Jadi Ternyata Kekuatan Doa itu Memang..

Jadi ternyata kekuatan doa itu memang Subhanallah.
Pindahan rumah kemarin benar-benar menguras tenaga dan terutama adalah isi dompet keluarga mungil kami. Manakala saat itu gaji abang telah direnggut untuk alokasi kebutuhan penting yang lain, maka saat itu-lah, tulang rusuk nan cantik jelita ini menjadi tulang punggung seluruh dana pindahan yang ternyata di luar budget!
Mulai dari sewa pick up, beli perlengkapan ini itu ke rumah baru yang benar-benar kosong,   dan segala-nya yang membuat pikiran dan dompet melongo “Lho, ternyata habisnya banyak banget”. 
Begitupun orderan.. karena kami memang libur dan meliburkan diri, sehingga tak mampu lagi mengurusi orderan masuk. Aliran dana pun sepi. Tepat saat situasi kritis. 
Ketika tercenung seorang diri di kamar gudang atas, menatapi stok dagangan yang masih menumpuk, dalam hati aku, yang saat itu tak punya uang sepeserpun kecuali 50.000 dan harus membuat uang itu cukup untuk memenuhi at least survival meals selama beberapa hari untuk aku, abang, aldine dan ketiga pegawai. 

Ketika Online Shop kami kembali buka pun, tak dapat menggaet banyak pelanggan, sepi, karena mungkin telah libur panjang dan jarang update status, ditambah sistem internet dan facebook kala itu belum stabil di tempat yang baru ini. Aliran dana belum juga mengucur.

Otakku terus kupaksa bekerja keras untuk menghasilkan uang dalam waktu singkat. Namun secara hitungan matematis memang mustahil. Dalam segenap keputusasaan itu lah, aku , yang saat itu tak tahu harus berdoa apa lagi, diam-diam berbisik terpejam dhuha itu.

” Ya Allah, beri hamba keajaiban..”

Beberapa jam kemudian, ada bbm masuk yang tak pernah kuduga sebelumnya, orang yang selama ini berhutang, dan bahkan aku telah lupa akan hutang itu, mendadak mau membayar hutangnya yang jumlahnya sangat amazing dan lebih dari cukup untuk hidup kami semua selama sebulan! Subhanallah, betapa Allah benar-benar mendengar bisikan hati yang tak terucap, rintihan lirih yang tak terlihat. Dan serta merta, kejutan Allah sangat indah.

Tak berhenti sampai di situ, ketika keesokan harinya aku berdoa lagi di akhir tilawah malamku, ” Ya Allah, berikan hamba besok reseller pemborong”. Kalian boleh percaya atau tidak, yang jelas, tadi sore baru saja seorang sista muslimah datang ke rumah workshop kami dan memborong hijab dan membayarnya cash dalam jumlah yang tak sedikit. Ya Allah.. subhanallah. Aku semakin malu.. malu dan berterima kasih, berterima kasih tapi malu pada diriku sendiri. Betapa ketika apapun yang kuminta pada-Nya Allah selalu memberinya, CASH! sedangkan, aduhai, apa kabar imanku hari ini? apa saja yang kulakukan untuk dekat pada-Nya? nyaris tak ada, dan segala rintihan munajat itu selaluu saja datang saat ujian menerpa. 

Yang pasti, janji Allah, tak akan pernah diingkari.
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. Qs. Fathir (35) : 29

Meskipun “perdagangan” yang dimaksud, kata para ahli tafsir, adalah jual beli jiwa raga kita dengan surga Allah, namun secara harfiah, yang kurasakan adalah memang perdagangan yang diniatkan karena Allah tak akan pernah rugi. dan aku semakin meyakininya. 

 

Image

 

Good Luck and Hold Tight your Iman 

Advertisements

Pengen Nulis Macam-Macam!

Yak ketemu dengan saya lagi sodara-sodaraaa..
Saya cuma pengen nulis macam-macam, seperti biasa meluapkan segala yang ada di otak, hati, dan perasaan di tengah malam gelap gulita dengan cahaya sinar yang menyala-nyala bak semangat api yang membara. Tentang mimpi-mimpi, cita-cita, isi kalbu, gue banget-nya saya lah (tweww?)

Targeett! dengan bertambahnya 1  pegawai baru bulan ini tepat setahun sudah kumulai bisnis ini, targetnya tahun depan omset harus mencapai xxxjuta dolar, esalah, rupiah ding. aminnn.. (etapi kalo yang dikabulkan yang dollar juga gapapa kok Ya Allah..amiinn )

Kemampuan memasakku merosot drastisss! duh, karena sekarang ga doyan lagi browse2 resep2an, mana suamiku ga mau masakan yang berinovasi (dia suka yang original, tradisional, dan berkelas), well memang inovasi ku dalam memasak kan sering banget ga selalu enak haha, namanya juga eksperimen, dan itu membuatku kapox. Give up. Aaaa.. dan suamiku sangat memahaminya, hiks terharu, istri macam apa ini, beruntung banget punya suami kayak dia. Mungkin someday lah, kalo ntar punya anak perempuan, dan aku ngerasa harus say something like “Nak, ini resep masakan bunda, kamu simpan baik2 ya, wariskan pada anak cucu kita”, *muahaha dramatiss. Mungkin semangat memasakku kembali terbit. Sekarang I choose to enjoy main mobil2an dan main bola aja lah sama Aldin :D

Pengen Nulis Bukuuuu! Paling lambat akhir tahun ini drafting selesai :D hehe, lama banget deadline nya. Bukunya tentang apa? hihihi kasitau ngga yaaa.. kayaknya aku harus segera menulisnya sebelum kalian mencuri ideku *pasangkacamatahitam. Harus menulis draft minimal seminggu sekali. Well, setidaknya, kalo gue gagal jadi “original pharmacist”, nama gue bakal dikenal orang sebagai “Author of best seller book”, and that’s nice :)

One thing : I Love Marketing World!!! hehehehe.. udah hampir lupa semua tuh nama species bunga2 , taneman2 botanical farmasi, but they are still inspiring me untuk memberi nama produk2 aku dengan name of species itu aja, haha, apalagi Mollecular Biology, Oh my God, no more exciting :( entah kenapa passion-ku ni tiba2 banting setir ke Marketingology :) but I do love it! aneh kan, saya juga bingung. Apa gara2 isu entrepreneurship memang lagi booming di Indonesia? dan some people berpikir bahwa itu adalah salah satu solusi untuk mengangkat derajat bangsa Indonesia, well jika memang aku terbawa arus yang mengarah pada kebaikan, alhamdulillah, gini2 kan aku masih punya idealisme membangun negeri, meskipun pak SBY nggak follback aku (penting -___-“)

Apalagi ya? Oyaa.. Target ruhiyah: Sholat Dhuha ga bolong2 lagi dan rutin tiap hari, Sholat Tahajud harus segera dirintis hehe.. Pengen deh ikutan mentoring atau kajian islam lagi yang macem gamais dulu (yang mencerahkan hati sekaligus menginspirasi biar dapet IPK4) , bukan yang tendensius, partaisius, suka ngomongin konspirasi ga jelas, apalagi kajian yang nyuruh2 kampanye, sorry ya, ogah banget, trauma.  Mentoring islaminya buat orang2 yang ga suka politik kayak aku, ada gak ya huhu..

Best Quote of today dapet dari twitter : Anak adalah titipan Allah, masak dititipin ke orang lain? Apa mau surga dipindahin ke telapak kaki baby sitter?

Udah dulu deh, hihihii.. saatnya mijitin suami tercinta ;)

This is how the soccer match can be both : a date and disaster

The story began when my prince and I so obsessed by this ticket : a soccer match! well, I am not really in to the soccer but seeing his excitement make me accept the ticket as a date, indeed I really glad for that because that would be the first time of my life for watching a soccer match live from the stadium!

Arema is Continue reading

Aha! moment

Okay, to be honest. Actually I just trying to kill my time in front of my cute laptop.  Trying to stuck my brain in my unfinished assignments. But, what I’ve done just making that almost three blog post within three days past. So wow for blogging resolution, but not about my assignments. Oh no, Not to mention this post.

But this is worth, anyway.


About AHA moment. A moment that  you find a bright shining sun in your brain. Hehe. Something that make you really need to think about it deeper and deeper, so many why and why, what and what, how and how,  again and again, in a very interesting and tirelessly way. The unstoppable brilliant moment. That is AHA moment for me. And this time I get it! About my assignments progress, of course. No procrastination today. I swear.

Jack and The Princess

Lately I read a novel about the sleeping beauty that awaken by a normal-modern man, not a prince. Haha. That was really funny, that she thought the man would marry her after that called ‘true love kiss’, but all he want to do is get off from that awaken ancient castle, want to go home, afraid of the weird people of old century. He thought it was really impossible for him for marriage since he is very young—and apparently no prince, and the kiss he done was just a fun kiss that all American teenage do it. But still, the princess insists to go along with him, runaway from the dungeon—a jail underground castle where the man arrested by the King.

The princess is Talia—sixteen years old but has been sleeping for three hundred years, and the commoner American man is Jack—seventeen years old American boy that have just escaped from a summer Europe tour group to find a extraordinary vacation but indeed he stuck in the castle with a very beautiful princess and a very old-fashioned king who really shock about the Ipod he brought. Then Continue reading