant divide into two groups, the elder Scholarship’s member and the newly entered member like me. From the first group will selected 5 best contestant for the next March Speech Contest (again..), but all of the second group, I am include, should do speech again next March (since we are one year program scholarship, then Speech Contest may forced us to be seriously learn Nihongo deeply, before we go back from Japan), so there is no winner of our group. But, I’ve done my best today,  and I get a cute room shoes as a purezento.. hihi..

Here is My Speech, it is about Man Jadda Wajada. がんばればできる。

みなさま、こんにちは。

ほんじつわたくしはわたくしのすきなことばについておはなしさせていただきます。そのことばは「マン ジャッダ ワ ジャダ」といいまして、アラビアごのゆうめいなことばだそうです。このことばはインドネシアにでもゆうめいです。そのいみはなにかといいますと「がんばればできる」なのです。たんごをひとつひとつぶんせきみると「マン」が「だれ」、「ジャッダ」が「がんばる」、そして「ワジャダ」は「できる、またはじつげんする」といういみをもっています。 Continue reading

Cold..

I was in campus and following Harry-san, my best tutor I ever had, walking from S2 building to B2 building brought a couple of tube containing RNA, he will teach me how to measure the concentration of RNA that has been isolated. One thing that I wonder is.. why he just brought the tube barely, without the ice box! Usually in Bandung students always bring the bio-stuff like protein or DNA or RNA inside the ice box, it is safe since that stuff may be degrade in room temperature for long time. But he just say, “No.. No problem, because the weather outside is cold”.

Then, exactly! It’s really cold outside!

Sakura in front of Tokyo Tech Main Building

When the Sakura leaves just completely fell done, the weather become cold day after day.. I click the online forecast and it said 2゚C here now. めちゃめちゃさむいです! Continue reading

Chisetsu Elementary School Visit

Yesterday, all YSEP students and others students of Topic on Japan class went to Chisetsu Elementary School. We walk to go there, map guide said that it takes only 20 minutes from Ookayama campus but actually it’s far enough to make your stomach hungry again after breakfast.

But the elementary school students are completely surprising!

You know, It feels like in Chibi Maruko Chan Movie where I can see so many children around and they just talking something that I didn’t know what is it mean. I got the first grade class, where the 7 years old kids with reddish cheek shouting, yelling, and laughing each other, until sensei tell them to be quiet. You can imagine that crowded class and sensei shouting like in Crayon Shin Chan Anime, but the students are not so naughty like Shin Chan.

Omoshirokatta ne.. Continue reading

Artikel fafa di eramuslim : Bersyukur Menjadi Muslimah

Artikel saya di eramuslim.com hari ini. klik di sini

Setelah hampir tiga bulan menjalani hidup di Jepang, semakin lama aku semakin bersyukur atas nikmat Allah yang menjadikanku seorang Muslimah. Aku, yang sangat belum bisa lancar berbahasa Jepang, sangat bersyukur ketika beberapa kali aku berbelanja atau membeli makanan, tiba-tiba ada orang Jepang yang mengingatkanku kalau-kalau yang aku beli mengandung daging babi, mereka mengkhawatirkan apa yang aku beli, karena mereka tahu melalui jilbab yang kukenakan bahwa aku seorang muslimah.

Kemarin malam aku dan rekan-rekan berjalan-jalan menikmati Illumination di Shinjuku, Tokyo. Continue reading

Nice Illumination

Yesterday I go to Shinjuku with my friends and see some awesome illumination!!

Every end of year, there are Illumination in Japan. It is like you can see all of cute stuff decorated by little twinkling lamp. So many twinkle lamps! Even my electrical-student-friend have a stupid thought to take it as material for lab experiment!  Continue reading

Jilbabku Sayang

Menjadi muslimah berjilbab di Jepang ternyata sangat menyenangkan! Hehehehe.. Aku telah merasakannya, ada beberapa kasus yang membuatku terharu, tertawa, dan bersyukur melihat reaksi para orang-orang Jepang itu atas keberadaan jilbab kesayanganku ini.

muslimah kartunAlkisah si sebuah supermarket Everyday Low Price OK Store di Nagatsuta, aku membeli 2 bungkus Mie Ramen Instan (hhmm..tak ada Indomie disini), M Ramen Instan yang kubeli adalah yang halal version menurut seorang teman yang bisa membaca komposisi Mi Instan tersebut. Nah saat itu aku tengah asik berbelanja, tiba-tiba serang ibu tergopoh-gopoh dengan muka penuh kekhawatiran (bayangkan reaksi lebay orang Jepang kaya di dorama,hehe) menghampiriku dan menunjuk mi ramenku lantas bilang “Butaniku desu… eee…eyqftvgwibxhuwnh dxcvvbneyobnlieonlp” (kata yang berhasil kutangkap hanya “butaniku” artinya babi, sementara beliau terus bergumam dengan bahasa Jepang tingkat tinggi yang tak kumengerti). Dari bahasa tubuhnya aku menerjemahkan bahwa dia sangat khawatir kalau aku makan sesuatu yang mengandung babi, lantas dia mengambil mi ramen instan itu dan mengecek komposisinya..dan bergumam-gumam lagi (dengan bahasa Jepang tingkat tinggi yang tak kumengerti)..lantas dari bahasa tubuhnya aku menerjemahkan nampaknya dia bilang “perasaan ada babinya deh..” tapi akhirnya dia mengangguk-angguk dan bilang “Ah, daijobu desu.. gomennosai..” sambil nyengir dan beranjak pergi. Aku sangat terharu dan gak bisa berkata apa-apa lagi kecuali arigatou gozaimasu..arigatou gozaimasu.. ibu muda itu tersenyum dan mengangguk. Dia hanya menghampiriku dan memastikan bahwa aku memakan makanan yang tak mengandung babi, bersyukur tak terkira aku saat itu, jilbab ini menyelamatkanku.

Kisah kedua, Di kantin Kampus Tokyo Tech Suzukakedai. Ketika Continue reading