Asistensi Farmakognosi

Oke, sekarang aku sedang di lab farmakognosi.Tempat dimana orang-orang melakukan kejahatan terhadap tumbuhan untuk kebaikan umat manusia. Benar, orang-orang di sini mengguyur daun-daun dengan cairan beracun, memecah sel-selnya, mengekstrak sari-sarinya, memanaskan sampai mengepul, dan kejahatan yang lainnya. Dan aku adalah salah satunya, hehe.

Kemarin dan kemarin lusa, aku mengasistensi anak-anak 2008 di sini. well, tepatnya anak-anak non-pribumi alias anak-anak Internasional, yang semuanya berasal dari Malaysia. Lucu, konyol, rame, dan aneh-aneh saja ulahnya.

“Besok kami berdua sakit Kak, jadi ga bisa masuk”

itulah alasan si India Nara dan si Melayu Bistari, logatnya persis ipin upin, pas mereka kuminta melanjutkan penetapan kadar alkaloid ini esoknya karena waktu praktikum telah habis. Sesekali aku pakai english dan seekali pakai bahasa Indonesia pada mereka. Si India pake bahasa Indida kalo ngomong sama India, si Melayu pake bahasa melayu kalo ngmong sama melayu, dan si Chainis ngomong pake mandarin kalo sama Chainis (Chinese).

“Hah, sakit apa?”

“Demam kak” *mencari-cari alasan

“Ah, kalian ini, nanti kalo tak datang tak kukasih nilai” *bertampang galak

Lalu eksperimen dilanjutan, Justin, Narma, Hilwa dan Nurul sibuk mencampur-campur etanol dan asam fosfat, namun dua orang itu bertingkah aneh lagi.

“Kak, lihat kak, ini tangan dia perban, sakit kak. tapi meskipun sakit kami akan tetap datang kak”, Nara menunjukkan tangan Bistari yang diperban oleh kain batis (kain  yang ada di lab untuk menyaring ekstrak). Itu ngapain kalian merban tangan pake kain batis?

Paranoid gara-gara Arsen!

Alhamdulillah, sudah lima hari berlalu, dan aku masih hidup.

Flash Back, 5 days ago.

Senin itu, aku harus asistensi praktikum AFA (Analisis Farmasi Anorganik). Siang-siang sekitar jam 12 aku datang ke Lab untuk menyiapkan sampel bersama teman-teman asisten lain. Kali ini, mahasiswa STF 2007 (praktikan) akan menentukan kadar arsen dalam suatu sampel. Segalanya bermula dari sini. Nah, beres sudah penyiapan sampel hingga jam 13.00 kurang sedikit, dan aku baru ingat aku harus ke basement untuk mengembalikan buku temanku yang kupinjam. Ouch! Dia udah miskol2, oke aku akan ke bawah segera (liftnya lagi mati lagi!).

Urusanku beres dan lantas aku ke Lab lagi (lantai 2) dan merasa deg-degan, khawatir, “tadi aku sudah cuci tangan belum ya? Trus jangan-jangan kalo serbuk arsennya mengkontaminasi buku dan bukunya kukasih ke temanku, apa yang akan terjadi? Inget berita-berita di Tivi dulu, kasus pembunuhan Munir diduga menggunakan arsen (dengan kadar yang sangat kecil)..mmh… sedangkan dia adalah my nice friend,.. Oh No!”, paranoid episode pertama dimulai.

arsen-lagiSebelum tiba di tangga menuju lantai 2, ada teteh-teteh akhwat terlihat riang menyapaku dan dengan refleksnya langsung menjabat tanganku! Hwaaaa “teh saya habis terpapar arsen!”, kontan tanganku langsung dilepaskan dengan penuh keterkejutan. Deg-degan lagi, khawatir, cemas, apakah yang akan terjadi? Padahal dia adalah teteh ketua penelitianku..Oh No!. Paranoid episode kedua.

Akhirnya nyampe juga di Lab AFA lantai 2. Lantas aku melihat ruang pembuatan sampel tadi, dan mengingat-ngingat bahwa yang berada di sana saat kasus pembuatan sampel itu hanya 4 orang : Catur, Aldi, Vidya, dan Aku!, dan betapa cerobohnya aku yang tak memakai Jas Lab, sarung tangan dan Masker padahal.. kami menimbang serbuk arsen itu, dan membungkusnya dengan kertas perkamen, dan sekitar setengah jam kami bersama serbuk itu, dalam ruangan berukuran 3 x 4 meter, dengan teliti membuat sebanyak 45 bungkus sampel, tanpa masker dan sarung tangan (aku udah dapet pinjeman jaz lab), tak tahu entah berapa nanogram, berapa mikrogram arsen mengenai tanganku (arsen dapat terabsorbsi melaui kulit!) atau tak sengaja terhirup (arsen dapat masuk saluran pernafasan dan pencernaan)…Deg-degan lagi, khawatir, cemas, lemas.. apakah yang akan terjadi padaku?..padahal aku gadis baik-baik gini.. Oh No!.. Paranoid episode ketiga.

Episode selanjutnya adalah aku langsung kabur dari Lab menuju LabKom, internet! Cari MSDS (Material Safety Data Sheet).. cepat fa.. cepaaat.. sebelum semuanya terlambat dan kau akan… Continue reading