Bunda, Aldin mau sekolah sendiri yaa

Pagi2 kami harus berangkat sekolah naik angkot. Aldin sekarang siswa kelas playgroup A, sekolahnya 2x seminggu. Aku bersiap pakai kerudung. Aldin nungguin penjual roti lewat, buat bekal snacking at school. Peraturan sekolah memang, Snack nya harus roti atau buah. Hehe, dalam hati aku rada2 malu sih, snacking selama ini MSG-an semua.

Sabar menunggu angkot, sesekali angkotnya penuh anak sekolah. Aldin melihat anak2 berangkat sekolah naik angkot, penuh semangat. Alhamdulillah akhirnya ada angkot di ujung jalan, Aldin melambaikan tangan. Di dalam angkot seperti biasa, Aldin excited banget lihat truk yang melintas.

Nyampe sekolah masih kepagian, 35 menit sebelum bel masuk. “Bunda, kita maem roti dulu yuk”. Dan seru sekali Aldin melihat anak2 SD bermain bola, ada yang lari2, tergesa menenteng tas karena sebentar lagi anak SD masuk. Ada yang tarik-tarikan “ayooo buruan ekskul tahfidz” sementara yang ditarik ogah2an ngemut es sambil menggiring bola. Aldin tertawa, ngunyah roti memperhatikan kakak2 SD itu. Lari2, ngobrol, main pasir, prosotan, sangat ramai. Kemudian, kalimat yang mengharukan pun keluar dari mulutnya :
“Bunda, Aldin mau sekolah sendiri yaa”
Hwaaa huhuhuhu kalo ga ada banyak anak dan para guru yang nyiapin outbond pasti air mataku udah berlinang. Terharu. Aldin 2 tahun 9 bulan. Mau sekolah sendiri.

Terakhir konsultasi raport semester lalu Aldin dinilai bagus semua perkembangan nya, kecuali saat pisah sama orangtua saat mengantar sekolah. Karena biasanya Aldin masih nangis kalau aku pamiti di depan ibu guru. But today is really his precious day. T_T punya anak tu ternyata mengharukan.

Aku sekarang mau ke pasar, beli kabocha  (labu jepang) buat MPASI Taqi. Anak2 berlarian bel tanda masuk berbunyi. Bergegas, berlari. Ada yang teriak : di rumah aku punya 15 permen lolipop yeayy!  Hehe. Sangat anak-anak.

Sekolah Alam Bintaro, 6 November 2014.

Sedekah Penolak Maling

Kejadian ini terjadi sudah satu bulan yang lalu, ini aku menulisnya pun masih rada2 deg-degan hehe. Karena kalo diinget2 kejadian ini bikin super-deg-degan, (bahkan, you know, kostum tidurku pas hari-H kemalingan pun sengaja kubuang biar ga keingetan terus >_<“). Yang paling penting digarisbawahi pada tragedi yang terselamatkan ini adalah, bahwa Subhanallah, sedekah itu terbukti penolak Maling.

Pagi2 suamiku tercinta menyelesaikan transfer2 sedekah, siang kerja, sorenya kita berantem (gara2 kangen yang tercuekkan -___-”) , malemnya kami kemalingan! Dini hari, kami mendapati aset-aset bisnis kami yang terbawa kabur maling itu telah kembali, teronggok di Pos Satpam Komplek.

Karena kalau diingat-ingat bikin deg-degan, rasanya postingan ini cukup sampai di sini saja. Masih ga kebayang waktu itu bangun tidur mendapati 3 laptop (Toshiba, Acer, IBM), 1 kamera DSLR Canon EOS 600D, 8 Smartphone (Samsung & Blackberry), 2 Dompet berisi tunai, KTP, kartu ATM, dan Kartu Kredit lenyap dibawa maling, yang menyelinap jendela belakang yang tak terkunci. Kebayang bisnisku yang baru berumur almost 2 tahun ini menafkahi 5 employees ini, entah seperti apa jadinya jika semuanya hilang.

Alhamdulillah Allah berkehendak lain, dan takdir Allah selalu yang terindah. Tetangga yang baru pulang kerja dini hari dan Satpam Kompleks mengetahui gerak gerik maling itu, lalu mengejarnya, lari pontang panting, tas berisi aset kami dijatuhkan. Maling kabur, tapi aset kami selamat.

Terima Kasih Ya Allah..

Suatu Cerita di Awal April

Kayaknya bulan April ini banyak orang ramai ngomongin Pemilu 2014. Aku mah gak terlalu peduli, hehe. Yang paling membuatku deg2an adalah ulang tahun suamiku April ini. Bingung mau kasi kado apa yaa -_-9, hatiku penuh tanda tanya.

Long weekend kemarin I had a good day off juga tentunya, meski sebenarnya separuh hatiku dibawa terbang suamiku ke Thailand, kucoba menahan rindu lah barang seminggu ini. Akhirnya aku main ke rumah Pak Lik seharian. Selalu menyenangkan. Keluarga ini selalu punya hal2 tak terduga.

Pak Lik ku ini orangnya pintar sangat & imajinasinya jauh melebihi orang rata2 se-Kampung Gelung. Pak lik cerita tentang penemuan barunya, mengubah tanah ‘tegalan’ dan memurnikan salah satu unsur “logam tanah jarang” (Ayo coba dibuka lagi tabel periodik unsurnya *benerin kacamata* ~padahal gw pake soft lens wkwkwk) sesuatu yang berpotensi penting untuk rekayasa energi baru, isunya nyampe membuat penasaran Pak Dahlan Iskan juga.

Bulik dengan resep barunya : Onion Ring! , penampilannya yang mirip Cumi Goreng Tepung berhasil mengecoh Aldin anakku, lahap betul dia makan benda itu, ini “temannya cumi-cumi” aku bilang, hehe padahal kapan cumi-cumi berteman dengan bawang bombai? Tapi aku kan ga bohong, meski mereka tak berkerabat sebangsa dan setanah air, mereka mengenal satu sama lain, teman se-kulkas dan se-penggorengan. *plis jangan lempar parenting-books ke muka gw* hehe

Ais, si anak paling bungsu, kelas 4 SD, yang dulu pas Taqi Anakku baru lahir berusia 2hari dia main ke rumahku dan menyambut kehadiran newborn itu dengan pertanyaan unik. “Bayi belum punya upil ya?. Gimana coba jawabnya -__-“. Kemarin akhirnya ia melihat upil besar yang terperangkap dalam hidung Taqi gara2 ketularan pilek level moderate. Nah, pertanyaan dia kali ini yang belum terjawab untuk Taqi yang berusia 2bulan ini adalah : “Bayi belum punya tahi lalat ya?”. Kita lihat saja nanti, apakah suatu saat nanti ketika Ais bertemu Taqi lagi, Taqi sudah punya tahi lalat? Nantikan setelah pesan-pesan berikut ini #eh?

Nah satu lagi yaitu tamunya Pak Lik. Aku lupa namanya siapa,sebut saja namanya Pak Bambang. Pak Bambang datang bersama kedua anak dan istrinya. Nah istrinya ini sangat heboh, dia habis cek darah anak perempuanya yang baru masuk SMA Boarding School dan takut banget lihat kadar leukosit nya sangat tinggi. Takut Leukemia katanyaa!! Itu kan penyakit hororr!
Akhirnya Pak Lik memperkenalkan aku dengan mereka. Ini keponakanku kuliahnya di Farmasi ITB. Sekolah ya sekolah nyari ilmu. Lulus ya jadi pedagang haha. Akhirnya aku tenangin ke ibu itu kalo kadar leukosit itu tinggi gara2 emang ada infeksi biasa, sistem kekebalan tubuh sedang bekerja, bukan leukemia buk, tenang aja. Hehehe. Alhamdulillah seumur2 lulus kuliah baru kali ini ngasih konseling kefarmasian face to face confidently, biasanya ke keluarga doang :D . Emang gak pernah rugi mempelajari sesuatu tuh. Dan segala sesuatu pasti bisa dipelajari.

Seperempat Abad

Alhamdulillah 8 februari kemarin genap sudah usiaku 25 tahun. Punya dua anak yang lucu-lucu dan dicintai suami sholeh adalah anugrah terbesar dalam hidupku. Alhamdulillah :)
Ibuku pernah bilang, bahwa aku harus bersyukur atas semua nikmat yang Allah beri padaku,
“Kowe ki sakpenak-penake wong nduk, wes nduwe bojo, anak loro, bisnis jalan, iso ngopeni anak neng omah, wes sakpenak-penake urip”. Punya orangtua yang selalu mendukungku, mertua pun pengertian.  Alhamdulillah lagi, lagi,dan lagi.
Sungguh ga ada yang bisa kulakukan lagi selain bersyukur dan berbuat baik sebanyak-banyaknya agar hidupku ini bermanfaat bagi orang banyak. Amin.
Soon at my 25th ini mudah2an aku dan suamiku bisa beneran launching bisnis baru yang social oriented, social entrepreneurship yang aku~dan kemudian suamiku~ cita2kan :)

This is what we called ‘JLEB’ moment

Dari dulu aku selalu bercita-cita jadi orang keren dan hebat, entah apapun itu bentuk dan caranya. Dan pas jaman kuliah aku selalu menganggap bahwa orang yang berkarir sebagai researcher itu orang keren. Dapet beasiswa sampe S3 dan keliling dunia itu sesuatu yang keren, hingga akhir 2013 lalu aku baca twitternya ka Galih, tentang sebenernya there is no such a free lunch dude, semua company semua yayasan, di balik beasiswanya pasti ada maunya.  Jadi jangan merasa hebat dan pintar kalo kita pake duit orang buat kuliah dan senang2. begini twitnya:

“So, you got your scholarship to pay for tuition fee and living cost, coz you were smart enough and grade good enough? Think again lah Dude :) “

“Yang belum pernah nyari duit dengan usaha sendiri, ga akan paham nilai duit itu sebenarnya. Ngaak ada yang ngasi duit/invest cuma2 Dude :)”

JLEBBB.. berasa ketonjok abis.. secara pas kuliah aku dapet beasiswa terus, and I was PROUD! tapi ternyata bangga itu seharusnya ketika kita berdiri di atas kaki sendiri.  Makin mantaplah keyakinanku kalo aku udah ga pengen jadi scholarship hunter lagi. Dan memang ternyata pernah ada pemberi beasiswa dalam sejarah perkuliahanku, bahwa ia hanya untuk seolah2 dana “penebus dosa” atas sebuah bisnis gelap. Haduh..

Akhir 2013 lalu aku juga coba-coba ikutan Wirausaha Muda Mandiri, lolos ampe survey area Jabodetabek doang, dan si Mbak2 Surveyornya bilang : kalo gw tu ga gitu greget bisnis -___-” omset gede, profit gede, tapi ga banyak dipake ngembangin bisnis, malah dipake beli rumah. OMG dong.. Jleb!..  secara gw emang keluarga muda, yang mau beranak dua, salahkah bila mengakhiri masa2 mengontrak tempat tinggal?? well, all of the surveyor emang masih pada single sih. Dan yaa.. mungkin pola pikirnya berbeda. Tapi masukan2 bisnisnya bisa kuterima lah. Tapi yang jelas, aku gak lolos lomba itu, hahahaha. But I’ve learn a lot.

Tadi malam 1 Januari 2014, tiba2 abang memberiku kabar gembira, this is YEAY! moment :D hehe.. He found about my dagangan stuff was publised on public media! Koran SUARA MERDEKA. Alhamdulillah ^_^

Hijab Wanita Cantik on Media

Punya suami keren kayak abang memang ga pernah membuatku menyesal. He always support me baik sembunyi2 maupun terang-terangan. Dia lah yang pertama kali membelaku ketika para tetangga di kampung kami menghina2 aku gara-gara udah kuliah jauh2 ke ITB (ampe Jepang juga) tapi malah setelah lulus jadi Bakul (pedagang) di rumah pula. Ya mereka ga peduli berapa omzet gw sih memang, sekali pedagang ya pedagang, mirip pedagang di pasar kumuh, yang menurut mereka derajatnya sangat rendah dibanding profesi PNS -__-” (JLEBB..). Inilah sebabnya kalo siapapun di antara kalian mau banting setir menjadi pedagang (istilah pebisnis atau entrepreneur terlalu keren lah) harus punya mental BAJA! dan ga malu dicemooh orang lain. Itu modal utama, what we call it “KEBERANIAN”.

Aku mah ga peduli lah, anyway, menjadi istri yang membuat suamiku dan anak2ku bangga, bagiku itu sudah cukup keren, daripada apa kata orang di seluruh dunia ^___^ hihihi

Dan di tahun 2014 ini, aku yakin akan ada banyak lompatan-lompatan keren dan hebat dalam hidupku, Bismillah, aminn..